Perluas Pengalaman di Luar Kelas, Ahmad Rofiul Khoir Raih Predikat Wisudawan Terbaik FISIP

Pengalaman diluar kelas menuntun Ahmad Rofiul Khoir meneliti persoalan petani Pundenrejo sebagai judul skripsinya sehingga menjadikan ia wisudawan terbaik FISIP

4 Min Read
Potret Wisudawan Terbaik FISIP, Ahmad Rofiul Khoir dengan ijazah dan selempang kelulusannya, Sabtu (7/11/2026). (Dok.Khusus).
Ahmad Rofiul Khoir, Wisudawan Terbaik FISIP, Wisuda Periode November, Wisuda UIN Walisongo, Wisuda ke-102
Potret Wisudawan Terbaik FISIP, Ahmad Rofiul Khoir dengan ijazah dan selempang kelulusannya, Sabtu (7/11/2026). (Dok.Khusus).

Amanat.id- Berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.91, mahasiswa Progam Studi (Prodi) Sosiologi, Ahmad Rofiul Khoir lulus sebagai wisudawan terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada wisuda ke-102 di Auditorium II Kampus 3, Sabtu (7/11/2026).

Skripsi berjudul “Gerakan Sosial Petani dalam Memperjuangkan Reforma Agraria (Studi pada Gerakan Masyarakat Petani Pundenrejo, GERMAPUN)”, Rofiul membahas keberhasilan perjuangan merebut kembali tanah leluhur para petani Pundenrejo didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang dan jaringan solidaritas mereka.

Menurut Rofiul selain perjuangan para petani Pundenrejo, bantuan dari LBH serta jaringan solidaritas juga turut berperan.

“Yang menentukan bukan hanya seberapa keras tekanannya, tetapi juga siapa yang berdiri di samping petani ketika tekanan itu datang,” jelasnya.

Rofiul sendiri mengaku tidak memiliki target menjadi wisudawan terbaik sejak awal kuliah. Ia merantau ke Semarang karena ingin mengikuti jejak teman-temannya.

“Tidak ada target menjadi wisudawan terbaik dan harus dapat IPK tinggi. Saya ingin kuliah karena teman-teman Madrasah Aliyah saya banyak yang lanjut kuliah. Akhirnya saya takut ketinggalan,” ujarnya.

Motivasi Rofiul sederhana, ia hanya ingin bisa lancar berbicara di depan publik seperti halnya mahasiswa lain pada umumnya.

“Saya berpikir, kok orang-orang bisa berbicara di depan publik, menjelaskan sesuatu yang terlihat luar biasa menggunakan bahasa Indonesia. Itu keren sekali dan memotivasi saya,” titahnya.

Rofiul berusaha meng-upgrade diri dengan aktif di berbagai organisasi, seperti Organisasi Daerah (Orda), organisasi intrakampus, hingga pengabdian masyarakat.

“Saya pernah bergabung di organisasi Keluarga Mahasiswa Rembang di Semarang (KAMARESA), Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi, Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW), Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Walisongo, GenBI Komisariat UIN Walisongo, serta menginisiasi komunitas Taman Baca Warga,” ujarnya.

Berangkat dari organisasi yang diikutinya, Rofiul belajar mengelola perbedaan, hal yang menurutnya tidak bisa diperoleh hanya dari ruang kelas.

“Saya belajar bekerja dengan orang lain, menghadapi konflik, menyampaikan gagasan, bertanggung jawab, dan menyadari bahwa dunia ternyata jauh lebih luas dibanding ruang kelas,” ungkapnya.

Menurut Rofiul, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan di luar kelas tidak selalu menghambat prestasi akademik.

“Organisasi dan aktivitas di luar kelas tidak otomatis membuat prestasi akademik menjadi buruk. Justru, berorganisasi turut mengantarkan saya meraih Beasiswa Bank Indonesia 2024 dan Juara 2 GenBI GENOVASI cabang lomba esai. Saya juga beberapa kali menjadi kontributor opini di media Bacaaja.co.” ujarnya.

Ia berpesan agar mahasiswa tidak perlu khawatir IPK turun akibat berorganisasi. Namun, ia mengingatkan bahwa kuliah tetap menjadi tanggung jawab utama.

“Jangan takut berorganisasi hanya karena takut IPK turun. Tapi juga jangan terlalu fokus dengan organisasi sampai lupa bahwa kuliah tetap tanggung jawab utama sebagai mahasiswa,” sambungnya.

Rofiul berharap kedepannya ia dapat menjadi orang yang bertanggung jawab atas gelar yang telah diterimanya.

“Semoga saya dan teman-teman yang mendapatkan pencapaian serupa bisa bertanggung jawab penuh atas gelar yang didapat, baik secara akademik, moral, maupun etik,” pungkasnya.

Reporter: Naswa Adna Nabila
Editor: Nijam Alfatul Khasna

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.