
Amanat.id- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang akan berlangsung selama tiga hari mulai 18-20 Agustus 2026, Kamis (13/8/2026).
Bertajuk “Merajut Budaya Akademik untuk Kemanusiaan dan Peradaban” Ketua Panitia PBAK 2026, Dzikri Hanif Salim menjelaskan tema tersebut menjadi dasar pengenalan budaya akademik, intelektual, dan riset kepada mahasiswa baru melalui pendekatan humanis.
“PBAK 2026 ini dilaksanakan untuk memperkenalkan budaya-budaya yang ada di kampus UIN Walisongo Semarang, yaitu budaya akademik, budaya intelektual maupun budaya riset,” tuturnya.
Dzikri mengatakan persiapan kegiatan masih terus berjalan dengan melakukan koordinasi dari berbagai pihak.
“Persiapan PBAK 2026 terus berjalan. Kegiatan tinggal beberapa hari ke depan sehingga panitia terus melakukan koordinasi bersama birokrasi universitas, UKM universitas, dan panitia fakultas,” katanya.
Ia menuturkan bahwa kegiatan PBAK 2026 berfokus pada citra UIN Walisongo sebagai kampus yang unggul dari berbagai aspek.
“Fokus dari PBAK tahun 2026 adalah untuk membangun citra diri kampus UIN Walisongo Semarang yang unggul dalam nilai intelektual, riset, dan budaya akademik,” terangnya.
Dzikri menambahkan, panitia turut berupaya meminimalkan pengeluaran mahasiswa baru pada kegiatan PBAK 2026 dengan menyiapkan sejumlah fasilitas.
“Insyaallah tidak akan banyak yang dikeluarkan oleh mahasiswa baru untuk kebutuhan. Fasilitas juga sudah kita penuhi, termasuk penyediaan kaos PBAK itu sendiri,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui panitia masih menghadapi kendala dalam berkoordinasi dengan pihak birokrasi akibat padatnya jadwal.
“Kita masih terkendala terkait komunikasi ke birokrasi karena jadwal dari birokrasi cukup padat,” titahnya.
Kendati begitu, Dzikri berharap PBAK dapat menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan perkuliahan dan dunia kampus.
“Harapan kami, PBAK menjadi salah satu gerbang awal teman-teman mengenal dunia perkuliahan, dunia kampus,” pungkasnya.
Reporter: Oktavia Suci Ramadani
Editor: Dinda Alfiani


