By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Hasil Monev Layanan Kemahasiswaan: Masih Banyak Dokumen yang Kurang
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Monev layanan kemahasiswaan
Monev
AkademikUIN Walisongo

Hasil Monev Layanan Kemahasiswaan: Masih Banyak Dokumen yang Kurang

Last updated: 4 November 2022 11:30 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 4 November 2022
Share
SHARE
Monev layanan kemahasiswaan
Suasana Monev di ruang sidang senat gedung Rektorat lantai 4 Kampus 3 UIN Walisongo, Semarang, Kamis (3/11/2022). (Amanat/Fahita)

Amanat.id—Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Layanan Kemahasiswaan yang dilakukan oleh Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, menemukan beberapa kekurangan kelengkapan dokumen. Kegiatan ekspos digelar di ruang sidang senat gedung Rektorat lantai 4 kampus 3 UIN Walisongo, Semarang, Kamis (3/11/2022).

Contents
Minimnya Pendampingan Kerja Sama di UKMRespon LPM

Wakil Rektor (WR) III Arief Budiman, menyinggung pentingnya monev layanan kemahasiswaan yang ada dalam lingkup UIN Walisongo harus menjadi perencanaan jangka panjang perguruan tinggi sebagai stakeholder utama.

“Persoalan layanan kemahasiswaan bukan masalah sepele. Pihak perguruan tinggi harus memberikan service excellent kepada mahasiswa untuk keberlangsungan pengelolaan perguruan tinggi,” tegasnya.

Dari pemaparan hasil monev, terlihat masih banyak kekurangan dokumen yang menjadi bukti atau data untuk meningkatkan layanan mutu universitas, mulai dari fakultas hingga lembaga lain yang ada di bawah naungan UIN Walisongo.

Hal Ini dibenarkan oleh salah satu tim evaluasi pemberkasan dan kinerja Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum), Sari Dewi Novianti. Ia mengungkapkan bahwa lembar penilaian dari bimbingan akademik yang memiliki tujuh subitem, hanya terpenuhi sebanyak empat subitem dengan persentase sebesar 57%.

“Tiga subitem penilaian yang tidak terpenuhi yakni dokumen pedoman bimbingan akademik, pedoman perwalian, serta pedoman dan kebijakan yang masih berbentuk blue print,” ungkapnya.

Hal serupa juga terjadi di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) melalui penuturan tim Monev fakultas, Marsinah.

“Fakultas Syariah dan Hukum memiliki kelengkapan berkas hampir sepenuhnya, hanya kurang dalam pemberkasan pedoman bimbingan akademik fakultas. FSH masih mengikuti pedoman bimbingan akademik milik universitas,” terangnya.

Minimnya Pendampingan Kerja Sama di UKM

Hampir semua perwakilan tim monev dari setiap lembaga melaporkan hal yang sama terkait minimnya pemberkasan kerja sama antara lembaga universitas dan pihak luar dengan menunjukan MoU atau perjanjian kerja sama.

Presentator hasil monev Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Nazih Sadatul Kahfi, menjelaskan bahwa masih banyak UKM yang tidak memiliki dokumen MoU dengan pihak lain. Hal ini terjadi karena kurangnya pengarahan mengenai pentingnya dokumentasi MoU dalam menjalin kerja sama antar lembaga.

“Sampai saat ini, semua UKM sudah melengkapi berkas-berkas untuk memenuhi subitem penilaian dari monev kali ini. Akan tetapi, tidak memiliki berkas MoU karena belum memahami hal tersebut,” terangnya.

Ketua Walisongo Sport Club (WSC) Ulil Albab, menyayangkan bahwa dalam proses monev masih banyak kekurangan. Dirinya menyoroti tim yang terjun langsung ke lapangan dinilai tidak cukup efektif.

“Proses monev ini sangat jelas terlihat masih banyak sekali kekurangan, terutama ketika tim penyurvei yang terjun ke lapangan sendirian karena banyak yang tidak bertanggung jawab,” ucap Ulil.

Berbeda dengan Ulil, Ketua Walisongo English Club (WEC) Yanwar Peratama mengapresiasi adanya monev baik untuk merevitalisasi dan pembaharuan antar stakeholder dalam lingkup UIN Walisongo.

“Dengan adanya monev, saya berharap mampu menumbuhkan semangat dan harapan baru bagi kampus dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya.

Respon LPM

Dari hasil monev, Kepala Pusat Pendampingan dan Pengembangan Mutu Mahasiswa, Johan Arifin merespon bahwa permasalahan mengenai dokumen pemberkasan yang kurang harus segera dibenahi serta menindaklanjuti masalah pedoman bimbingan akademik.

Pihaknya juga akan mulai membangun lembaga konseling dalam melakukan prosedur untuk menjalin kerja sama dalam bentuk apapun.

“Berdasarkan laporan hasil monitoring dan evaluasi tersebut, kami menyimpulkan bahwa perlu diadakan tindak lanjut mengenai permasalahan yang terjadi di lembaga maupun fakultas yang berada di bawah naungan UIN Walisongo, seperti kerumpangan dokumen dalam pemberkasan,” pungkasnya.

Reporter: Fahita Safira
Editor: Khasan Sumarhadi

LRD UIN Walisongo Gelar Kompetisi Debat Usung Tema ‘Etika dalam Praktik Hukum’
Belum Tampak Pembangunan, Kabag RT Pastikan Proyek Gedung Profesi Terpadu UIN Walisongo Tetap Berlanjut
GEMA Sport Club UIN Walisongo Kembali Adakan Turnamen Futsal Tingkat SMA/SMK Se-Jateng
Manusia Harus Menjunjung Tinggi Keagamaan dalam Berbangsa dan Bernegara
Paper Mob Sisakan Sampah di Lapangan Kampus 3, Begini Tanggapan Panitia PBAK
TAGGED:Lembaga penjamin mutu uin walisongoMonev layanan kemahasiswaanuin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
WEC UIN Walisongo
Varia Kampus

Gandeng Mahesa Institue, WEC UIN Walisongo Gelar Webinar TOEFL

Redaksi SKM Amanat
26 November 2022
Kenalkan Dunia Kerja Corporate, HMJ Ilmu Politik Adakan Seminar Nasional
Menuju UIN Walisongo Unggul, Rektor Lantik 104 Pejabat Struktural
Nizar Ali; Guru Profesional Harus Tetap Belajar dan Berkontribusi dalam Pendidikan
UIN Walisongo Buka Kloter Penerima Beasiswa BAZNAS 2022, Kouta Terbatas!
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Hasil Monev Layanan Kemahasiswaan: Masih Banyak Dokumen yang Kurang
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Hasil Monev Layanan Kemahasiswaan: Masih Banyak Dokumen yang Kurang
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?