
Amanat.id– Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo resmi membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Kamis (19/2/2026).
Rangkaian kegiatan seleksi SPAN-PTKIN antara lain sebagai berikut:
1. Pendaftaran PDSS: 5 Januari – 9 Februari 2026 melalui website span.ptkin.ac.id
2. Pengisian/Verifikasi/Finalisasi PDSS: 5 Januari – 10 Februari 2026
3. Pendaftaran (siswa): 11 Februari – 28 Februari 2026
4. Pengumuman Hasil Seleksi: 7 April 2026
5. Proses Registrasi/Daftar Ulang: Waktu menunggu informasi selanjutnya
Berikut rincian Program Studi (Prodi) UIN Walisongo yang tersedia untuk jalur SPAN-PTKIN beserta kuotanya (2.063):
| Prodi | Akreditasi | Kuota |
| Pendidikan Agama Islam | Unggul | 180 |
| Manajemen Pendidikan Islam | Unggul | 60 |
| Pendidikan Bahasa Arab | Unggul | 60 |
| Pendidikan Bahasa Inggris | Unggul | 80 |
| Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Unggul | 40 |
| Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah | Unggul | 80 |
| Komunikasi dan Penyiaran Islam | Unggul | 125 |
| Manajemen Haji dan Umroh | Baik Sekali | 100 |
| Bimbingan Penyuluhan Islam | Unggul | 90 |
| Manajemen Dakwah | Unggul | 80 |
| Pengembangan Masyarakat Islam | Unggul | 60 |
| Akuntansi Syari’ah | Unggul | 100 |
| Ekonomi Syariah / Ekonomi Islam | A | 100 |
| Perbankan Syariah | Baik Sekali | 60 |
| Hukum Ekonomi Syariah / Muamalah | Unggul | 80 |
| Hukum Keluarga Islam / Ahwal al-Syakhsiyyah | Unggul | 80 |
| Hukum Pidana Islam | Unggul | 70 |
| Ilmu Falak | Unggul | 60 |
| Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir | Unggul | 80 |
| Ilmu Seni dan Arsitektur Islam | Baik | 80 |
| Aqidah dan Filsafat Islam | A | 60 |
| Tasawuf dan Psikoterapi | Unggul | 60 |
| Ilmu Hadist | Baik | 30 |
| Studi Agama-Agama | Unggul | 20 |
| Pendidikan Biologi | Unggul | 70 |
| Pendidikan Fisika | Unggul | 35 |
| Pendidikan Kimia | Unggul | 53 |
| Pendidikan Matematika | Unggul | 70 |
Kepala Bagian Akademik UIN Walisongo, Nur Rohman menjelaskan bahwa rangkaian seleksi SPAN-PTKIN telah dimulai sejak pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
“Pengisian PDSS mulai 5 Januari hingga 9 Februari kemudian pendaftaran siswa mulai 11 Februari kemarin sampai tanggal 28 Februari,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa syarat pendaftaran tahun 2026 masih mengacu pada ketentuan tahun-tahun sebelumnya, yakni pengisian data dan nilai rapor.
“Syarat pendaftaran masih sama seperti tahun sebelumnya, silakan isi data, nilai, dan yang terpenting adalah kesesuaian antara data yang diinput ke dalam sistem dengan bukti fisiknya,” terangnya.
Ia juga menjelaskan sistem seleksi SPAN-PTKIN bagi para pendaftar agar teliti dalam pengisian data.
“Sistem seleksi saat ini sudah terintegrasi untuk memverifikasi kebenaran berkas yang diunggah, sehingga jika ada kebohongan atau ketidaksesuaian pasti sistem akan mendeteksinya,” ungkapnya.
Calon mahasiswa UIN Walisongo, Akmilul Farkhiani Iswandi menjelaskan alasan memilih jalur SPAN-PTKIN karena dinilai linier dari pondok pesantren.
“Alasan saya memilih jalur SPAN-PTKIN karena mudah, soalnya saya kan di pondok,” ujar Akmilul.
Akmilul mengaku sempat menemui kendala teknis saat proses digitalisasi berkas rapor ke dalam sistem.
“Kendala saya sangat susah dalam penginputan nilai rapor. Rapor yang diunggah kan harus PDF, cara mengubah dari camscanner ke PDF nya susah, file yang tersimpan malah acak. Jadi saya mengulang-ulang tapi akhirnya bisa juga,” tuturnya.
Siswi asal MA Futuhiyyah 2 Demak, Intan Rahmawati mengatakan alasannya memilih UIN Walisongo karena faktor akreditasi Unggul serta banyaknya alumni sekolahnya yang melanjutkan studi di Universitas hijau ini.
“Motivasi saya mendaftar di UIN karena banyak sekali kakak kelas saya yang mendaftar di sana, dan fakultas-fakultas di sana banyak yang sudah terakreditasi unggul,” ungkap Intan.
Dalam proses pendaftaran, Intan juga menerapkan strategi khusus dengan membandingkan peluang pada tiap pilihan program studi agar dapat lolos seleksi.
“Strategi saya dengan cara membandingkan pilihan satu dengan pilihan dua melalui peluangnya. Pihak sekolah juga mendorong dan membantu saya untuk menentukan pilihan tersebut,” jelasnya.
Menurutnya, SPAN-PTKIN menjadi alternatif bagi calon mahasiswa karena tidak memerlukan ujian tulis.
“Sangat menguntungkan untuk kami para siswa karena mempermudah dan meringankan beban bagi calon mahasiswa karena tidak perlu mengikuti ujian tertulis,” tutupnya.
Reporter: Dina Uzma Azizah
Editor: Irbah Fatin Nur Aliyyah



