
Amanat.id- Laily Syifaul Jannah, mahasiswi Program Studi (Prodi) Sosiologi berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,90 pada wisuda sarjana ke-100 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang di Gedung Auditorium II Kampus 3, Sabtu (23/5/2026).
Mahasiswi kelahiran Grobogan tersebut mengangkat skripsi berjudul “Strategi Gerakan sosial Lingkungan Kajian terhadap Komunitas World Cleanup Day (WCD) Jawa Tengah di Semarang”.
Pemilihan topik tersebut dilatarbelakangi oleh krisis dan problem nyata pengelolaan sampah yang ada di Indonesia.
“Skripsi saya mengkaji tentang bagaimana strategi gerakan sosial lingkungan yang dijalankan oleh komunitas World Cleanup Day (WCD) Jawa Tengah dalam menghadapi krisis pengelolaan sampah di Indonesia,” titahnya.
Bagi Syifa, sampah organik yang dibuang begitu saja mampu mengeluarkan gas metana yang memicu kebakaran di TPA dan pemanasan global.
“Kita harus sadar akan dampak dari pencemaran lingkungan, contoh seperti sampah organik yang dibiarkan dapat menimbulkan gas metana yang berdampak pada kebakaran dan pemenasan global,” katanya.
Alasannya memilih komunitas WCD untuk dilakukan penelitian karena ia tertarik pada metode pengembangan sumber daya manusia yang ada.
“Hal yang menarik perhatian saya pada komunitas WCD adalah mereka mampu mengumpulkan banyak massa meskipun tanpa dibayar atau sukarela,” tuturnya.
Ia memaparkan fokus penelitianya tertuju pada strategi manajemen dan sumber daya komunitas tersebut.
“Fokusku ke strategi mulai dari partisipasi, kepemimpinan serta sumber daya mereka,” paparnya.
Dalam temuannya, WCD tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan, tetapi juga penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bahkan beberapa anggota sudah menerapkan sistem bank sampah sendiri di rumah sehingga gerakan mereka mampu melahirkan inisiatif sosial baru,” ucapnya.
Selama berkuliah, ia juga aktif mengkuti organisasi baik dalam maupun luar kampus.
“Banyak ikut organisasi internal maupun eksternal. Bahkan untuk kerja masih sampai sekarang,” jelasnya.
Syifa menyatakan beberapa organisasi internal yang pernah ia ikuti di antaranya Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi.
“Untuk internal kampus pernah di HMJ Sosiologi sama di DEMA Universitas,” ungkapnya.
Ia juga aktif di organisasi eksternal seperti volunteer dan lainnya.
“Eksternal pernah ikut Rangkul Young Interpreneur, Buka Donasi, NOVO Club, RUBI, LKS-BMh Jateng serta WCD Jateng,” ucapnya.
Syifa mengaku sempat mengalami kendala dalam penyusunan skripsi karena harus membagi waktu dengan bekerja.
“Struggle saya pada waktu pengerjaan tugas akhir ini saya masih nyambi dengan bekerja,” terangnya.
Syifa mengaku tidak menyangka menjadi wisudawan terbaik pada Wisuda UIN Walisongo.
“Dari struggle yang dilalui, saya ngga pernah terbenak bayangan menjadi wisudawan terbaik,” katanya.
Ia menyampaikan targetnya saat semester enam yaitu untuk lulus secepatnya.
“Cuma targetku untuk akhir semester enam, pengen lulus cepet,” tuturnya.
Ia mengungkapkan bahwa menjadi wisudawan terbaik menjadi kado istimewa untuk ulang tahun ibunya yang bertepatan pada tanggal wisuda.
“Predikat wisudawan terbaik menjadi kado yang sangat istimewa untuk ibu saya yang hari ini berulang tahun,” terangnya.
Syifa berpesan pada mahasiswa yang masih berkuliah untuk percaya pada diri dan menjadi manusia kuat dan hebat.
“Untuk adik-adik mahasiswa, jangan telalu mempreassure diri sendiri, kalo capek istirahat. Percayalah pada diri kalian sendiri serta tetap menjadi manusia kuat dan hebat,” tutupnya.
Reporter: M. Geizka Arielta


