By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Bayang Akademik Non-akademik Setelah Lulus Kuliah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Opini

Bayang Akademik Non-akademik Setelah Lulus Kuliah

Last updated: 30 Maret 2024 9:14 pm
Eva Salsabila Azzahra
Published: 30 Maret 2024
Share
SHARE
Akademik, Kehidupan setelah kuliah, Pentingnya soft skill dan hard skill, kemampuan akademik dan non-akademik, dunia setelah kuliah
Ilustrasi mahasiswa merayakan kelulusan (istockphoto.com)

Kehidupan mahasiswa merupakan transisi dari masa sekolah menengah ke perguruan tinggi. Banyak perubahan yang akan dialami, salah satunya adalah pola pikir. Pola pikir yang dimiliki saat masa sekolah menengah tentu akan mengalami eskalasi seiring dengan proses penyerapan beragam informasi.

Mahasiswa dengan penyematan kata “maha” di depan kata “siswa” menunjukkan bahwa perjalanannya akan lebih berat dibanding bangku sekolah. Mahasiswa dituntut untuk bisa menyeimbangkan akademik dan non-akademik, dituntut agar bisa peka terhadap situasi setelah lulus dari bangku perkuliahan.

Bagaimana jadinya jika mahasiswa hanya fokus pada akademik dan abai dengan non-akademik? Lantas jika demikian, tidak ada bedanya antara siswa dan mahasiswa. Karena yang menjadi pembeda keduanya terletak pada kapabilitas dalam menyelaraskan kemampuan akademik dan non-akademik secara beriringan.

Keseimbangan Pengetahuan dan Keterampilan

Lumrahnya, tenaga kerja membutuhkan 82% soft skill dan 18% hard skill. Hal tersebut sebagaimana diteliti oleh National Association of Colleges and Employers (NACE). Secara eksplisit menunjukkan baik soft skill dan hard skill melengkapi satu sama lain.

Saat memasuki dunia kerja, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) hanya menjadi pengantar ke gerbang peralihan antara dunia perkuliahan dan dunia kerja. Karena memang ada persyaratan minimal yang harus dipenuhi agar bisa lolos screening awal pendaftaran kerja. Namun, setelahnya mahasiswa tidak bisa sepenuhnya mengandalkan akademik itu lagi.

Dunia kerja adalah tentang bagaimana mahasiswa bisa mengimplementasikan apa yang didapat selama perkuliahan. Juga dibutuhkan soft skill dan hard skill tertentu agar bisa menyelaraskan diri sebagai karyawan perusahaan.

Soft skill dan hard skill adalah bekal yang bisa dibawa mahasiswa untuk bertahan di dunia kerja. Misalnya, kamu yang statusnya sudah berubah dari mahasiswa menjadi karyawan perusahaan, dihadapkan dengan permasalahan tertentu. Kamu harus memikirkan solusi kreatif agar bisa keluar dari permasalahan tersebut. Di sinilah peran problem solving skill-mu diuji.

Bayangkan jika kamu tidak terbiasa dengan pemecahan masalah, karena hanya fokus meningkatkan nilai akademik saja, bagaimana kamu akan menyelesaikan permasalah real nantinya.

Misalnya lagi, kamu dipercaya untuk memimpin suatu proyek tim karena pimpinan perusahaan percaya pada kepintaranmu. Berbekal kepandaian saja tidak cukup, tentu akan dibutuhkan skill komunikasi dan manajemen tim yang baik agar proyek tersebut bisa terselesaikan.

Itulah mengapa perlunya keseimbangan antara akademik dan non-akademik bagi seorang mahasiswa. Akan sangat bagus jika mahasiswa memiliki akademik yang unggul dibarengi juga dengan kemampuan yang didapat di ranah non-akademik. Maka, merekalah yang bisa bertahan dengan segala kultur dan perubahan di dunia kerja.

Eva Salsabila

Menelusuri Penyebab Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan
Saat Celetukan Ringan di Media Sosial Menjadi Perdebatan Panjang
Membaca dan Menelaah Falsafah Mandor Klungsu
Skincare dan Upaya Menemukan Kebenaran
Radikalisme Agama dan Perguruan Tinggi
TAGGED:akademikdunia kerja setelah kuliahfresh graduatekehidupan setelah kuliahkemampuan akademik dan non-akademikpentingnya soft skill dan hard skill
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Puisi orang mabuk, Puisi SKM Amanat, Puisi Soeket Teki, Sastra Soeket Teki, Kampoeng Sastra Soeket Teki
PuisiSastra

Puisi Orang Mabuk

Moehammad Alfarizy
28 Februari 2025
Segera! Pembayaran UKT Camaba SNBP dan SPAN-PTKIN Jatuh Tempo Hari Ini
Merdeka Belajar dan Rasa Aman dalam Belajar, Mana yang Lebih Penting?
Kembali Adakan Wisuda 1 Sesi, UIN Walisongo Tetap Imbau Perkuliahan Online
Berangkat Dari Hobi, Atlet FDK Sabet Dua Emas di Cabang Lomba Poster
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Bayang Akademik Non-akademik Setelah Lulus Kuliah
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Bayang Akademik Non-akademik Setelah Lulus Kuliah
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?