
Amanat. id- Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo bersama LautSehat.id bersama mengadakan seminar bertema “Terhubung Untuk Lautan” di Gedung Teater IsDB Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Kampus 3, Rabu (12/06/2024).
Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia tersebut turut mendatangkan Writer and Support Community Greenpeace, Jibril Firman Sofyan sebagai pemateri.
Menurutnya, permasalahan dari krisis iklim berkepanjangan dan kerusakan lingkungan terletak pada pola pikir masyarakat.
“Pola pikir masyarakat menjadi akar utamanya,” ucap Jibril.
Disebut dengan kabut peradaban, sambung Jibril, istilah yang muncul ketika manusia merusak alam dengan tidak sadar.
“Saya istilahkan itu kabut peradaban karena kita dilahirkan di dunia industri, seperti tahu fungsi kunang-kunang dalam ekosistem pun tidak,” tuturnya.
Jibril juga menekankan pentingnya pemberian literasi tentang cara kerja alam untuk mencegah pola pikir yang instan.
“Jika kita tidak memberikan literasi tentang bagaimana alam bekerja, akhirnya kita akan menciptakan pola pikir yang instan,” katanya.
Adapun Greenpeace, sambung Jibril, telah berupaya menyuarakan isu-isu pencemaran atau hal yang tidak sejalan dengan pelestarian lingkungan.
“Kita menyuarakan hal-hal apa pun jika ada yang bertentangan dengan pelestarian lingkungan,” terangnya.
Meskipun demikian, menurut Jibril Greenpeace hanyalah organisasi sipil sedangkan kewenangan untuk menyelesaikan masalah lingkungan merupakan kewenangan pemerintah.
“Greenpeace hanya sebagai organisasi sipil, kalau sampai kewenangan, itu urusan negara,” tutupnya.
Reporter: Moehammad Alfarizy
Editor: Gojali


