By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Terapkan 4 Konsep Ikigai Agar Hidup Lebih Bernilai
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Diagram konsep ikigai
Diagram Konsep Ikigai. (Sumber: Pixabay)
ArtikelLifestyle

Terapkan 4 Konsep Ikigai Agar Hidup Lebih Bernilai

Last updated: 19 Agustus 2022 6:33 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 19 Agustus 2022
Share
SHARE
Diagram konsep ikigai
Diagram Konsep Ikigai. (Sumber: Pixabay)

Ketika terbangun di pagi hari, pernahkah terlintas di benak terkait pertanyaan, “Hari ini aku mau ngapain, ya?” atau “Di usia yang sekarang, aku harus ngapain, sih?”.

Pertanyaan di atas merupakan pertanyaan sederhana dalam memahami makna tujuan hidup di dunia. Orang yang mempunyai tujuan hidup cenderung semangat dan penuh motivasi dalam menjalani hari-harinya karena ada tujuan yang harus digapai.

Inilah yang dimaksud dengan Ikigai; cara seseorang memahami tujuan hidup agar lebih bermakna. Ikigai merupakan prinsip hidup masyarakat Jepang. Menurut Akihiro Hasegawa, psikolog klinis dan profesor di Universitas Toyo Eiwa, kata ikigai muncul di periode Heian (794-1185). Kata “gai” berasal dari kata kai yang artinya bernilai.

Hasegawa menemukan bahwa orang Jepang percaya apabila mengumpulkan kebahagiaan-kebahagiaan kecil dalam kehidupan sehari-hari akan membuat hidup terasa lebih bernilai. Pada tahun 2001, kata ikigai resmi dimasukkan sebagai bagian dari bahasa sehari-hari di Jepang.

Ketika menerapkan ikigai, maka kita akan terhindar dari rasa malas. Diri kita akan menjadi semangat menjalani hari.

4 Konsep Ikigai

Pada dasarnya, Ikigai terdiri dari empat komponen:

1. Kegemaran

Hal ini berkaitan dengan kegemaran. Kegemaran adalah hal yang terus membuatmu semangat, tidak pernah lelah, dan sukarela melakukannya. Misalnya, seseorang yang menyukai bermain basket. Artinya, olahraga adalah passion-nya.

2. Kemampuan

Hal ini berkaitan dengan profesi. Profesi bisa berkaitan dengan latar belakang pendidikan atau spesialisasi keahlian. Profesi diartikan sebagai pekerjaan yang membutuhkan keahlian.

Misalnya, seseorang yang menguasai software, networking, dan PC troubleshooting. Hal ini bisa mengantarkannya mendapatkan profesi di bidang IT support.

3. Kebutuhan

Hal ini berhubungan dengan cara agar dapat mendatangkan keuntungan. Boleh jadi, ada banyak hal yang disukai, mulai dari menulis cerita, bernyanyi, bermain musik, dan sebagainya. Namun, manakah di antara itu semua yang lebih menonjol dan akan menghasilkan nilai jual?

4. Relevansi

Cobalah untuk melihat di sekitar! Apa yang kurang dan apa yang harus diperbaiki? Jika sudah mengamati masalah yang ada di sekitar, kita bisa menemukan hal yang dibutuhkan dunia dari kita. Dengan ini, kita bisa mulai menjalankan misi untuk membantu sekitar.

Misalnya, ketika di lingkungan tempat tinggal masih minim edukasi bagi anak-anak panti asuhan. Kita bisa mulai membantu mengajar dan mengedukasi anak-anak panti asuhan tersebut.

Penulis: Revina Annisa Fitri

Ke Mekkah Modal Nekat, Spiritualitas atau Konten Semata?
Manfaat Kerja Part Time Bagi Mahasiswa
Petaka Kucuran Sumber Daya Alam
Asmara yang Merenggut Kebebasan Wanita
Baikkah Spotlight Effect Melekat pada Diri Kita?
TAGGED:IkigailifestylePrinsip hidup
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
FISIP UIN Walisongo, Prodi Baru FISIP, Pembukaan Prodi Baru, Prodi UIN Walisongo, UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

KALAM FISIP UIN Walisongo Adakan Beasiswa Perdana, Ayo Segera Daftar!

Redaksi SKM Amanat
10 Januari 2026
Kamu Susah Tidur? Coba 5 Tips Ini Agar Cepat Tidur!
Ngaji Filsafat: Memaknai Cinta Melalui Filsafat
Wakil Rektor I UIN Walisongo Tanggapi Desakan Mahasiswa Seragamkan Sistem Kuliah Daring
Kemenag Batalkan Pemangkasan UKT Mahasiswa
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Terapkan 4 Konsep Ikigai Agar Hidup Lebih Bernilai
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Terapkan 4 Konsep Ikigai Agar Hidup Lebih Bernilai
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?