By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: PKM dan PMB Sepakat Tak Ajukan Calon DEMA UIN Walisongo, Kritisi Timeline Singkat
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
dema uin walisongo, pemilwa uin walisongo, pemilwa 2025, uin walisongo, calon tunggal
Beberapa mahasiswa sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam kegiatan forum debat kandidat ketua dan wakil ketua DEMA UIN Walisongo di depan Landmark, Senin (22/12/2025). (Amanat/Dawud).
UIN WalisongoVaria Kampus

PKM dan PMB Sepakat Tak Ajukan Calon DEMA UIN Walisongo, Kritisi Timeline Singkat

Pada Pemilwa 2025, PKM kritisi timeline dari KPM yang dianggap terlalu singkat dan sepakat bersama PMB untuk tidak mengusung calon Ketua dan Wakil Ketua DEMA UIN Walisongo

Last updated: 25 Desember 2025 3:49 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 25 Desember 2025
Share
SHARE
dema uin walisongo, pemilwa uin walisongo, pemilwa 2025, uin walisongo, calon tunggal
Beberapa mahasiswa sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam kegiatan forum debat kandidat ketua dan wakil ketua DEMA UIN Walisongo di depan Landmark, Senin (22/12/2025). (Amanat/Dawud).

Amanat.id– Berbeda pada tahun sebelumnya, pada Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) 2025, Kandidat Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo hanya terdapat calon tunggal, Selasa (23/12/2025).

Ketua Partai Kebangkitan Mahasiswa (PKM), Khoirullah Simbolon menegaskan bahwa keputusan tidak mengajukan pasangan calon DEMA UIN Walisongo merupakan sikap politik yang sadar akan ketidakadilan.

“PKM menolak untuk ikut serta dalam kontestasi yang sejak awal tidak diselenggarakan secara adil dan demokratis. Bagi kami, berpartisipasi dalam sistem yang cacat sama artinya dengan ikut melegitimasi ketidakadilan itu sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tenggat waktu tahapan Pemilwa 2025 yang terlalu singkat.

“Saya menyoroti tenggat waktu tahapan Pemilwa yang sangat singkat, padat, dan tidak memberikan ruang yang wajar, sehingga PKM tidak bisa menjaring calon secara demokratis,” terang Irul.

Ia mengkritik waktu pelaksanaan yang dibuat oleh Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM), menurutnya rangkaian prosedur yang diberikan jauh dari unsur keadilan.

“Timeline yang disusun tidak mencerminkan asas keadilan prosedural dan secara tidak langsung menyaring peserta secara sistemik, sehingga hanya pihak-pihak tertentu yang mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut,” ungkapnya.

Serupa dengan Khoirullah, Ketua Partai Mahasiswa Berkemajuan (PMB), Hardiansyah Tri Bima menyampaikan bahwa keputusan tidak mengajukan calon adalah keputusan yang terbaik.

“Keputusan untuk tidak mengajukan calon ini merupakan langkah terbaik bagi kami, mengingat partai kami baru bisa ikut kontestasi lagi setelah sebelumnya hanya bisa menjadi penonton,” tutur Hardiansyah

Ia berpendapat bahwa calon tunggal pada Pemilwa berpotensi melahirkan kepemimpinan yang buruk.

“Calon tunggal berisiko mengurangi makna partisipasi mahasiswa, melemahkan fungsi kontrol, dan berpotensi melahirkan kepemimpinan yang kurang inklusif karena tidak teruji dalam kompetisi gagasan yang ketat,” tutupnya.

Ketua KPM UIN Walisongo, Akhmad Maskuri berpendapat munculnya pasangan calon tunggal pada DEMA UIN Walisongo disebabkan mahasiswa enggan menanggung beban sebagai ketua organisasi.

“Adanya paslon tunggal terjadi karena minat berorganisasi mahasiswa semakin menurun. Mereka tidak ingin mengemban amanah besar sebagai sosok pemimpin organisasi apalagi di tingkat universitas karena takut akan tanggung jawab yang besar,” ujarnya.

Meski hanya ada satu paslon, Maskuri menegaskan bahwa KPM telah membuka peluang besar bagi semua partai untuk masuk dalam proses kualifikasi.

“Kami membuka peluang besar dengan semua partai kami loloskan, lalu pemberkasan juga kita share terus melalui informasi di media dari KPM,” katanya.

Maskuri menjelaskan bahwa DEMA UIN Walisongo bukan hanya sebagai formalitas, tetapi juga menunjukkan eksistensinya dan menjaga persatuan.

“Harapan saya sederhana, semoga calon tunggal ini bisa menunjukkan bahwa DEMA-U hadir untuk mahasiswa dan dapat mempererat tanpa adanya kubu, bukan hanya sekadar formalitas atau pemanis di lingkup universitas,” terangnya.

Reporter: Ade Rizqi
Editor: Irbah Fatin

Ganjar Pranowo: Daerah Lain Bisa Tiru UIN Walisongo Hibahkan Gedungnya Untuk Isolasi Terpusat
FEBI Raih Juara 1 Cabor Voli Putra dalam Ajang Korelasi 2022
Beberapa Mahasiswa Tinggalkan Lapangan Akibat Teriknya Matahari, Menwa: Sudah Kami Peringati
Meski Sempat Gap Years Dua Tahun, Liana Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik FISIP
Ajak Sivitas Akademika Meneladani Bisri Mustofa, LP2M Kaji Tiga Karyanya
TAGGED:calon tunggaldema uin walisongoheadlinepemilwa 2025pemilwa uin walisongouin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Antisipasi Penyebaran Virus Covid-19, Rektor UIN Walisongo Keluarkan Surat Edaran Himbauan Waspada

Fitrya Madani
5 Maret 2020
[Resensi Film] ‘Mukti utowo Mati’
Heboh Soal Kenaikan Denda Peminjaman Buku, Ini Penjelasan Kepala Perpustakaan Pusat UIN Walisongo
WR 3 UIN Walisongo Ikut Tanggapi Aksi Tolak RUU Pilkada
Belenggu Pers di Tangan RUU Penyiaran
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: PKM dan PMB Sepakat Tak Ajukan Calon DEMA UIN Walisongo, Kritisi Timeline Singkat
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: PKM dan PMB Sepakat Tak Ajukan Calon DEMA UIN Walisongo, Kritisi Timeline Singkat
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?