By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Pentingnya Pelajari Kajian Marxisme Menurut Dede Mulyanto
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
dede
Varia Kampus

Pentingnya Pelajari Kajian Marxisme Menurut Dede Mulyanto

Last updated: 8 Maret 2020 8:09 am
Rizkyana Maghfiroh
Published: 6 Maret 2020
Share
SHARE
Dede Mulyanto saat menghadiri Dialog Publik yang digelar UKM Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) di American Corner Kampus 3 UIN Walisongo, Kamis (05/03/2020) (Amanat/Ivatunisa).

Amanat.id- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) gelar pelantikan pengurus baru dan Dialog Publik bertajuk “Urgensi Kajian Marxisme di Perguruan Tinggi”, menghadirkan akademisi sekaligus peneliti dari Universitas Padjajaran Dede Mulyanto, Kamis (05/03/2020).

Acara yang berlangsung di American Corner Kampus 3 UIN Walisongo tersebut Dede menjelaskan alasan pentingnya mempelajari marxisme. Menurutnya, manusia dapat tetap hidup tanpa belajar analisis Marxisme. Namun, dampaknya baru akan terlihat ketika marxisme sebagai analisis sosial tidak pernah diajarkan.

“Selama Orde Baru, teori yang diajarkan hanya modernisme. Dan ciri khas dari modernisme itu enggak ada kritik, dalam pandangan mereka, masyarakat itu satu sistem fungsional yang setiap bagiannya ada bukan hanya terkait satu sama lain, tetapi mempunyai tujuan masing-masing yang merujuk pada tujuan masyarakat itu sendiri,” jelasnya.

Dede juga menambhkan, jika secara teoritis sistem struktural masyarakat merupakan satu sistem fungsional yang di dalamnya terdapat porsi kritik. Dalam sudut pandang Karl Marx, meskipun tidak ada niat untuk mengkritik, di dalamnya sudah ada unsur mengkritik.

“Misalnya, kenapa orang India percaya sapi itu suci dan kenapa orang Yahudi percaya babi itu haram. Menurut pandangan Marx, kita harus mencari penjelasan dalam struktur ekonomi politik yang menghasilkan norma-norma seperti itu,”katanya.

Selanjutnya, ia mengkritisi tema yang diusung dalam dialog publik tersebut. Baginya, marxisme hanya salah satu dari sekian banyak pemikiran sosial yang dapat dijadikan sebagai alternatif.

“Sebetulnya, marxisme ada atau tidak, kampus tetap berdiri terus. Buktinya pada masa Orde Baru selama 30 tahun, marxisme tidak diajarkan, tetapi aman-aman saja. Jadi, enggak begitu urgent,” pungkas Dede.

Reporter: Rizkyana Maghfiroh
Editor: Ibnu A.

Beberapa UKM UIN Walisongo Keluhkan Sulitnya Akses Tempat Kegiatan karena Kendala Administrasi-Adanya Tarif Peminjaman
Rencana dan Strategi yang Matang Antarkan Anis sebagai Wisudawan Terbaik FDK
UIN Walisongo Keluarkan Surat Edaran Pembayaran UKT dan Biaya Ma’had 2023
Peringati Harlah, SKM Amanat Adakan Lomba Fotografi Jurnalistik dan Ilustrasi
Sulaiman Jelaskan Keterkaitan Beribadah dan Bekerja di Bulan Ramadan
TAGGED:dede mulyantokajian maxirsmeuin walisongoukm ksmw
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Hendrar Prihadi, Indonesia Emas 2045, UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

3 Syarat Utama Menuju Indonesia Emas 2045 Menurut Hendrar Prihadi

Redaksi SKM Amanat
11 September 2023
Batal Gabung UKM Musik, Shinta Pulang Bawa Hadiah
Rektor Sampaikan Sembilan Alasan Dasar Pesantren Sebagai Laboratorium Perdamaian
UIN Walisongo Raih Juara Umum Kejuaraan Karate Open Rektor Cup VIII
Meriahkan Puncak Psikestival 2022, DEMA FPK UIN Walisongo Adakan Konser
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Pentingnya Pelajari Kajian Marxisme Menurut Dede Mulyanto
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Pentingnya Pelajari Kajian Marxisme Menurut Dede Mulyanto
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?