Masjid Al-Fithroh Krisis Air Bersih, Mahasiswa UIN Walisongo Keluhkan Fasilitas Dasar Kampus

Mahasiswa mengeluhkan krisis air bersih Masjid Al-Fitroh UIN Walisongo yang berlangsung sejak dua tahun lalu dan tak kunjung ada perbaikan

4 Min Read
Seorang mahasiswi sedang berjalan di depan Masjid Al-Fithroh Kampus 2 UIN Walisongo, Selasa (13/10/2026). (Amanat/Rizqi).
masjid al-fitroh uin walisongo, krisis air bersih uin walisongo, fasilitas dasar uin walisongo, sarpras uin walisongo, uin walisongo
Seorang mahasiswi sedang berjalan di depan Masjid Al-Fithroh Kampus 2 UIN Walisongo, Selasa (13/10/2026). (Amanat/Rizqi).

Amanat.id- Beberapa mahasiswa dan santri Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengeluhkan krisis air bersih yang tak kunjung usai mengharuskan mereka mencari air wudhu ke luar area Masjid Al-Fithroh Kampus 2, Jum’at (16/10/26)

Sebagai pusat kegiatan akademis yang padat, terhambatnya pemenuhan hak pelayanan publik dasar untuk beribadah menjadi cerminan lemahnya tata kelola fasilitas universitas.

Krisis air tersebut dirasakan langsung oleh Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Seni Arsitektur Islam (ISAI) Wildan El-Ahmad yang harus berjalan cukup jauh saat air masjid mati.

“Jika air di masjid mati, saya harus berjalan ke kamar mandi fakultas atau galeri untuk berwudhu. Hal ini cukup merepotkan,” ucap Wildan.

Nasib serupa dirasakan mahasiswa baru Prodi Akidah dan Filsafat Islam (AFI), Afgan Adia Putra menjelaskan krisis air paling sering terjadi pada siang hingga sore hari.

“Paling sering mati airnya ketika siang hingga sore hari. Kalau tempat wudhu atas mati, kita harus cari keran kecil di luar masjid yang tingginya cuma sejengkal tangan. Itu pun kadang ikut mati,” tuturnya.

Ia berinisiatif ketika keran di tempat wudhu atas mati, ia terpaksa mencari alternatif wudu di keran kecil sekitar masjid.

“Kalau tidak nyala, kita harus nyari keran kecil di luar masjid yang tingginya cuma sejengkal tangan, itu pun kadang ikut mati,” ucapnya.

Pengalaman serupa dirasakan oleh mahasiswa Prodi Tasawuf dan Psikoterapi (TP), Uwais Alqorni yang mendapati air Masjid Al-Fithroh yang mati.

“Saat hendak mengambil wudhu untuk shalat Isya, air tiba-tiba mati total tanpa ada sisa. Akhirnya, saya wudhu di keran pinggir jalan di bawah area masjid,” jelas Uwais.

Uwais menyebutkan bahwa keluhan serupa terus diutarakan oleh para mahasiswa dan santri atas kondisi yang terus berulang.

“Kami sangat berharap masalah ini segera diperbaiki agar tidak terjadi lagi, mengingat seluruh pusat kegiatan Ma’had berada di masjid ini,” harap Uwais.

Petugas Kebersihan Masjid Al-Fithroh, Zikri Krisna menjelaskan bahwa mesin pompa gagal menyedot air dari penampungan bawah menuju tangki atas.

“Air masjid tidak mengalir karena pompa gagal menyedot air dari bawah ke penampungan atas, sehingga air tidak sampai ke keran wudhu,” jelas Zikri.

Zikri mengungkapkan bahwa ia telah berulang kali melaporkan masalah tersebut secara berkala melalui grup WhatsApp takmir dan kampus, namun belum ada tindakan dan perbaikan secara permanen hingga kini.

“Saya sudah berulang kali melaporkan masalah ini melalui grup WhatsApp takmir dan kampus, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan permanen,” ungkap Zikri.

Sementara itu, Takmir Masjid Al-Fithroh, Idzhar Maulana menjelaskan bahwa persoalan air tersebut berakar dari masalah teknis yang sudah berlangsung lama. Gangguan bermula dari kerusakan jaringan listrik dua tahun lalu, yang kemudian berlanjut dengan kerusakan mesin pompa air hingga saat ini.

“Masalah air ini berakar dari gangguan teknis yang sudah berlangsung lama, mulai dari kerusakan jaringan listrik dua tahun lalu hingga kerusakan mesin pompa air saat ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, fasilitas keran wudhu dan toilet menjadi area yang paling terdampak krisis air tersebut.

“Keran di bagian samping bawah masjid biasanya sempat menyala, tetapi tidak bertahan lama,” ungkap Idzhar.

Pihaknya mengaku telah melaporkan masalah tersebut ke bagian Sarana dan Prasarana (Sarpras) UIN Walisongo.

“Kami sudah melaporkan masalah ini ke bagian Sarana dan Prasarana UIN Walisongo, dan harapannya laporan bisa diteruskan ke teknisi kampus agar segera ditindaklanjuti,” titahnya.

Reporter: M. Nabil Anjad (Cakruma SKM Amanat 2026)

Editor: Firman Ade Rizqi Prasetyo

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.