By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Fasilitas Penyandang Disabilitas di UIN Walisongo Belum Merata
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN Walisongo

Fasilitas Penyandang Disabilitas di UIN Walisongo Belum Merata

Last updated: 27 November 2022 11:01 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 26 November 2022
Share
SHARE
fasilitas disabilitas uin walisongo
Salah satu mahasiswa saat menaiki tangga FEBI UIN Walisongo, Jumat (25/11/2022). (Amanat/Chelsia)

Amanat.id– Berbagai bahu jalan area kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang tidak sejajar, seringkali membuat Fitriyani Sukmawati merasa kesulitan. Raut wajah bingung dan sedikit takut, beberapa kali ia tampakkan saat hendak menyeberang di area kampus, Jumat (25/11/2022).

Penyandang disabilitas tuna netra tersebut mengaku sering mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan belajar di UIN Walisongo.

“Mungkin jika ada satpam cukup terbantu. Apalagi saat saya sedang sendiri, sangat sulit untuk menyeberang dan kalau minta tolong orang lain saya sedikit kesusahan,” ucap Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam tersebut.

Perjalanannya dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) menuju gerbang UIN Walisongo, dinilainya cukup sulit dituju bagi penyandang disabilitas.

“UIN Walisongo akan menjadi lingkungan yang lebih ramah untuk penyandang disabilitas jika menyediakan fasilitas pusat pelayanan disabilitas,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Fitri juga merasa keberatan ketika mengerjakan soal Ujian Tengah dan Akhir Semester yang terdapat gambar di dalamnya.

“Terkadang sulit untuk mengerjakan soal yang bergambar atau berbahasa arab. Saya berharap terdapat relawan yang dapat membantu penyandang disabilitas agar lebih mudah dalam mengerjakan soal. Jadi tidak harus bertanya dan merepotkan teman lainnya,” katanya.

Penyempurnaan Fasilitas Disabilitas

Belum meratanya fasilitas disabilitas di beberapa gedung perkuliahan, menjadi hambatan bagi penyandang disabilitas di UIN Walisongo.

Menanggapi hal tersebut, Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Muhammad Munif turut berkomentar.

“Memang benar, jika fasilitas di kampus untuk difabel belum merata, tetapi secara garis besar gedung ISdB sudah memfasilitasi seperti adanya jalur masuk kursi roda, trotoar khusus difabel, dan juga toilet khusus difabel. Memang belum ada fasilitas yang lengkap di gedung lama, seperti toilet difabel, tidak semua fakultas menyediakan kursi roda, tongkat, dan Quran braille. Namun, di gedung lama sudah terdapat jalan yang dirancang untuk mahasiswa yang menggunakan kursi roda,” jelasnya, Selasa (22/11/2002).

Munif menambahkan untuk penyempurnaan fasilitas disabilitas membutuhkan tahapan dan perencanaan secara bertahap, terlebih dirasa sedikitnya penyandang disabilitas di UIN Walisongo.

“Kita lihat sesuai kebutuhan, dari sekian banyak mahasiswa UIN, penyandang disabilitas kecil sekali. Karena itu, fasilitas tidak dirancang sejak awal. kedepannya mungkin bisa dijadwalkan untuk penyandang disabilitas agar ditempatkan di lantai bawah dan pihak terkait juga dapat melapor pada bagian akademik agar meminta untuk ditempatkan di kelas bawah,” ucapnya.

Penyandang disabilitas tuna daksa, Dina Aini Qolbi mengatakan pada awalnya memang merasa kesulitan, namun seiringnya waktu dapat beradaptasi.

“Kelas di lantai atas menjadi kendala saya saat di awal, namun setelah saya berbicara dengan komting, dan ditindak lanjuti saya mendapatkan kelas di bawah. Dosen pun mengerti dan berupaya agar saya dapat mengikuti pelajaran dengan baik,” ungkap prodi Pendidikan Bahasa Inggris tersebut.

Dina pun tidak terlalu menuntut selama masih terkoodinir dengan baik. Ia juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh dekan yang memotong tiang parkir motor agar ia bisa lewat dengan mudah.

Reporter: Chelsia Anggun Afitri
Editor: Khasan Sumarhadi

American Corner Hadirkan Duta Besar USA dalam Acara Public Lecture
Demo Pembatalan Wajib Ma’had, Mahasiswa UIN Walisongo Lempar Nasi Basi di Rektorat
Sengketa Pemilwa UIN Walisongo; KPM Melanggar Kode Etik
Maba Lakukan Aksi Bentang Spanduk, WR 1 UIN Walisongo: Tolong Jaga Adab!
UIN Walisongo Raih Penghargaan MURI Konferensi Virtual Internasional Lintas Negara Terbanyak
TAGGED:disabilitasdisabilitas uin walisongopenyandang disabilitaspenyandang disabilitas uin walisongouin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Ajeng Pangesti, UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

Ajeng Pangesti: Pekerja Rumah Tangga sebagai Penunjang Pekerjaan Lain

Redaksi SKM Amanat
30 Mei 2023
LP2M Tetapkan Dua Kabupaten untuk Lokasi KKN Reguler ke-73 UIN Walisongo
Niswa Azizah Tekankan Pentingnya Growth Mindset bagi Remaja di Acara Psychoreflection 2025
Kuliah 8 Semester Lebih, Mukhlis Berhasil Sandang Predikat Wisudawan Terbaik FPK
Buru Pembuat Pamflet Partai Komunis Mahasiswa, UIN Walisongo Bentuk TPF
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Fasilitas Penyandang Disabilitas di UIN Walisongo Belum Merata
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Fasilitas Penyandang Disabilitas di UIN Walisongo Belum Merata
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?