Puisi

Pukul Setengah Sembilan

Pukul setengah sembilan Mewakili angin, batinku luluh Segala hitam dan kengerian, terbang terbayang Keluar dari cerobong-cerobong kehidupan Meliuk, menembus tabir…

Rindu di Penghujung Raya

Kutulis rindu pada selembar cerita merangkai cinta demi hangatnya keluarga Lewat aroma hidangan penggugah rasa Duhai diri yang jauh di…

Bising

Aku tak tahu kapan keramaian bertubi ini menjemput Ramai itu selalu datang Bahkan tak pernah terlelap berisiknya   Suara-suara itu…

- Advertisement -
Ad imageAd image
Latest Puisi News

Bunga Gila

Dia Bunga Berakar tapi tak mampu berdiri Bertahan tak mampu berseri Mahkota…

Lapuk

Puk puk puk Puk puk puk Pemerintah lapuk Tak ada kemarahan Lelucon…

Telaga Cinta

Sejak Rama tak lagi berkata dan biru telaga mulai menjingga Kicauan burung…

Di Siang Bolong

"Carilah kerja,” Tegur mereka setiap kali di sapa. Seolah budak mengenakan kain…

Penyapa

Binar matanya lirih, bak semilir yang mengelus pedih sembilu Ia bertanya "Mampukah…

Membacamu

Jemarimu terus menari Merangkai setiap tutur dari hatimu Menjelma menjadi rangkaian yang…

Dengung Telinga

Dalam telinga yang berdengung ‎Katanya aku dirindukan ‎Tapi, perilakuku saja seperti tak…

Jelaga

Tangan-tangan besi penguasa membedah dada rimba, Menanam barisan sawit sebagai nisan bagi…

Garis Luka

Ia berdiri di sudut ruang sunyi, Menggenggam harapan yang patah Tubuhnya memberi…