Wali Wisudawan Keluhkan Layar dan Streaming Mati saat Prosesi Wisuda UIN Walisongo ke-100

Layar pemantau wisudawan mendadak mati menimbulkan kekecewaan bagi sejumlah keluarga yang hadir di wisuda UIN Walisongo Periode Mei 2026

2 Min Read
Potret layar pemantau mati saat prosesi pemanggilan wisudawan pada wisuda ke-100 di Auditorium II kampus 3 UIN Walisongo, Sabtu (23/5/2026). (Dok. Amanat).
uin walisongo, wisuda uin walisongo, wisuda ke-100, wisuda periode mei, wisuda 2026
Potret layar pemantau mati saat prosesi pemanggilan wisudawan pada wisuda ke-100 di Auditorium II kampus 3 UIN Walisongo, Sabtu (23/5/2026). (Dok. Amanat).

amanat.id- Layar pemantau mendadak mati saat prosesi pemanggilan wisudawan pada wisuda ke-100 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Periode Mei menimbulkan kekecewaan bagi sejumlah wali wisudawan, Sabtu (23/5/2026).

Layar pemantau yang disediakan untuk keluarga tiba-tiba mati tepat saat beberapa wisudawan hendak dipanggil membuat orang tua tidak menyaksikan momen wisudawan naik ke panggung. Di antaranya Ana Nur Ramdonah, orangtua wisudawan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).

“Saya senang bisa menghadiri wisuda anak saya meskipun hanya dari layar tidak di dalam gedung. Namun, saat anak saya akan dipanggil naik panggung layarnya mati. Baru dipanggil kok gelap layarnya. Padahal saya sudah standby mau merekam anak saya,” ujarnya

Ana mengaku layar pemantau dan streaming youtubenya juga mati saat wisudawan UIN Walisongo dipanggil ke atas panggung.

“Ga dapat foto anak saya, di Youtube-nya pun mati kurang lebih ketika empat wisudawan dipanggil dan tidak ada pengulangan,” terangnya.

Ia menyampaikan kekecewaannya karena streaming saat wisudawan UIN Walisongo naik ke panggung tidak ada pengulangan.

“Saya kecewa, padahal nunggunya sudah lama sekali. Saya kira bakalan diulang ternyata tidak. Semoga kedepannya lebih profesional lagi,” katanya.

Wisudawan Program Studi (Prodi) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Afra Mufida mengaku tidak mendapatkan foto saat prosesi pemindahan tali toga.

“Alhamdulillah hari ini saya sudah diwisuda. Namun minusnya dan yang bikin saya kecewa ketika wisudawan agak terakhir FTIK layar dan lampunya mati sehingga saya ngga dapat foto sama sekali,” tuturnya.

Afra berharap kejadian serupa menjadi evaluasi agar tidak terulang kembali.

“Harapan saya kedepannya semoga lebih baik dan bagus lagi, dan tidak terulang kembali hal seperti ini,” tutupnya.

Reporter: Azkiya Salsa Afiana

Share This Article