
Amanat.id- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Nizar Ali bersama Presiden Jiangsu Normal University, Zhou Ruguang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kolaborasi di Tiongkok, Senin (17/6/2024).
Kolaborasi tersebut dilakukan dalam berbagai bidang akademik, seperti penelitian kolaboratif, pertukaran dosen, beasiswa, dan program short course.
Jiangsu Normal University juga sepakat akan memberikan kuota beasiswa S1, S2, dan S3 bagi dosen, staf, dan alumni UIN Walisongo.
Nizar Ali menjelaskan bahwa kerja sama harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah global.
“Kerja sama internasional merupakan sebuah keharusan saat ini karena masalah-masalah global tidak bisa diselesaikan di satu negara,” jelasnya.
Dirinya juga menerangkan pentingnya kolaborasi akademik antar dua lembaga pendidikan besar.
“Kita harus melakukan berbagai kolaborasi untuk berkontribusi dalam menyelesaikan masalah tersebut lewat dua institusi pendidikan yang besar ini,” katanya.
Melihat Indonesia dengan Cina sebagai negara tetangga, Zhou Roguang mengatakan bahwa kerja sama pendidikan harus diwujudkan.
“Kita harus wujudkan kerja sama ini menjadi riil,” terangnya.
Menanggapi kerja sama tersebut, Wakil Rektor (WR) I, Mukhsin Jamil mengatakan akan mendorong civitas akademika UIN Walisongo untuk melakukan berbagai kegiatan akademik dalam kancah internasional.
“Secara konsisten kami akan mendorong dosen, staf, dan alumni untuk melakukan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di kancah internasional,” terangnya.
Ia menganggap bahwa salah satu negara yang maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi adalah Tiongkok.
“Kami melihat Tiongkok sebagai salah satu negara yang memiliki kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” anggapnya.
Dekan International College, Hou Tiejian menjelaskan beberapa program berbahasa Inggris di Jiangsu Normal University.
“Terdapat 6 program berbahasa Inggris, yaitu ilmu komputer, bisnis internasional, mechanical engineering, electrical engineery, ekonomi, dan pendidikan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan program dalam bahasa Mandarin yang mereka kelola.
“Selain itu tersedia program S1, S2, dan S3 Bahasa Mandarin,” ucapnya.
Reporter: Dwi Khoiriyatun
Editor: Eka R.


