Jalan Pulang

1 Min Read
Ilustrasi di jalan pulang bersama Mama. (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi jalan pulang
Ilustrasi di jalan pulang bersama Mama. (Sumber: Pixabay)

Aku biarkan ingatan itu berkelana
Pada cerminan silam yang pernah kuusir,
Ia kembali menabur getir
Lalu berjalan membawa bingkis kecewa
Sekantung mimpi itu hanya ilusi
Singgasana hanyalah singgasana biasa

Kupikir, sendiri adalah kunci
Tapi rengkuhnya terlalu hangat
Peluknya menenangkan saat diolok-olok nestapa
Bak tertampar kenyataan bukan?
Rekah senyumnya ketika mulutku berhasil mengucap ‘mama’
Jelas jawabnya setiap kali kubertanya

Sore itu di jalan berlatar petang
Mama menuntunku pulang

Semarang, Mei 2022
Penulis: Umi Salamah (Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki)

Share This Article