Terinspirasi Konten Youtube, Fawaid Teliti Pola Asuh Keluarga Mualaf dan Raih Wisudawan Terbaik FITK

3 Min Read
Potret Muhammad Fawaid, wisudawan terbaik FITK UIN Walisongo tengah berpose dengan ijazah kelulusanya, Sabtu (23/8/2025). (Dok. khusus).
Wisudawan Terbaik FITK, Wisuda UIN Walisongo, Muhammad Fawaid, UIN Walisongo, FITK UIN Walisongo
Potret Muhammad Fawaid, Wisudawan terbaik FITK UIN Walisongo tengah berpose dengan ijazah kelulusanya, Sabtu (23/8/2025). (Dok. khusus).

amanat.id– Mahasiswa asal Rembang, Muhammad Fawaid berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada wisuda S1 ke-97 yang bertempat di Gedung Prof. TGK. Ismail Yaqub kampus 3, Sabtu (23/8/2025).

Fawaid mulai tertarik dengan pola asuh dari keluarga mualaf karena konten YouTube yang ditontonnya.

“Ketertarikan saya terhadap dunia mualaf bermula dari konten youtube yang mengunggah cerita dibalik orang mualaf,” jelasnya saat diwawancarai Tim amanat.id, Sabtu (23/8).

Judul skripsi yang berjudul “Pola Asuh Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga Mualaf di Kota Semarang” berhasil diselesaikannya setelah mendapatkan beberapa kali penolakan.

“Setelah sebelumnya dua kali ditolak karena judulnya dinilai terlalu umum,” katanya.

Ia mengaku kesulitan dalam pengerjaan skripsinya di saat melakukan bimbingan.

“Saya sempat kesulitan waktu skripsi, yaitu saat intensitas bertemu pembimbing yang hanya dua pekan sekali sehingga proses pengerjaan skripsi sangat lambat,” ujarnya.

Ketika mencari data keluarga mualaf di Kota Semarang pun menjadi hambatannya karena harus melalui berbagai lembaga.

“Mencari data mualaf Semarang kan harus melalui lembaga, di antaranya Mualaf Center dan sekolah mualaf indonesia. Jadi cukup lama memperoleh datanya,” tambahnya.

Selain membahas keluarga mualaf, Fawaid juga menggunakan studi kasus pola asuh dari teori Diana Baumrind untuk memberikan nilai khas dari penelitiannya.

“Akhirnya saya mengambil studi kasus mengenai pola asuh menurut teori Diana Baumrind yang digunakan orang mualaf dalam mengenalkan agama Islam,” katanya.

Ia menggunakan rumusan masalah berbagai tipe pola asuh mualaf di Semarang menggunakan teori Diana Baumrind.

“Terdapat empat tipe pola asuh dalam teori Diana Baumrind, diantaranya otoriter, demokratis, memanjakan, dan membiarkan. Dari empat itu diteliti mana yang paling banyak digunakan oleh mualaf Semarang,” tuturnya.

Dari hasil penelitian Fawaid, tipe pola asuh yang paling banyak digunakan oleh mualaf Semarang adalah tipe demokratis.

“Hasil penelitian yang saya lakukan menunjukkan kebanyakan orang mualaf di Semarang menggunakan tipe demokratis, dimana orangtua membebaskan anak namun tetap diberi pengarahan dan batasan,” jelasnya.

Selama berkuliah di UIN Walisongo, Fawaid tidak hanya fokus kepada akademik, tetapi juga rajin mengikuti kegiatan lain.

“Selama kuliah saya pernah mengikuti lomba internal diantaranya duta PAI dan menjadi juara lomba cerdas cermat tingkat jurusan,” titahnya.

Setelah mengalami mengalami berbagai fase perkuliahan, Fawaid menyatakan dapat bertahan berkat dukungan kedua orang tua.

“Kadang saat merasa putus asa dan jenuh karena skripsi saya terasa lambat daripada teman-teman lain, orang tua selalu mendukung saya,” ujarnya.

Ia memberikan tips skripsi cepat walaupun minim bimbingan, yakni dengan revisi yang tepat.

“Tips agar cepat skripsi dari saya itu saat bimbingan sebisa mungkin direkam perkataan dari pembimbing bukan hanya di tulis saja sehingga revisinya lebih akurat,” tutupnya.

Reporter: Makrufiyah
Editor: Azkiya Salsa Afiana

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.