
Amanat.id– Hujan deras dan angin kencang menyebabkan kerusakan pada salah satu bangunan Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Rabu (18/2/2026).
Akibat cuaca ekstrim tersebut, bagian luar gedung Ma’had baru yang terletak di belakang gedung K Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) mengelupas dan terbang karena angin kencang.
Salah satu Santriwati Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Amalia menjelaskan saat itu ia dan temannya sedang berada di dalam kamar dan mendengar bunyi keras.
“Saya habis pulang matkul sekitar jam 9, terus jam 11 awalnya ada angin biasa tapi semakin kencang, dari dalam kamar terdengar bunyi besi keras, ” jelasnya.
Ia mengaku terkejut angin kencang dan derasnya hujan mampu menjatuhkan lapisan luar gedung Ma’had.
“Sebelumnya ada suara keras gitu tapi ngga tau suara apa, ternyata itu dari lapisan luar tembok mahad yang jatuh karena tersapu angin,” jelasnya.

Lia dan penghuni gedung lainnya juga sempat panik karena mengira ada gempa.
“Sempet panik karena takut ada gempa atau apa karena kemarin sempat ada lindu, Teman-temanku juga pada panik yang awalnya tidur langsung kebangun karena angin kencang,” ungkapnya.
Serupa denga Lia, santriwati Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Alfiana mengatakan lapisan luar tembok sudah berlubang sejak beberapa waktu lalu.
“Kemarin udah berlubang, terus tadi ada angin kencang jadinya langsung lepas,” terangnya.
Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena bagian luar yang berlubang tidak cepat diperbaiki.
“Sepertinya yang kemarin tidak buru-buru direnovasi jadi hari ini makin parah,” imbuhnya.
Santriwati lain, Tina mengaku khawatir jika ada korban akibat kejadian tersebut.
“Rasanya takut dan cemas kalau ada korban, kemarin sudah ada beberapa lapisan tembok yang lepas karena angin dan hari ini makin parah karena hujan,” terangnya.
Ia mengungkapkan, para pengurus (Miss) Ma’had Al-Jami’ah UIN Walisongo sempat memberi himbauan terkait lapisan tembok yang mengelupas.
“Miss sempat memberi himbauan agar tidak melewati jalan depan gedung ma’had baru karena berbahaya dan takut ada korban,” tuturnya.
Ia berharap, pihak ma’had segera merenovasi lapisan tembok tersebut.
“Semoga cepat direnovasi dan pihak ma’had memberi solusi supaya nanti ga akan ada korban, supaya kita yang lagi cari ilmu tidak merasa takut,” tutupnya.
Reporter: Ragil Alfiyyah



