By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Yang Terjadi Saat Anak dan Orangtua Bergosip
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Sumber: Theconversation.com
Artikel

Yang Terjadi Saat Anak dan Orangtua Bergosip

Last updated: 12 Desember 2021 11:17 pm
Rizki Nur Fadilah
Published: 12 Desember 2021
Share
SHARE
Sumber: Theconversation.com

Bergosip dengan orangtua, terkadang menjadi kegiatan yang dilakukan anak di waktu senggang. Dalam hal ini, anak biasanya mendapat perlakuan tak nyaman dari tetangga atau ada kejadian menarik yang membuat keduanya menggosip.

Dengan menggosip, hubungan antara anak dan orangtua akan menjadi lebih erat. Benarkah demikian?

Menurut riset Prof Grazyna Kochanska dari University of Lowa, pola komunikasi dari kegiatan meggosip akan melahirkan anak-anak yang bahagia. Aktifitas bergosip dengan orang tua ini, dapat memberi efek positif pada hubungan orang tua-anak.

Saat bergosip dengan anak inilah, orang tua secara tidak langsung menciptakan kenyamanan dan menempatkan diri sebagai teman. Dengan menganggap anak sebagai teman, artinya mereka berada dalam posisi yang setara. Sehingga tidak ada lagi hal yang perlu disembunyikan.

Meski demikian, perihal gosip bukanlah melulu berisi hal yang negatif. Gosip bisa berbentuk netral bahkan positif. Penelitian yang dilakukan oleh psikolog di University of California, Megan L. Robbins dan Alexander Karan menemukan bahwa dari 52 menit waktu kita menggosip, hanya 15% bagian dari gosip tersebut yang negatif.

Saat gosip sudah mulai tercipta dalam perbincangan orang tua dan anak, satu persatu cerita menarik mulai muncul. Sehingga akan sulit menyimpan cerita yang spektakuler sendiri. Tak hanya membahas tentang tetangga, gosip selebriti juga menjadi keingintahuan tersendiri untuk dibahas.

Keingintahuan anak dan orangtua akan kehidupan orang lain baik yang dikenal maupun yang tidak adalah produk sampingan otak era prasejarah. Psikolog asal Belgia, Charotte De Backer mengemukan bahwa ketertarikan kita terhadap gosip selebriti bisa jadi berasal dari keingintahuan kita mempelajari strategi dalam hidup.

Dengan bergosip, kita akan banyak belajar dari apa yang ada di gosip dan berusaha menjadi pribadi yang baik agar tidak digosipkan. Terjalinnya hubungan per-gosipan antara orangtua dan anak merupakan sebuah keuntungan dan keistimewaan tersendiri.

Anak akan mendapat pelajaran hidup dari pengalaman orangtua yang sekaligus menjadi pembelajaran anak dalam mengarungi kehidupan.

Jadi, sudahkah kamu menggosip dengan orangtuamu?

Penulis: Rizki Nur Fadilah

5 Manfaat Jadi Mahasiswa Rantau
Benarkah Membaca Buku Itu Jendela Dunia?
Menyoal Media Masa Kini
Bisa Jadi, Orang Emosi-an Bukan Karena Kurang Ngopi, Tapi Kurang Gosip
Terapkan 4 Konsep Ikigai Agar Hidup Lebih Bernilai
TAGGED:artikelghibahibu dan anakmengosip
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
PPB UIN Walisongo, Syarat Volunteer PPB, Pembukaan Volunteer Mahasiswa, Manfaat Volunteer Mahasiswa, UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

PPB UIN Walisongo Buka Kesempatan Volunteer bagi Mahasiswa dan Alumni

Redaksi SKM Amanat
24 Mei 2025
Kuliah Kebutuhan Tersier, Sekda Semarang; Butuh Pendidikan Vokasi Karena Hilirisasi
Program KKN Misi Khusus Papua, WD 3 FDK UIN Walisongo: Semua Biaya Akan Ditanggung
Luluskan 1029 Wisudawan, WR 3 UIN Walisongo: Kontribusi Kalian Ditunggu Masyarakat
9 Kali Pukulan Gong Buka Roadshow Seminar Motivasi Spirit of Indonesia di UIN Walisongo
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Yang Terjadi Saat Anak dan Orangtua Bergosip
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Yang Terjadi Saat Anak dan Orangtua Bergosip
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?