
Amanat.id– Setelah melewati rintangan yang panjang, mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi, Khoirotulmuadiba Purifyregalia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada wisuda S1 ke-99 yang berlangsung di di Gedung Prof. TGK. Ismail Yaqub Kampus 3, Sabtu (7/2/2026).
Wisudawan yang akrab dipanggil Alia tersebut berhasil menyandang predikat Summa Cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 sekaligus mencuri perhatian karena berhasil menyelesaikan studinya di usia 19 tahun.
Ia mengatakan dirinya dapat menyelesaikan studinya di usia muda karena mengalami percepatan masuk sekolah sejak usia dini.
“Saya bisa meyandang gelar di usia yang muda karena saya kecepatan waktu sekolahnya. Saya masuk PAUD di usia 2 tahun, TK di usia 3 tahun, dan masuk SD saat usia 4 tahun,” katanya.
Alia menyelesaikan skripsinya dengan judul “Deteksi Ulasan Palsu Pada E-commerce: Studi Kasus Pada Shopee Menggunakan Support Vector Machine Dan Random Forest”.
Meski berhasil meraih prestasi tertinggi di fakultasnya, Alia mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan predikat wisudawan terbaik.
“Saya tidak pernah menyangka bisa meraih prestasi ini, di angkatan saya banyak teman-teman yang menurut saya jauh lebih hebat dan lebih berprestasi,” tuturnya.
Dalam penelitiannya, Alia mengkaji fenomena ulasan palsu pada platform e-commerce dengan memanfaatkan metode pembelajaran mesin untuk meningkatkan akurasi deteksi.
“Penelitian saya fokus pada ulasan palsu di e-commerce, dengan bantuan machine learning agar proses deteksinya lebih akurat,” ujarnya.
Ia juga memaparkan beberapa faktor penunjang sehingga menjadi wisudawan terbaik, di antaranya kemampuan bahasa inggris.
“Beberapa faktor yang menunjang prestasi saya, seperti kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik. Saya juga selalu berusaha menjaga nilai agar tetap stabil, mungkin juga ada faktor keberuntungan,” paparnya.
Dalam proses penyusunan skripsi, ia mengaku sempat mengalami kesulitan terutama pada bab 4 dan 5.
“Kesulitan saya saat skripsi terletak pada bab 4 dan 5 karena harus menjelaskan hasil penelitian secara detail dan mengaitkannya dengan teori-teori yang ada di bab 2 dan menurut saya itu lumayan susah,” tuturnya.
Ia mengaku pernah meragukan diri dan merasa salah jurusan, tepatnya saat akan memasuki semester lima.
“Saat itu saya merasa tidak memiliki minat dan bakat yang menonjol. Saya sempat berpikir apakah bisa melanjutkan atau tidak, tapi sayang juga kalau berhenti,” terangnya.
Alia menyampaikan bahwa tekun, menghargai proses belajar, dan percaya kepada diri sendiri merupakan bagian dari kunci keberhasilan.
“Saya selalu berusaha tekun dan tidak pernah meremehkan proses belajar. Namun, satu hal dari diri saya yang sebaiknya tidak ditiru adalah sering meremehkan diri sendiri. Percaya diri jauh lebih baik daripada terus-menerus menganggap diri tidak mampu,” pungkasnya.
Reporter: Kholifatim Muallimah
Editor: Romaito



