By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Teater Mimbar Angkat Kritik Pemerintah dalam Pentas “Semar Mencari Raga” Karya Ikun Sri Kuncoro
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
teater mimbar, ikun sri kuncoro, naskah semar mencari raga, teater uin walisongo, uin walisongo
Lima aktor sedang berlakon dalam Studi Pentas Teater Mimbar bertajuk “Semar Mencari Raga” di Auditorium I kampus 1 UIN Walisongo, Rabu (3/9/2025). (Amanat/Lutfi).
UIN WalisongoVaria Kampus

Teater Mimbar Angkat Kritik Pemerintah dalam Pentas “Semar Mencari Raga” Karya Ikun Sri Kuncoro

Last updated: 5 September 2025 12:57 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 5 September 2025
Share
SHARE
teater mimbar, ikun sri kuncoro, naskah semar mencari raga, teater uin walisongo, uin walisongo
Lima aktor sedang berlakon dalam Studi Pentas Teater Mimbar bertajuk “Semar Mencari Raga” di Auditorium I kampus 1 UIN Walisongo, Rabu (3/9/2025). (Amanat/Lutfi).

Amanat.id- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM-U) Teater Mimbar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo kembali menggelar Pentas Produksi ke-12 yang bertempat di Auditorium I Kampus 1, Rabu (3/9/2025).

Dalam pentasnya, Teater Mimbar mengangkat judul “Semar Mencari Raga” karya Ikun Sri Kuncoro yang menjadi salah satu pemenang kategori “Naskah Potensial” dalam acara Rawayan Awards Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2022 silam.

Pimpinan Produksi Pentas, Taufik Hidayat menjelaskan alasannya memilih naskah tersebut karena terdapat pesan cerita yang sesuai dengan kondisi negara dari zaman orba hingga sekarang.

“Karena pesan dalam cerita yang sangat relate sama kondisi negara ini, dari zaman orba hingga sekarang pola dari pemerintahan selalu sama ketika yang menyuarakan kebenaran akan selalu hilang, entah hilang orangnya atau hilang suara-suara kebenarannya,” jelasnya.

Taufik mengatakan butuh sekitar empat bulan untuk mempersiapkan pementasan.

“Persiapan kami untuk mengadakan pentas produksi kurang lebih sekitar 4 bulan,” katanya.

Saat semangat dalam tiap anggota berkurang, lanjutnya, menjadi kendala dalam proses latihan pementasan.

“Kendala yang sering terjadi pada proses latihan ini ketika api semangat anggota agak redup, kami semua harus saling menjaga agar tidak padam, karena jika sudah padam nyalainnya susah,” sambungnya.

Salah satu penonton Pentas Produksi, Muhammad Mu’tasim Billah mengatakan alasan menonton pementasan karena dirinya berasal dari daerah yang mengagungkan nilai kebudayaan.

“Berangkat dari daerah saya sendiri yang mengagungkan nilai-nilai kebudayaan. Terutama ketoprak, ludruk, ataupun jika di komunitas kawan-kawan gerakan yang ada di daerah saya juga sering mengadakan pementasan jikalau waktu liburan,” tuturnya.

Usai pementasan, Tasim menangkap beberapa pesan dari pementasan dan mengkomparasikan seorang mahasiswa yang kehilangan jati dirinya saat berproses.

“Terkadang seorang mahasiswa sering kehilangan jati dirinya ketika berproses, mungkin efek dari pergaulan, juga dampak globalisasi,” titahnya.

Selain itu, Tasim juga menjelaskan pesan dari pementasan tersebut berkaitan dengan fenomena politik saat ini.

“Dikorelasikan dengan geopolitik negara hari ini yang terkesan abai, kesenjangan melihat sudut pandang rakyat yang sangat tidak diperlihatkan, serta tokoh Semar yang merupakan seorang teladan. Hari ini kita melihat sosok Semar dari sudut pandang yang mana,” sambungnya.

Sejak dulu, sambungnya, kesenian adalah alat kritik negara dan bentuk ekspresi.

