By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Makan Junk Food Sama Dengan Makan Sampah?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Artikel

Makan Junk Food Sama Dengan Makan Sampah?

Last updated: 12 Mei 2020 4:15 am
Yuli Melinia
Published: 12 Mei 2020
Share
SHARE
junk food
Sumber Ilustrasi: Pinterest.com

Makanan cepat saji yang lebih dikenal dengan nama junk food telah berkembang pesat di indonesia, karena sebagian besar orang indonesia menganggap junk food lebih efektif terhadap waktu serta bisa ditemukan dimana-mana, serta memiliki cita rasa yang lezat.

Contents
Sering disebut sebagai makanan sampah?Kalau sudah begini, apakah kamu masih hobi makan junk food?

Selain itu, di zaman millenial ini junk food dianggap sebagai makanan kekinian yang dianggap dapat meningkatkan gengsi, tidak sedikit kita melihat fenomena seseorang lebih memilih makanan dengan kemasan dan tampilan yang menarik demi kebutuhan konten sosial media. Mereka asik berfoto bersama menu junk food yang sedang viral, kaum milenial merasa bangga memamerkan makanannya di sosial media dan berharap mendapatkan like serta komentar yang banyak.

Meskipun sudah sejak lama mengundang kontroversi karena terungkapnya beberapa dampak negatif, namun eksistensi Junk food tidak pudar.

Ada banyak kandungan zat-zat yang berbahaya di dalamnya, salah satunya lilin yang ada pada mie instan. Tak hanya itu nyatanya di dalam junk food terkandung jumlah lemak yang besar, rendah serat, banyak mengandung garam, bahan pengawet dan penyedap yang lebih dikenal dengan sebutan micin.

Fenomena istilah micin juga mendadak kerap digunakan oleh remaja ketika melihat hal-hal yang kurang normal. Maksud dari hal yang kurang normal itu seperti seseorang yang telat untuk berfikir, lama menjawab bila diajak bicara, tak jarang, mereka akan mendapat sebutan “Kebanyakan Micin”. Memang benar, tak bisa dielakkan, junk food memang mengandung banyak zat berbahaya apabila dikonsumsi secara terus menerus.

Sering disebut sebagai makanan sampah?

Menurut dr. Sunali Sharma ahli nutrisi telah membuktikan bahwa mengkonsumsi junk food secara terus menerus akan menyebabkan makanan tersebut tertimbun di dalam tubuh yang dikemudian hari bisa menjadi resiko obesitas, penyakit kardiovaskular dan masalah kesehatan kronis lainnya, lemak yang bertumpuk dalam tubuh bisa menyumbat pembuluh darah arteri dan menyebabkan serangan jantung. Selain itu makan junk food juga memepengaruhi otak dan membuat kecaduan.

Mengkonsumsi junk food tentu saja dapat menurunkan imunitas dan reproduksi remaja yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang terganggu jika remaja terlalu hobby mengkonsumsi junk food.

Sistem imunitas diperlukan tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya yang dapat menimbulkan bahaya dalam lingkungan hidup sekitar kita, maka dari itu junk food sering disebut makanan sampah oleh para peneliti.

Oktober tahun 2019 lalu, ada seorang gadis di inggris yang hampir buta. Setelah di analisis ternyata penyebabnya adalah adanya lemak yang bertumpuk dalam tubuh, tidak adanya nutrisi dan penyumbatan pembuluh darah.

Kalau sudah begini, apakah kamu masih hobi makan junk food?

Ada beberapa cara untuk mencegah konsumsi kita pada junk food, salah satunya adalah pola hidup yang harus diubah, menahan diri atau batasi konsumsi kita pada makanan siap saji.

Selain itu, ada beberapa makanan yang bisa menjadi solusi untuk mengatasi ketika sudah kecanduaan makan junk food. Pertama adalah kismis, makanan ini diyakini bisa mengakhiri hasrat dan rasa lapar Terhadap makanan berkalori tinggi, yang kedua adalah sandwich dari roti gandum, sayuran, dan daging ayam tanpa lemak, dan membiasakan diri mengkonsumsi buah-buahan segar dan kacang-kacangan.

Maka dari itu, apabila anda merasa bahwa selama ini anda adalah penikmat sejati junk food mulailah untuk perlahan-lahan meninggalkan makanan tersebut. Mulailah sayangi diri anda sendiri dengan menjaga kesehatan.

Penulis: Yuli Melinia

Menguak Rahasia CME Saat Gerhana Matahari Total
Virus Corona Menghantui, Kemanusiaan Masyarakat Diuji
Mengatasi Krisis Identitas Diri
Tagar Indonesia Terserah dan Refleksi Kesadaran Diri
Semarak Penyambutan Awal Bulan Ramadhan di Kudus
TAGGED:bahayanya junk foodkesehatanmakan junk foodpola makanskmamanat
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
KKN

WR I Ancam Batalkan Pelaksanaan KKN MIT RDR Angkatan Sebelas

Redaksi SKM Amanat
5 Januari 2021
Malam Ini Pengumpulan Berkas Pendaftaran Calon Kru SKM Amanat akan Ditutup
Sejumlah Mahasiswa FDK Keluhkan Sistem Perkuliahan Online
Tips Agar Mata Tetap Sehat Meski Bekerja di Depan Komputer
Training of Teaching Wujudkan Guru PAI yang Profesional dan Berkarakter
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Makan Junk Food Sama Dengan Makan Sampah?
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Makan Junk Food Sama Dengan Makan Sampah?
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?