Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, BEM SERA Kembali Layangkan Tuntutan Sama

Aliansi BEM SERA kembali melayangkan Panca Tuntutan Rakyat evaluasi 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Gedung Gubernur Jateng

3 Min Read
Perwakilan Mahasiswa sedang menyampaikan orasi dalam aksi Pantura di depan Gedung Gubernur Jateng, Senin (22/10/2026). (Amanat/Rizqi).
pemerintahan prabowo gibran, aliansi bem sera, aksi mahasiswa semarang, demo semarang, gedung gubernur jateng
Perwakilan Mahasiswa sedang menyampaikan orasi dalam aksi Pantura di depan Gedung Gubernur Jateng, Senin (22/10/2026). (Amanat/Rizqi).

Amanat.id- Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Semarang Raya (BEM SERA) memadati halaman Gedung Gubernur Jawa Tengah (Jateng) mengkritik dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Kamis (23/10/2026).

Koordinator Lapangan (Korlap) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Rega menuturkan Aliansi BEM SERA mengulang tuntutan yang sama dari sebelumya karena belum pernah terselesaikan.

“Kami tetap membawa tuntutan yang sama karena dari tahun ke tahun belum ditindak tegas oleh pemerintah,” tuturnya.

Rega mengatakan bahwasanya aksi BEM SERA bertujuan untuk mengevaluasi 2 tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Urgensi dari aksi kali ini untuk mengevaluasi keseluruhan pemerintahan Prabowo-Gibran. Karena selama mereka menjabat, banyak kebijakan yang tidak maslahat kepada masyarakat terutama Program Strategis Nasional (PSN),” ucapnya.

Rega juga menjelaskan bahwa penanggulangan bencana yang belum teratasi juga menjadi salah satu tuntutan yang dibawa.

“Bencana yang berada di Kalimantan, Sumatra, dan Papua yang belum teratasi selama berbulan-bulan. Terutama asap karhutla yang menyebabkan banyak masyarakat terkena penyakit Infeksi saluran Pernapasan Akut (ISPA),” ujarnya.

Ia menyampaikan data yang memperkuat tuntutan berasal dari kajian Center of Economic and Law Studies (CELIOS) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami membaca dan mengumpulkan data dari CELIOS dan BNPB untuk memperkuat tuntutan,” tuturnya.

Rega menegaskan tuntutan BEM SERA tersebut ditujukan untuk pemerintah dan dinas terkait.

“Kami tujukan untuk pemerintah dan dinas-dinas terkait juga kami libatkan, karena dalam kabinet Prabowo saat ini banyak jajarannya yang tidak kompeten,” tegasnya.

Menteri Aksi Media dan Propaganda BEM Keluarga Mahasiswa Unversitas Negeri Semarang (KM Unnes), Hasan Kurnia Hoetomo menjelaskan bahwa massa aksi juga menyoroti sejumlah program yang perlu di evaluasi.

“Pertama tentang BBM, walaupun bensin pertalite tidak mengalami kenaikan harga tetapi, naiknya harga bensin pertamax menyebabkan banyak masyarakat beralih ke pertalite. Yang pada akhirnya terjadi kelangkaan di berbegai daerah,” ucap Hasan.

Hasan melanjutkan jika pemerintah dinilai lambat dalam menyelesaikan bencana yang sedang terjadi saat ini.

“Kita lihat bencana banjir bandang yang terjadi di Aceh, pemerintah dalam menyelesaikan dan pemulihan wilayah terdampak bencana ini lambat. Bencana karhutla akibat dari El Nino yang tidak mampu diprediksi oleh pemerintah,” ucapnya.

Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (HMKRI) cabang Semarang, Ramanda Bima Prayuda menerangkan aksi dilakukan sebagai bentuk solidaritas dengan aksi di Jakarta.

“Kami membersamai gerakan yang ada di Jakarta tanggal 20 kemarin, dan kami akan kembali menyuarakan di momen Sumpah Pemuda,” terangnya.

Bima menjelaskan maraknya masalah di Indonesia mengakibatkan peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Banyak sekali kasus di seperti kebakaran yang tak kunjung ditangani hingga semakin marak jabatan sipil yang diisi oleh TNI dan Polri,” jelasnya.

Reporter: Putri Natasya Islamadina dan Muhammad Wildan sururi

Editor: Azkiya Salsa Afiana

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.