
Amanat.id– Walisongo Public Relations Community (WPRC) mengadakan Seminar Suara Sastra dengan tema “Rumah Bukan Sekedar Alamat: Menggali Arti Rumah, bukan Sebagai Bangunan tetapi Sebagai Orang, Kenangan atau Perasaan” di Aula Gedung Q Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Kamis (27/11/2025).
Seminar tersebut menghadirkan Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang (UNNES), M. Himmatul Ikhyar sebagai Pemateri.
Ikhyar menjelaskan sebelum mempelajari perlu melatih berbahasa Indonesia.
“Bahasa adalah alat utama bermimpi, maka kuasai Bahasa secara kritis. Sebelum beranjak ke ranah sastra,” tegasnya.
Ia memaparkan urgensi mempelajari Bahasa Indonesia agar tidak mudah tergiring berita hoax.
“Dengan mempelajari Bahasa Indonesia kita tidak mudah di giring oleh hoax dan opini kosong,karena Bahasa memiliki kemampuan untuk mengelabuhi pembaca,” paparnya.
Menurut Ikhyar karya sastra mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Karya sastra bukan sekedar hiburan semata, tetapi kita bisa mengambil nilai-nilai kemanusiaan dan juga nilai-nilai moral,” ucapnya.
Lanjutnya, karya sastra seperti puisi merupakan hasil dari kepekaan indera manusia.
“Dengan mengasah lima indera manusia, puisi akan menghasilkan penggambaran citra yang lebih indah dan kuat,” saran Ikhyar.
Ia mengatakan kebiasaan membaca perlu untuk memperkaya diksi dalam puisi.
“Untuk memperkaya diksi, untuk memperkaya perbendaharaan kata, kita perlu apa? Baca, perlu baca,” ucap Ikhyar.
Menurutnya ada beberapa faktor penyebab seseorang tidak mau menulis.
“Biasanya persoalannya gini, orang tidak menulis itu karena takut kalau tulisannya jelek, dan juga kalau tulisannya dikritisi,” imbuhnya.
Ikhyar menekankan agar tidak tergubris dengan perkataan buruk orang lain.
“Motivasi dari orang lain itu sekilas saja, kemudian padam. Kalau dari proses keinginan sendiri, proses pencarian sendiri, Ketika sudah mendapatkan akan benar-benar ditekuni,” tutupnya.
Reporter: Fatih Rizqan
Editor: Moehammad Alfarizy



