
Amanat.id– Fatimah Zulfa Tsani berhasil meraih gelar wisudawan Terbaik Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, pada wisuda ke-95 di Auditorium II Kampus 3 setelah lulus melalui Artikel Jurnal Science and Technology Index (SINTA) 2, Sabtu (8/2/2025).
Ia menyelesaikan studi dalam kurun waktu 3,5 tahun dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 dengan artikel berjudul “Psikologi Perempuan: Reinterpretasi dari Al-Qur’an Surat Az-Zukhruf Ayat 18 dengan Pendekatan Neurosains dan Historis”.
Mahasiswa yang akrab disapa Zulfa tersebut mengaku artikel yang menjadi syarat kelulusannya merupakan kelanjutan dari tugas Ujian Akhir Semester (UAS).
“Sebenarnya ujian akhir saya itu berangkat dari tugas UAS dan tidak berekspektasi akan di setujui oleh dosen untuk melanjutkan penelitian hingga menjadi tugas akhir,” ucapnya.
Ia menuturkan alasannya mengambil judul tersebut karena tidak sepakat dengan kajian tafsir Az-Zukhruf ayat 18.
“Karena perasaan kontra saya terhadap suatu kajian tafsir Surat Az-Zukhruf ayat 18 yang terkesan mendiskriminasi perempuan,” tuturnya.
Menurutnya, tafsir tersebut seharusnya bisa diartikan secara meluas dengan melibatkan beberapa pendekatan.
“Saya ingin mencari dan meneliti lebih luas bagaimana penafsiran yang benar dengan menciptakan penafsiran baru yang lebih luas menggunakan pendekatan neurosains dan historis tanpa mengesampingkan prinsip kesetaraan dalam Islam,” paparnya.
Melalui artikel tersebut juga, Zulfa berharap bisa meluruskan dan memberikan pengetahuan tentang kesetaraan perempuan.
“Dengan artikel ini saya berharap bisa memberikan pengertian dan pengetahuan baru mengenai kesetaraan perempuan dilihat dari pandangan Al-Qur’an,”tuturnya.
Sebagai wisudawan terbaik, ia mengungkapkan salah satu tantangan besarnya selama penelitian adalah menentukan judul yang tepat.
“Menentukan judul penelitian adalah part tersulit saat penelitian,” jawabnya.
Meskipun terkesan sulit, Zulfa selalu mengusahakan untuk terus menggali pengetahuan.
“Meskipun sulit saya akan selalu menggali lebih dalam pengetahuan yang menurut saya semu dan menemukan pengertian baru lewat penelitian saya,” tegas Zulfa.
Ia juga menekankan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui kerja keras dan disiplin.
“Jangan pernah menunda-nunda dalam mengerjakan sesuatu, karna kunci kesuksesan ada pada kedisiplinan dan ketekunan,” tutupnya.
Reporter: Makrufiyah
Editor: Moehammad Alfarizy