“Kesenian dari dulu menjadi alat bagaimana kita mengkritik negara, melihat situasi yang ada di negara, dan sebagai bentuk ekspresi,” ujarnya.

Ia mengaku menyukai jargon yang dikemukakan oleh Lurah Teater Mimbar saat sambutan.

“Saya suka kata-kata Mas Ucok waktu sambutan, hidup kesenian yang melawan,” akunya.

Dirinya juga memberikan pesan kepada anggota Teater Mimbar agar tetap menjaga soliditas.

“Pesan dan tantangan kedepannya terkait kelembagaan di lingkup teater juga panjang, mohon jaga soliditas tetap berkreasi tetap berimprovisasi di era sekarang,” sambungnya.

Pengunjung lain, Lula mengatakan alasan menonton pentas karena bentuk dukungan dan tradisi sesama anak teater.

“Karena sama-sama anak teater, saling support. Jika ada pentas udah jadi tradisi,” katanya.

Selain itu, sambung Lula, tajuk pementasan yang mengangkat pewayangan membuatnya penasaran untuk ikut menonton.

“Judulnya menarik dan mengangkat pewayangan. sebelumnya belum pernah nonton soal wayang jadi ingin cari tahu,” terangnya.

Dirinya memberikan apresiasi kepada Teater Mimbar atas pementasannya.

“Terima kasih telah menyuguhkan penampilan yang sangat memanjakan mata kita, dimulai dari lighting, sound, aktor, akting, propertinya,” paparnya.

Anang Maulana juga menonton pementasan sebagai bentuk dukungan untuk teman-teman yang menjadi talent.

“Tertarik karena teman yang tampil, acaranya juga menarik, worth it untuk ditonton,” katanya.

Anang tidak menyangka jika kualitas suara dalang sangat bagus, hal itu menjadi nilai positif pementasan kali ini.

“Jujur agak kaget dan tidak nyangka kalo ternyata dalangnya bagus suaranya hal itu jadi nilai positif dari pementasan malam ini. Menurut saya pementasan yang ditampilkan ngga setengah-setengah,” ucapnya.

Ia berpesan untuk Teater Mimbar agar mengadakan pementasan setahun sekali dan bisa berkolaborasi dengan komunitas teater lain.

“Perbanyak lagi acara seperti ini, mungkin setahun sekali harus ada. Kalo bisa kolaborasi sama teater lain,” tutupnya.

Reporter : Lutfi Ardiansyah
Editor: Azkiya Salsa Afiana

Electro Tabib Berikan Tips Memperoleh Skor 500 dalam Ujian TOEFL
Ucapan Maaf Muhibbin untuk Maba pada Upacara Penutupan PBAK 2017
Eksistensi Laki-laki dalam Lingkup Kesetaraan Gender
Dilaksanakan Offline, UIN Walisongo Resmi Lepas 544 Wisudawan
Wisudawan Terbaik FUHUM, Kaitkan Isu Toleransi dengan Peristiwa di Al-Zaytun
TAGGED:ikun sri kuncoronaskah semar mencari ragateater mimbarteater uin walisongouin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Wisudawan Terbaik, Imam Adlan, Wisuda UIN Walisongo, Fakultas Kedokteran, UIN Walisongo
SosokUIN WalisongoVaria KampusWisuda

Walau Gagal Masuk FK, Imam Adlan Tetap Bisa Sabet Wisudawan Terbaik FDK

Redaksi SKM Amanat
8 Juni 2024
10.000 Kartu Parkir Habis, Kasubbag RT: Kok Bisa?
CINTA PERTAMA
Gilang Dhielafararez; Menyamakan Ideologi Politik guna Mencapai Tujuan Bersama
Gebyar Festival Islami, Perayaan 30 Tahun JQH dengan Membumikan Kajian Islam
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Teater Mimbar Angkat Kritik Pemerintah dalam Pentas “Semar Mencari Raga” Karya Ikun Sri Kuncoro
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Teater Mimbar Angkat Kritik Pemerintah dalam Pentas “Semar Mencari Raga” Karya Ikun Sri Kuncoro
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?