
Amanat.id- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan kegiatan berbagi takjil gratis di depan kampus 3, Senin (2/3/2026).
Kegiatan berbagi takjil gratis tersebut melibatkan partisipasi kurang lebih 15 UKM/UKK UIN Walisongo.
Ketua Umum UKM Koperasi Mahasiswa (Kopma), Rafli mengatakan kegiatan tersebut diinisiasi oleh UKK Pramuka dan dilaksanakan secara kolaboratif bersama UKM lain.
“Program ini diinisiasi oleh UKK Pramuka yang kemudian berkolaborasi dengan seluruh UKM UIN Walisongo,” ujarnya.
Ia menjelaskan tujuan diadakan kegiatan tersebut sebagai upaya mempererat silaturahmi antar UKM.
“Kami ingin menjalin komunikasi yang lebih erat antar UKM. Apalagi saat ini baru ada pergantian ketua umum, sehingga silaturahmi belum terlalu terjalin,” jelasnya.
Rafli menambahkan selain upaya bentuk berbagi, kegiatan tersebut juga sebagai upaya membangun gerakan bersama.
“Melalui kegiatan ini, selain mendapatkan pahala dari berbagi, kami juga ingin membuat gerakan bersama secara serentak,” tambahnya.
Ia menyebutkan pembagian takjil gratis dilakukan di beberapa tempat sekitar kampus UIN Walisongo.
“Kami menyebar ke beberapa titik, terutama di gerbang kampus 2 dan kampus 3 untuk membagikan takjil,” sebutnya.
Ia mengatakan panitia telah membagikan sekitar 450 porsi yang berasal dari donasi dan kontribusi masing-masing UKM.
“Awalnya kami menargetkan 300 porsi, tetapi ada tambahan dana dari donasi sehingga kami bisa menambah sekitar 150 porsi lagi, jadi totalnya sekitar 450 porsi,” katanya.
Lanjutnya, sasaran utama dalam aksi berbagi ini adalah para pengemudi ojek online, tukang parkir, serta masyarakat umum yang melintas.
“Sasaran utamanya adalah driver ojol dan tukang parkir serta masyarakat umum yang melintas. Kami melihat mereka tetap bekerja dengan semangat di jalan, jadi kami ingin menambah semangat mereka dengan berbagi takjil,” lanjutnya.
Ketua UKM Taekwondo, Ahmad menyampaikan pihaknya turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan berbagi takjil tersebut.
“Kami turut menyumbang dana, awalnya kami punya alokasi untuk bagi takjil sendiri, tapi kemudian dialokasikan untuk kegiatan ini,” katanya.
Dalam pelaksanaanya, ia menuturkan panitia menghadapi tantangan berupa kurangnya koordinasi antar UKM serta kondisi lalu lintas yang cukup padat di depan kampus.
“Tantangan terbesar adalah koordinasi karena banyak UKM dengan latar belakang berbeda sehingga menyatukan komunikasi tidak mudah. Juga kondisi lalu lintas yang padat,” tuturnya.
Meski demikian, ia mengucapkan kegiatan berbagi takjil tersebut berjalan tertib dan lancar.
“Agak kesulitan saat membagikan takjil. Namun, alhamdulillah kegiatan tetap berjalan lancar,” ucapnya.
Ia berharap antar UKM dapat terus bekerja sama dan menjalin hubungan yang baik serta membangun solidaritas yang kuat.
“Harapannya, ke depan UKM-UKM bisa terus bekerja sama dan menjalin hubungan yang baik karena kebutuhan satu periode ke depan cukup banyak. Semoga solidaritas antar UKM semakin kuat,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rafiuddin Izza
Editor: Romaito



