
Amanat.id- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-20 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo berkolaborasi dengan Universitas Ngudi Waluyo dalam memeriahkan upacara bendera memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-80 melalui pertunjukan tari kreasi di Lapangan Desa Rejosari, Kabupaten Semarang, Minggu (23/8/2025).
Upacara tersebut dihadiri seluruh warga Desa Rejosari serta melibatkan mahasiswa KKN UIN Walisongo dan Universitas Ngudi Waluyo untuk menjadi petugas pengibar pendera, paduan suara, pembaca UUD, dan penampilan tari kreasi.
Koordinator Tari Kreasi, Anggi Margaretha mengatakan alasan dipilihnya tari kreasi karena dianggap mampu membangkitkan semangat nasionalisme.
“Selain menambah kesan manis dalam mengiringi lagu Indonesia pusaka, tari kreasi ini dipilih karena mampu membangkitkan semangat nasionalisme sekaligus bentuk penghormatan jasa para pahlawan,” ucap mahasiswa KKN Universitas Ngudi Waluyo tersebut.
Anggi melanjutkan, gerakan tarian tersebut memadukan dua budaya yang dikemas dalam gerakan yang menarik, serta pemaknaan elemen yang terdapat pada maskot garuda yang dikenakan oleh salah satu penari.
“Gerakan tari kreasi ini terinspirasi dari perpaduan gerak tradisional Jawa dengan sentuhan kreasi modern untuk memudahkan penari. Selain itu, ornamen garuda dan bendera merah putih turut dimunculkan sebagai lambang kekuatan, keberanian, dan persatuan bangsa,” jelasnya.
Selain itu, koreografi dan gerakan yang dipilih pada tarian tergolong mudah diikuti mengingat sedikitnya waktu latihan.
“Waktu yang singkat menjadi salah satu faktor pemilihan gerak tari agar mudah diikuti tim penari, ornamen garuda dan bendera merah putih juga dimunculkan sebagai lambang kekuatan, keberanian, dan persatuan bangsa,” tuturnya.
Salah satu penari tari kreasi, Wulan Kirana merasa bangga bisa membawakan tarian tersebut, mengingat biasanya upacara terkesan serius dan khidmat.
“Bangga dapat berkontribusi dalam merayakan hari Kemerdekaan Bangsa, menjadi penari utama dan menampilkan tari bernuansa Jawa modern membuat saya menyelam kembali kebudayaan Indonesia yang indah dan beragam,” tutur mahasiswa KKN UIN Walisongo.
Reporter: Riska Ayu Maharani


