Tenaga Ahli Kementerian Koperasi, Gielbran Promosikan Kopdes pada PBAK UIN Walisongo 2026

Gielbran Muhammad Noor menjelaskan fokus utama dan fungsi pengadaan Kopdes di Indonesia pada kegiatan PBAK UIN Walisongo 2026

2 Min Read
Tenaga Ahli Kementerian Koperasi, Gielbran Muhammad Noor tengah menyampaikan orasi pada pembukaan PBAK 2026 di Lapangan Utama Kampus 3, Selasa (18/8/2026). (Amanat/Mizan).
gielbran muhammad noor, pbak, pbak 2026, pbak uin walisongo, uin walisongo
Tenaga Ahli Kementerian Koperasi, Gielbran Muhammad Noor tengah menyampaikan orasi pada pembukaan PBAK 2026 di Lapangan Utama Kampus 3, Selasa (18/8/2026). (Amanat/Mizan).

amanat.id- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo 2026 menghadirkan Tenaga Ahli Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Gielbran Muhammad Noor sebagai bintang tamu di Lapangan Utama Kampus 3, Selasa (18/08/2026).

Dalam orasinya, Gielbran menyampaikan fungsi utama Koprasi Desa (Kopdes) untuk menghilangkan tengkulak.

“Fungsi utama adanya Kopdes adalah untuk menghilangkan tengkulak,” ucapnya.

Gielbran menyebut bahwa tengkulak kerap merugikan petani dan peternak lewat praktik beli murah dan jual mahal.

“Tengkulak bekerja dengan membeli dari petani dan peternak dengan harga yang murah, kemudian dijual ke kota dengan harga yang lebih mahal. Hal tersebut dapat merugikan para Petani dan Peternak,” ujarnya.

la menjelaskan fungsi Kopdes menjamin petani dan peternak bisa memperoleh harga yang sesuai.

“Fungsi Kopdes adalah untuk mengambil hasil dari petani dan peternak secara langsung, kemudian dijual ke kota dengan harga yang wajar. Sehingga, petani dan peternak memperoleh harga yang sesuai,” jelasnya.

Gielbran mengungkapkan alasan dibangunnya Kopdes di pelosok desa agar dapat langsung membeli barang dari masyarakat.

“Fokus utama Kopdes dibangun di pelosok desa adalah dapat membeli barang secara langsung dari masyarakat yang dekat dengan sawah atau perkebunan,” ungkapnya.

la juga mengakui terdapat miskomunikasi dan tidak sinkronisasi dalam pengadaan Kopdes.

“Belakangan ini kami akui memang ada beberapa miskomunikasi dan tidak sinkronisasi. Tapi percayalah, ini akan terus diperbaiki dan mungkin impact-nya akan terasa 2-3 tahun ke depan.” katanya.

Terakhir, ia berharap mahasiswa baru tahun ini bisa menjadi generasi muda yang kritis.

“Semoga teman-teman sekalian menjadi generasi Walisongo muda yang kritis,” tutupnya.

Reporter: Anisa Atun Maryam

Editor: Nijam Alfatul Khasna

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.