
Binar matanya lirih,
bak semilir yang mengelus pedih sembilu
Ia bertanya “Mampukah hidup kupeluk, jika aku terus setenang ini?”
Jari lentiknya pandai menganyam sastra,
Ia lihai pula merangkai benang-benang logika
Lautan ilmu yang ia punya, seringkali membuat netra sesama terpana
Raganya tegap membentengi lara sesama,
Jiwanya habis terbagi demi senyum semesta
Namun, ia tetaplah tamu bagi badai rahasia,
saat menyusuri lorong jiwanya
Bekasi, 26 Januari 2026
Assyifa Imania F (Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki)


