By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Virus Corona Menghantui, Kemanusiaan Masyarakat Diuji
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Ilustrasi kasus penimbunan masker (Dokumen/Merdeka.com)
Artikel

Virus Corona Menghantui, Kemanusiaan Masyarakat Diuji

Last updated: 14 Maret 2020 11:03 pm
Umi Salamah
Published: 14 Maret 2020
Share
SHARE
Ilustrasi kasus penimbunan masker (Dokumen/Merdeka.com)`

Merebaknya kasus virus corona yang telah sampai di Indonesia memunculkan kecemasan masyarakat. Dilansir dari detik.com telah tercatat ada 96 kasus orang positif virus Corona. Dalam keadaan genting ini masyarakat malah terpecah belah karena adanya tindakan kurang manusiawi oleh beberapa oknum.

Pasca pemerintah mengumumkan kasus pertama virus Corona, masyarakat langsung berbondong-bondong menuju toko untuk membeli masker. Permasalahan yang muncul adalah adanya oknum yang memanfaatkan keadaan ini untuk mencari keuntungan pribadi.

Munculnya tindakan penimbunan masker mengakibatkan masyarakat kesulitan menemukan masker di pusat perdagangan. Kasarnya, hal tersebut dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab untuk merusak pasar.

Jika stok barang sudah langka, maka barang yang mereka timbun akan dikeluarkan, lantas dijual dengan harga melecit. Mencari keuntungan yang sebesar-besarnya adalah tujuan.

Selain itu, adanya perjanjian antara pelaku usaha dengan pelaku usaha lain untuk bersama-sama melakukan penguasaan produksi, dapat menimbulkan monopoli perdagangan yang tidak sehat. Hal tersebut menentang hukum yang diatur dalam UU Nomor 5 tahun 1999, tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Tidak hanya kasus penimbunan masker yang menjadi sorotan. Banyak pula kalangan masyarat berada yang memborong stok masker dan kebutuhan pokok untuk kepentingan pribadi.

Adanya tindakan tersebut mengakibatkan kalangan kecil kesulitan mencari masker dalam upaya menghindari virus Corona. Apalagi, harga yang ditawarkan berada di atas rata-rata kemampuan orang kalangan menengah ke bawah.

Jika ditelaah tindakan-tindakan di tengah wabah itu justru mencerminkan manusia yang menutup rasa kemanusiaannya. Di mana individu dengan individu lain tidak saling memedulikan, tetapi memanfaatkan keadaan bahaya demi keuntungan pribadi.

Ibaratnya individu yang mencari keuntungan di tengah wabah Corona adalah orang yang menari di atas penderitaan orang lain. Kurangnya empati masyarakat bisa jadi terpicu oleh rasa panik berlebih. Sehingga alangkah lebih baik ketika dalam situasi seperti saat ini kita saling berbagi dan mengendalikan ego.

Pemerintah harus memanajemeni isu dengan baik dan tidak mengutarakan pernyataan yang memicu kepanikan. Selanjutnya masyarakat pun harus turut berperan dengan bersikap tenang menghadapi wabah ini.

Informasi yang berdatangan jangan sampai mengacaukan keadaan masyarakat. Rasanya, isu virus Corona ini menjadi ujian kemanusiaan bagi kita. Akankah kita menjadi sosok yang peduli sesama, atau malah sebaliknya?

Penulis: Umi Salama
Editor: Iqbal Shukri

Nur Khoirin Jelaskan 3 Peran Hukum bagi Masyarakat
Tim Peduli Bahasa Isyarat Semarang Jelaskan Tata Cara Komunikasi dengan Teman Tuli
Menakar Hilangnya Privasi Diri di Media Sosial
Wisudawan Terbaik FUHUM, Kaitkan Isu Toleransi dengan Peristiwa di Al-Zaytun
KSMW Gelar Debat Terbuka, Uji Kualitas Calon Rektor UIN Walisongo
TAGGED:penimbunan maskeruin walisongovirus corona
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Dekan FITK Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kecerdasan Sosial Lewat PPL

Fika Eliza
25 Juli 2019
Mahasiswa BMC UIN Walisongo Adakan Penanaman Mangrove Secara Islami
Antologi Puisi Soeket Teki Edisi 1
Menunggu Sumpah Generasi Ngopi
Bila Sampai Batin Ini – Puisi Hasan Tarowan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Virus Corona Menghantui, Kemanusiaan Masyarakat Diuji
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Virus Corona Menghantui, Kemanusiaan Masyarakat Diuji
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?