By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Abdul Ghofar; Pelepasan Emisi sebagai Tolok Ukur Dampak Perubahan Iklim
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoVaria Kampus

Abdul Ghofar; Pelepasan Emisi sebagai Tolok Ukur Dampak Perubahan Iklim

Last updated: 8 Juni 2022 10:02 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 6 Juni 2022
Share
SHARE
Abdul Ghofar, Dema-U UIN Walisongo
Tangkapan layar saat Abdul Ghofar menyampaikan materinya (Amanat/Alma)

Amanat.id- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan Webinar Nasional dengan mengusung tema “Urgensi dan Peran Penting Masyarakat terhadap Pemerintah dalam Menyikapi Krisis Iklim”. Acara tersebut digelar secara online melalui Zoom meeting dengan menghadirkan Abdul Ghofar selaku Manajer Kampanye Transisi Urban Berkeadilan WALHI Nasional, Senin (06/06/2022).

Abdul memaparkan berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa mulai tahun 1985 hingga 2020 tingkat suhu di Indonesia mengalami kenaikan.

“Semua stasiun BMKG di seluruh Indonesia membuat catatan selama 35 tahun terakhir. Mirisnya, muncul data kalau di seluruh Indonesia sudah mengalami kenaikan suhu. Kalau dibandingkan tahun 1985 dengan 2020 itu kenaikannya varitif dari 0,33 sampai 4,5 derajat Celsius,” paparnya.

Ia mengungkapkan, seiring dengan pemanasan global yang semakin parah, hal tersebut berdampak pada kehidupan ratusan juta orang yang kekurangan sumber air dan kehilangan tempat tinggal.

“Ratusan juta orang akan semakin mengalami kekurangan air sementara di tempat lain mengalami banjir. Nah, itu jumlahnya akan meningkat 10-20 tahun mendatang berubah dari puluhan juta menjadi ratusan juta. Situasi sekarang dampak perubahan iklim itu memaksa ratusan juta orang mengungsi menjadi pengungsi ekologis. Lantas pemanasan global itu menjadi semakin parah, salju mencair, misalnya gletser di puncak Jaya Wijaya akan hilang tahun 2025,” ungkapnya.

Ia menjelaskan terkait dampak perubahan iklim didasari oleh sumbangan emisi yang dihasilkan oleh gas rumah kaca.

“Satuan atau hitungan untuk melihat dampak perubahan iklim diukur dari kontribusi pelepasan emisi atau pembakaran yang menghasilkan berbagai macam jenis gas rumah kaca. Ada carbon dioxide, nitrogen oksida, metana, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa proses terjadinya perubahan iklim dimulai dari berbagai aktivitas manusia dan kegiatan industri yang melepaskan berbagai jenis gas berbahaya.

“Alurnya begini teman-teman. Aktivitas manusia, industri, deforestasi, transportasi itu melepaskan emisi yang gasnya macam-macam. Terus terjadi efek gas rumah kaca atau greenhouse dioxide. Kemudian ada global warming semakin panas lalu ada kenaikan suhu. Kenaikan suhu terus menerus akan menyebabkan cuaca ekstrem, maka muncul yang disebut perubahan iklim,” jelasnya.

Ia berpesan kepada mahasiswa bahwa setiap hari merupakan sebuah kehidupan yang harus diisi dengan perlawanan, sehingga mampu melakukan suatu perubahan.

“Kawan-kawan, selalu bilang setiap hari adalah hari bumi, setiap hari adalah kehidupan, dan setiap hari adalah hari untuk melakukan perlawanan. Jadi, kawan-kawan yang memiliki privilege kemahasiswaan, maka pakai semua sarana itu untuk melakukan sesuatu,” pungkasnya.

Reporter: Alma Dliya Jauza

Anicka Muzaeni Bagikan Tips Raih Wisudawan Terbaik dan Skripsi Terbaik FISIP
Tekun Berlatih Siang dan Malam Hantarkan Ganda Putra Fuhum Juara Tenis Meja
UIN Walisongo Siapkan Diri Sambut Mahasiswa 2019
Hanya 2 Bulan, Mahasiswi UIN Walisongo Lulus Taklukkan SINTA 3
Hari Pertama Kuliah, Lahan Parkir Masih Kurang
TAGGED:Abdul Ghofardema-uIndonesiaperubahan iklimuin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Gus Muh, Sastra dan Jurnalisme, SKM Amanat
Jejak Amanat

Gus Muh; Sastra dan Jurnalisme, Satu Kesatuan yang Saling Mengikat

Redaksi SKM Amanat
21 September 2023
Ketua Harian SPS Pusat: Pers Nasional akan Selalu Mendapat Tempat di Publik
Lapangan Kampus 3 Berlumpur, Lokasi Parkir Dialihkan
7 Alasan Kenapa Harus Gabung SKM Amanat
Saut Situmorang Paparkan Pentingnya Strategical Thinking
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Abdul Ghofar; Pelepasan Emisi sebagai Tolok Ukur Dampak Perubahan Iklim
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Abdul Ghofar; Pelepasan Emisi sebagai Tolok Ukur Dampak Perubahan Iklim
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?