By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Segenggam Rezeki dalam Secangkir Kopi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Secangkir Kopi, Kedai Kopi Literasi, Kedai Kopi Mahasiswa, Philocoffe Street, UIN Walisongo
Beberapa orang sedang berbincang hangat di depan ruko Kampus 2 UIN Walisongo, Kamis (15/5/2025). (Amanat/Alfarizy).
FeaturesSosok

Segenggam Rezeki dalam Secangkir Kopi

Last updated: 23 Mei 2025 2:06 am
Moehammad Alfarizy
Published: 22 Mei 2025
Share
SHARE
Secangkir Kopi, Kedai Kopi Literasi, Kedai Kopi Mahasiswa, Philocoffe Street, UIN Walisongo
Beberapa orang sedang berbincang hangat di depan ruko Kampus 2 UIN Walisongo, Kamis (15/5/2025). (Amanat/Alfarizy).

Amanat.id– Aroma harum asap kopi mengepul memenuhi langit-langit malam, ditemani hiruk-pikuk ramainya jalanan depan ruko Kampus 2 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, seorang pria dengan pakaian yang sedikit nyentrik terlihat sedang menyiapkan secangkir kopi, Rabu (14/5/2025).

Tangannya sibuk memilah biji kopi dari kemasan sembari menunggu air mendidih. Ia memutuskan untuk menggiling biji kopi hingga halus dan tidak lupa juga menceritakan kepada pembeli beberapa hal yang menarik tentang proses penyeduhan kopi secara manual.

Meskipun tak seramai biasanya, mahasiswa Program Studi (Prodi) Aqidah dan Filsafat Islam, Muhammad Isma Hidayat yang akrab disapa Isma itu tetap membuka kedai kopi kecilnya.

Sebelum menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), Isma menuturkan ingin memiliki kedai kopi sendiri dengan harga terjangkau untuk biaya kuliah. Akhirnya ia dapat memiliki kedai kopi impiannya tersebut yang diberi nama Philocoffe Street.

Dengan senyuman ramah, obrolan dimulai dengan menceritakan ketertarikannya terhadap kopi. Proses yang panjang, mulai dari penanaman biji hingga bisa dinikmati oleh masyarakat menjadi alasan Isma tertarik dengan kopi.

Tahun 2022, di Senitti Coffe yang berada di Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, ia mulai belajar banyak tentang kopi.

“Awal kenal kopi tahun 2022 di Wonosobo karena kebetulan menempuh pendidikan lanjut di sana,” ujarnya.

Dari pengalamannya, Isma menjelaskan kualitas biji kopi akan ditentukan dari pemberian pupuk, ketinggian, struktur tanah ketika menanam, hingga proses penyeduhan.

“Biji kopi itu jenis dan kualitasnya itu berbeda. Dari ketinggian dan kualitas tanah hingga proses pascapanen seperti roasting. Proses penyeduhannya juga berbeda-beda,” ujarnya.

Selain kesenangannya terhadap kopi, harga yang terhitung cukup mahal untuk kopi di Semarang membuat Isma ingin menjajakan kopi yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

“Pernah beberapa kali beli kopi tapi harganya mahal. Akhirnya muter otak gimana caranya orang-orang itu bisa menikmati kopi juga dengan harga terjangkau,” ucapnya.

Ia juga cukup perihatin kepada para petani kopi yang kesejahteraannya masih kurang.

“Petani kalau kopinya masuk industri itu pasti harganya murah, karena kalau industri itu beli dari buah ceri kopinya langsung. Sementara petani itu hanya mengerti soal menanam dan memanen kopi,” jelasnya.

Sejarah ‘pahit’ tentang kopi

Selain alat-alat kopi, gerobak dagangannya Isma juga dipenuhi dengan buku-buku bacaan yang tak kalah menarik. Salah satunya buku yang berjudul “Sepotong Senja untuk Pacarku” turut menghiasi perpustakaan kecil untuk pembeli yang hanya sekadar singgah.

Isma juga menjelaskan konsep kedai kopinya yang memadukan antara kopi, literasi, dan diskusi. Ia menceritakan bahwa di zaman Dinasti Abbasyiah, kopi sangat identik dengan minuman para sufi. Kopi menjadi identitas para pemikir hebat saat itu karena dalam setiap diskusi ditemani dengan kopi.

Diskusi dan perdebatan yang selalu ditemani dengan kopi, akhirnya menciptakan pergeseran, tidak hanya sebagai minuman, tetapi juga sebagai sebuah makna. Sultan Murad IV melarang peredaran kopi karena dapat memicu pikiran kritis terhadap pemerintah. Bahkan Di tahun 1675, Raja Charles II juga melarang peredaran kopi di Inggris karena dikhawatirkan menjadi pemicu penghasutan.

“Ketika ada yang minum kopi terus mereka baca buku dan kritik negara akhirnya sempat dilarang di Timur Tengah,” katanya.

Salah satu pengunjung, Jangki menganggap dengan hadirnya Philocoffe Street sangat memudahkan bagi mahasiswa yang ingin menikmati kopi atau hanya sekadar bersenda gurau.

Sebagai penikmat kopi, Jangki mengaku mendapatkan perbedaan cita rasa dari kopi dengan proses manual dibandingkan dengan kopi kemasan. Dalam hal after taste, cita rasa V60 jelas jauh berbeda dengan kopi kemasan.

“Jenis kopi dengan metode penyeduhan V60 jelas lebih enak dibandingkan dengan kopi yang di dalam kemasan seperti kapal api,” imbuhnya.

Ia menilai harga kopi di Philocoffe Street juga cukup terjangkau. Selain itu, terdapat beberapa fasilitas yang disediakan untuk pengunjung, seperti buku.

“Harganya cukup terjangkau dan menyediakan fasilitas yang bermanfaat bagi mahasiswa seperti buku untuk dibaca,” katanya.

Jangki berharap kedepannya Philocoffe Street lebih banyak menambah varian menu, seperti makanan, camilan, dan jenis kopi yang lebih beragam.

“Kedepannya mungkin bisa menambah varian kopi atau menambahkan menu makanan ringan,” tutupnya.

Reporter: Moehammad Alfarizy

Alami Broken Home Tak Membuat Reveena Putus Asa dan Raih Predikat Wisudawan Terbaik FPK
Nizar Ali Ingatkan Wisuda sebagai Titik Awal Perjuangan dan Harapan Baru
Lewat Syair Lagu, Sudjiwo Tedjo Soroti Perbedaan Pilihan dalam Pilkada
Puluhan Mahasiswa Jatuh Pingsan dan Sakit Saat Ikuti Pembukaan PBAK 2022
Nur Syamsudin Paparkan Indikator untuk Menciptakan Pemilu yang Damai
TAGGED:kedai kopi literasikedai kopi mahasiswaphilocoffe streetsecangkir kopiuin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Sekda Semarang, Kuliah kebutuhan tersier, Lonjakan UKT, Pendidikan vokasi, Kebijakan pemerintah,
Regional

Kuliah Kebutuhan Tersier, Sekda Semarang; Butuh Pendidikan Vokasi Karena Hilirisasi

Revina Annisa Fitri
25 Mei 2024
Tangisan Pendosa Bertopeng
Harlah ke-41, Alumni SKM Amanat Ingatkan Tetap Jaga Idealisme di Era Digital
UIN Walisongo Umumkan Kesempatan Pengajuan Penghargaan Bagi Mahasiswa Berprestasi
Kita dan Keterasingan Pasca-Pandemi
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Segenggam Rezeki dalam Secangkir Kopi
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Segenggam Rezeki dalam Secangkir Kopi
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?