By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Raih Wisudawan Terbaik FEBI, Qonita Nurun Pegang Prinsip Nilai Mata Kuliah Minimal B
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
wisudawan terbaik febi, qonita nurun nima, febi uin walisongo, wisuda uin walisongo, uin walisongo, wisuda ke-96
Wisudawan terbaik FEBI, Qonita Nurun Nima sedang berpose bersama ijazah kelulusannya, Sabtu (24/5/2025). (Dok. Khusus).
Sosok

Raih Wisudawan Terbaik FEBI, Qonita Nurun Pegang Prinsip Nilai Mata Kuliah Minimal B

Last updated: 25 Mei 2025 10:44 am
Ahmad Kholilurrokhman
Published: 25 Mei 2025
Share
SHARE
wisudawan terbaik febi, qonita nurun nima, febi uin walisongo, wisuda uin walisongo, uin walisongo, wisuda ke-96
Wisudawan terbaik FEBI, Qonita Nurun Nima sedang berpose bersama ijazah kelulusannya, Sabtu (24/5/2025). (Dok. Khusus).

Amanat.id- Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam, Qonita Nurun Nima Amalia berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) pada wisuda sarjana ke-96 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo yang digelar di Gedung Prof. TGK. Ismail Yaqub, Sabtu (24/5/2025).

Qonita mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut di luar ekspektasinya.

“Perasaan awalnya nggak nyangka ya bisa jadi wisudawan terbaik. Tapi, alhamdulillah bersyukur banget bisa dapet kesempatan ini,” ujarnya.

Sejak awal perkuliahan, Qonita tidak menetapkan target khusus untuk menjadi wisudawan terbaik. Namun, ia konsisten menjaga nilai mata kuliah dengan prinsip minimal mendapatkan nilai B.

“Dari awal mahasiswa baru tidak ada target buat ke situ, tapi memang menjaga nilai mata kuliah. Soalnya IPK itu penting entah nanti mendaftar kerja atau lanjut kuliah. Jadi, menjaga banget buat matkul, kalau bisa minimal nilainya B lah,” ucapnya.

Ketertarikannya terhadap mata kuliah perhitungan dan pengolahan data membantu dirinya menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Pengaruh Environment, Etos Kerja Islami, dan Efikasi Diri Terhadap Keputusan Menjadi Entrepreneur Muda (Studi Kasus Kantin Kontainer Dompet Dhuafa Jawa Tengah).”

“Sebenarnya nggak ada matkul favorit tapi karena aku udah mendalami skripsi dan mengambilnya kuantitatif jadi suka matakuliah SPSS dan ekonometrika, suka aja,” ucapnya.

Selama berkuliah, Qonita aktif di berbagai kegiatan, seperti tergabung dalam himpunan jurusan, fakultas hingga komunitas.

“Aku ikut Organisasi HMJ Ekonomi Islam saat semester 3, satu periode saja. Habis itu lanjut ke DEMA selama dua periode, periode pertama aku jadi sekretaris kementerian, periode kedua jadi bendahara umum. Selain itu juga aktif di UKM KOBI sejak maba,” jelasnya.

Kesibukan akademik dan organisasi ia atur dengan prinsip skala prioritas. Ia memilih untuk hanya mengikuti kegiatan yang benar-benar diminati dan sesuai dengan kemampuannya.

“Kalau soal bagi waktu aku pakai skala prioritas aja, karena kalau ikut organisasi pasti harus punya tanggung jawab disitu, karena kalau nggak niat dari awal biasanya nggak berjalan. Jadi, aku masuk ke organisasi yang aku suka dan merasa mampu,” katanya.

Qonita mengungkapkan dirinya mengalami masa sulit yang datang pada akhir tahun lalu saat ayahnya sakit dan meninggal dunia di tengah pengerjaan skripsi.

“Aku down itu baru tahun kemarin, bulan Desember di tengah-tengah mengerjakan skripsi. Ayah saya yang sakit meninggal, saat itu berhenti beberapa bulan,” ungkapnya.

Qonita pun mulai bangkit dan melanjutkan menulis skripsinya karena teringat keinginan almarhum Ayahnya.

“Tapi akhirnya Agustus aku termotivasi buat mulai lanjut nulis skripsi karena ingat keinginan bapak yang ingin aku lulus sesuai waktunya,” lanjutkan.

Perjalanan akademik Qonita juga dibantu oleh beasiswa dari Dompet Dhuafa dan BAZNAS Kota Semarang.

“Waktu kuliah aku juga ngambil beasiswa di Dompet Dhuafa dan BAZNAS Kota Semarang, jadi dua tahun terakhir ini aku bayar UKT sendiri,” jelasnya.

Ia berencana untuk bekerja terlebih dahulu sambil menunggu peluang beasiswa agar bisa melanjutkan studi S2.

“Kalau belum dapat kesempatan beasiswa, ya aku kerja dulu, dari hasil jerih payah sendiri untuk kuliah lagi,” ungkapnya.

Meski tidak memiliki cita-cita spesifik sejak kecil, Qonita bertekad untuk menjadi sosok yang mandiri dan sukses dengan usaha sendiri.

“Dulu aku tuh nggak punya cita-cita yang pasti, cuma aku emang kepengennya dari dulu jadi sukses, pengen jadi independen yang berkarir dengan cara sendiri,” ungkapnya.

Lanjutnya, ia percaya bahwa proses, termasuk yang menyakitkan sekalipun adalah bagian dari pencapaian.

“Aku harus bisa berdiri sendiri, payah sendiri, jadi capek dan senengnya tuh sendiri, proses semuanya bisa dinikmati semuanya. Bangga pastinya dari hasil itu,” tutupnya.

Reporter: Ahmad Kholilurrokhman

Lewat Webinar, HMJ Ilmu Politik Ajak Mahasiswa Baru Melek Dunia Politik
Peduli Kanker , Mahasiswa KKN UIN Walisongo Menyosialisasikan Kanker Payudara di Desa Kesesi
Wisudawan Terbaik FISIP Ubah Cacian Jadi Motivasi
Nizar Ali Berpesan agar Jadikan Persaingan dan Perkembangan Teknologi sebagai Motivasi
Kembali Adakan Wisuda 1 Sesi, UIN Walisongo Tetap Imbau Perkuliahan Online
TAGGED:febi uin walisongoqonita nurun nimauin walisongowisuda ke-96wisuda uin walisongowisudawan terbaik febi
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Sempat Terhalang Finansial, Agus Sikap Pantang Menyerah Mengantarkannya Pada Prestasi
Sosok

Sempat Terhalang Finansial, Sikap Pantang Menyerah Agus Mengantarkannya Pada Prestasi

Redaksi SKM Amanat
24 Mei 2022
Ini Lima Tempat Wisata Di Kota Semarang Yang Layak Untuk Dikunjungi
FEBI berhasil Raih Cabor Tenis Meja Ganda Putri pada Orsenik 2021
Wanita: Apa dan Bagaimana?
Sarasehan Bersama Alumni, Cerita Kesulitan di Periode Awal SKM Amanat
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Raih Wisudawan Terbaik FEBI, Qonita Nurun Pegang Prinsip Nilai Mata Kuliah Minimal B
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Raih Wisudawan Terbaik FEBI, Qonita Nurun Pegang Prinsip Nilai Mata Kuliah Minimal B
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?