Akal dan Kalbu

1 Min Read
Ilustrasi seorang pria (pixabay,com).
Akal dan Kalbu, Puisi Sastra Soeket Teki
Ilustrasi seorang pria (pixabay,com).

Dalam ruang kesendirian seorang diri

Kuhanya bertemankan meja dan kursi

Membiarkan diri berkontemplasi

Tentang apa itu puisi

 

Sesekali ragaku tersadar

Kudapati akal dan kalbu silih bergilir,

Beradu tiada hentinya

Membikin si empunya kepalang tak karuan

 

Orang bilang,

Akal yang mendominasi

Ia tiada hentinya membising

Lebih lagi,

Harus kokoh pula melawan hati

Meski akhirnya tiada yang dapat diprediksi

 

Kudus, 06 Juli 2023

Muhammad Fathur Rohman (Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki)

 

Share This Article
Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kegutuan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang