Nano-Nano Hidup
Waktu tidak seramah pikirku Sepi tetap punya celah menyelinap
Jenggala Debu
Kicauan merpati bertebaran liar Gemuruh kawanan kuda berpacu Gemerlap kunang bak bintang…
Akhir Tak Bahagia
Tapi, kau curang Diam-diam menyeringai Seraya berucap; kita telah usai
Jalan Pulang
Sore itu di jalan berlatar petang Mama menuntunku pulang
Pada Sore yang Mulai Susut
Ketika matamu lahirkan hujan. Bangkitlah dari tempatmu tidurmu. Setidaknya coba kau berjalan…
Pukul Setengah Sembilan
Pukul setengah sembilan Mewakili angin, batinku luluh Segala hitam dan kengerian, terbang…
Sendu di Akhir Sore
Masih sore yang sama, Fi Ketika kursi kayu mengeluh, tak kuasa menahan…
