Pengaruh Kultur Feodalisme bagi Suatu Negara  

1 Min Read
Andi Sinulingga sedang memaparkan materi dalam acara Talkshow Kebangsaan di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Jumat (16/06/2023). (Amanat/Anggy).
Kultur Feodalisme, Andi Sinulingga, UIN Walisongo
Andi Sinulingga sedang memaparkan materi dalam acara Talkshow Kebangsaan di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Jumat (16/06/2023). (Amanat/Fahita).

amanat.id- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan Talkshow Kebangsaan di Gedung Prof. TGK. Ismail Yaqub Kampus 3, Jumat (16/06/2023).

Acara yang bertemakan “Peran Pemuda dalam Kontekstualisasi Perubahan, Mewujudkan Cita-Cita Bangsa” tersebut menghadirkan Penggagas Kolaborasi Jakarta, Andi Sinulingga sebagai salah satu pemateri.

Andi mengatakan bahwa salah satu faktor permasalahan Indonesia saat ini adalah kultur feodalisme.

“Kultur feodal masih menjadi problem di Indonesia,” ucapnya.

Kultur feodalisme, lanjut Andi, dibagi menjadi dua macam.

“Kultur feodal pertama adalah para aristokrat. Kedua, adalah yang didominasi kelompok-kelompok agama. Kultur ini sudah memasuki kampus-kampus,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa kultur tersebut dapat menyebabkan adanya equality.

“Jika saya dibiasakan untuk memanggil dosen dan mahasiswa dengan sebutan ‘tuan’ maka timbullah equality atau kesetaraan,” ujarnya.

Menurutnya, negara Indonesia juga dibangun atas kesetaraan sebagaimana tercantum pada sila kelima.

“Negara ini pun dibangun atas kesetaraan yang tercantum pada sila kelima Pancasila dan adanya kebenaran bukan pada siapa ia berbicara, tetapi pada substansi argumennya,” pungkasnya.

Reporter: Anggy Anggraini

Editor: Fathur

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.