By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Studi Pentas “Retno Manggali” Teater Mimbar Angkat Isu Pergeseran Nilai dan Dualisme
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Retno Manggali, Teater Mimbar, Studi pentas teater Mimbar, Pergeseran Nilai dan Dualisme, UIN Walisongo
Tiga aktor sedang beradu akting dalam Studi Pentas Teater Mimbar berjudul “Retno Manggali” di Auditorium I kampus 1 UIN Walisongo, Selasa (26/11/2024). (Amanat/Azkiya).
UIN WalisongoVaria Kampus

Studi Pentas “Retno Manggali” Teater Mimbar Angkat Isu Pergeseran Nilai dan Dualisme

Last updated: 27 November 2024 11:38 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 27 November 2024
Share
SHARE
Retno Manggali, Teater Mimbar, Studi pentas teater Mimbar, Pergeseran Nilai dan Dualisme, UIN Walisongo
Tiga aktor sedang beradu akting dalam Studi Pentas Teater Mimbar berjudul “Retno Manggali” di Auditorium I kampus 1 UIN Walisongo, Selasa (26/11/2024). (Amanat/Azkiya).

Amanat.id– Kembali mengadakan Studi Pentas, kali ini Teater Mimbar mengusung cerita berjudul “Retno Manggali” yang bertempat di Auditorium I Kampus 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Selasa (26/11/2024).

Sutradara Studi Pentas Teater Mimbar, Muhammad Amru Abid mengatakan bahwa Studi Pentas kali ini bercerita tentang perlawanan dari seorang yang tertindas.

“Retno Manggali, karya Hanindawan menggambarkan seseorang yang tertindas dan ingin melawan,” katanya.

Lanjutnya, jika harga diri seseorang diganggu oleh orang lain, maka harus dipertahankan hingga mati.

“Salah satu bentuk perlawanan orang Jawa, ketika harga diri, martabat, dan wilayahnya disentuh orang, maka ia akan mempertahankan hal tersebut sampai mati,” ucapnya.

Ia juga menceritakan bahwa peran ibu dalam cerita tersebut selain menjadi tempat melahirkan seseorang, juga dimaknai sebagai rumah.

“Adapun yang dimunculkan dalam pentas ini adalah sosok ibu. Walaupun sudah meninggal, sosok ibu selain menjadi asal dan usul seseorang, juga diartikan sebagai rumah, wilayah, dan tanah,” ungkapnya.

Amru juga menjelaskan bahwa isu seperti pergeseran nilai turut disampaikan melalui karakter tokoh penjaga kuburan yang memiliki emosi tinggi.

“Isu-isu pergeseran nilai pada pementasan ditunjukkan oleh tokoh penjaga kuburan yang mudah marah, menggambarkan karakter masyarakat yang mempunyai emosi tinggi,” tuturnya.

Selain itu, sambung Amru, adegan menerima uang adalah bentuk pergeseran sosial yang dianggapnya sebagai bentuk pelecehan.

“Pergeseran nilai sosial kemasyarakatan itu layaknya pelecehan. Ketika kita diberi uang lalu menerima begitu saja tentu hal itu dapat menyebabkan idealisme menghilang,” ujarnya.

Pimpinan Produksi, Ucok mengatakan bahwa tokoh Calon Arang dalam naskah Hanindawan memberinya inspirasi hingga terciptanya naskah yang sama dengan sudut pandang Retno Manggali.

“Terinspirasi dari kebudayaan Calon Arang terus dibuat naskah Hanindawan versi Retno Manggali,” katanya.

Sambung Ucok, meskipun layaknya penyihir jahat, Calon Arang tetaplah sosok ibu yang menginginkan anaknya menikah.

“Calon arang dianggap jahat seperti penyihir, walaupun begitu ia ingin sekali anaknya menikah, meskipun yang dicintai anaknya adalah musuh Calon Arang,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam pementasan “Retno Manggali” juga disajikan alur yang membahas dualisme yang sering terjadi di lingkungan sosial.

“Dari cara bertutur kata antar tokoh menunjukkan adanya dualisme perbedaan derajat sosial yang tinggi dan rendah, antara petinggi dan pesuruh, baik dan buruk, miskin dan kaya, ” ujarnya.

Tak hanya itu, naskah “Retno Manggali” juga mengangkat isu politik, seperti sengketa tanah kuburan di Solo, 2012 silam.

“Ada juga ditampilkan isu politik tahun 2012 di Solo kala itu, tentang penggusuran tanah kuburan untuk dibangun gedung-gedung infrastruktur,” jelasnya.

Ucok menyebutkan bahwa pesan yang ingin disampaikan pada isu-isu tersebut dibawakan dalam bentuk semiotik dan sarkas.

“Pesan-pesan yang disampaikan tidak bersifat gamblang melainkan bersifat semiotika ataupun sarkasme,” tuturnya.

Oleh karena itu, sambungnya, diperlukan pencernaan dan pengolahan pikiran bagi penonton untuk memahami pesan yang disampaikan.

“Perlu pencernaan dan pengolahan pikiran untuk memahami pentas ini,” akhirnya.

Reporter: Dwi Khoiriyatun
Editor: Eka R.

UIN Walisongo Buka Pengajuan Keringanan UKT Semester Gasal 2021/2022
PMB UIN Walisongo Perpanjang Jalur Rapor dan Nilai hingga 30 Juli
Targetkan Lulus Tepat Waktu, Mahasiswa Wajib Ikut Pretest TOEFL-IMKA
Bersama HMJ Gizi Unnes, HMJ Gizi UIN Gelar Studi Banding
5 Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Ikuti KKN Mandiri Kolaboratif UIN Walisongo
TAGGED:pergeseran nilai dan dualismeretno manggalistudi pentas teater mimbarteater mimbaruin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News

Terapkan JKN, Dana Rp. 30 Ribu untuk Poliklinik Akan Dirembuk Kembali

Syafiun Najib
4 Januari 2018
Catat Tanggalnya, UIN Walisongo Buka Pengajuan Keringanan UKT Semester Genap 2021/2022
Manfaat Kerja Part Time Bagi Mahasiswa
Peduli Penyandang Tuli, KPSR FPK UIN Walisongo Adakan Seminar Bahasa Isyarat
Berkelana
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Studi Pentas “Retno Manggali” Teater Mimbar Angkat Isu Pergeseran Nilai dan Dualisme
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Studi Pentas “Retno Manggali” Teater Mimbar Angkat Isu Pergeseran Nilai dan Dualisme
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?