
Amanat.id- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Doktor (S3) ke-44, Magister (S2) ke-69, dan Sarjana (S1) ke-102, di Auditorium Prof. TGK. Ismail Ya’kub Kampus 3, Sabtu (7/11/2026).
UIN Walisongo meluluskan 793 wisudawan terdiri atas 8 wisudawan Doktor (S3), 27 wisudawan Magister (S2), dan 758 wisudawan Sarjana (S1) dengan rincian sebagai berikut:
1. Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) :116 sarjana
2. Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum) :82 sarjana
3. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) :153 sarjana
4. Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) :109 sarjana
5. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) :85 sarjana
6. Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis Islam (FISIP) :61 sarjana
7. Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) :53 sarjana
8. Fakultas Sains dan Teknologi (FST) :99 sarjana
9. Pascasarjana :8 doktor dan 27 magister
Acara dimulai dengan masuknya Rektor dan jajarannya ke dalam ruangan untuk melaksanakan prosesi sidang senat terbuka, dilanjutkan pemberian penghargaan kepada wisudawan terbaik periode November 2026, dengan puncak acara ditandai pelantikan seluruh wisudawan dan wisudawati oleh Rektor UIN Walisongo.
Rektor UIN Walisongo, Musahadi mengajak seluruh wisudawan untuk menjadikan momen wisuda sebagai renungan bahwa gelar yang disandang merupakan tanggung jawab moral.
“Tentu pencapaian saudara-saudara hari ini patut disyukuri. Namun harus ada proses perenungan yang lebih substantif karena gelar sarjana tidak berhenti pada level simbol, tetapi juga terdapat komitmen moral,” tegas Musahadi.
Musahadi berpesan kepada wisudawan untuk bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Jadilah manusia dengan sumber kemaslahatan dan kebaikan bagi masyarakat,” pesannya.
Musahadi berharap agar para wisudawan mampu mengamalkan ilmu yang dimiliki.
“Saya percaya saudara-saudara mampu mengamalkan ilmu yang telah dimiliki dengan penuh tanggung jawab demi kejayaan bangsa, negara, dan agama,” terangnya.
Salah satu wisudawan Program Studi (Prodi) Gizi, Ananda Jatu Rahmah mengaku merasa campur aduk setelah resmi diwisuda.
“Perasaannya senang bercampur sedih. Senang akhirnya bisa lulus, sedih karena harus meninggalkan kampus ini,” jelasnya.
Ananda berpesan kepada mahasiswa UIN Walisongo yang sedang berjuang mengerjakan skripsi agar gigih berjuang.
“Jalankan dan kerjakan semampunya, jangan lupa istirahat. Pokoknya pantang menyerah,” pungkasnya.
Reporter: M. Nabil Anjad
Editor: Irbah Fatin

