By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Perjuangan Menulis Najhaty Sharma di Tengah Lingkungan Pesantren
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Najhaty Sharma, Penulis novel Dua Barista, Seminar Literasi, UKM JHQ, UIN Walisongo
Najhaty Sharma berpose dengan bukunya berjudul "Dua Barista" di Gedung Q FUHUM UIN Walisongo, Sabtu (30/11/2024).(Amanat/Naurajiwa).
UIN WalisongoVaria Kampus

Perjuangan Menulis Najhaty Sharma di Tengah Lingkungan Pesantren

Last updated: 1 Desember 2024 12:31 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 30 November 2024
Share
SHARE
Najhaty Sharma, Penulis novel Dua Barista, Seminar Literasi, UKM JHQ, UIN Walisongo
Najhaty Sharma berpose dengan bukunya berjudul “Dua Barista” di Gedung Q FUHUM UIN Walisongo, Sabtu (30/11/2024).(Amanat/Naurajiwa).

Amanat.id- Dalam rangka memperingati hari lahir ke-26, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jam’iyyah Hamalah Quran (JHQ) menggelar Seminar Literasi Bedah Novel Islami di Aula Gedung Q Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) Kampus 2 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Sabtu (30/11/2024).

Penulis novel Dua Barista, Najhaty Sharma menerangkan bahwa menulis baginya merupakan tempat menyuarakan isi diri.

“Menulis itu adalah cara untuk menyuarakan apa yang ada dalam diri,” ujarnya.

Najhaty Sharma menceritakan bahwa dalam perjalanan menulisnya sempat ditentang oleh keluarga.

“Keluarga saya sempat menentang ketika saya ingin menjadi penulis,” katanya.

Menurutnya latar belakang keluarga menjadi salah satu alasannya.

“Sejak umur 12 tahun saya punya mimpi menjadi penulis, tapi orang tua mengharapkan saya melanjutkan darah NU,” tuturnya.

Walau pada akhirnya, sambung Najhaty, keluarga mulai luluh dengan usaha gigihnya menulis di tengah tuntutan untuk menghafal Al-Qur’an.

“Namun, setelah saya selesai menghafal Al-Qur’an, keluarga saya akhirnya mendukung,” tambahnya.

Dirinya juga membagikan strategi menulis di tengah polemik keluarga adalah dengan memanfaatkan waktu luang.

“Strategi menulis saya adalah dengan membuat plot cerita di catatan kecil, lalu selesai mengaji saya kembangkan kalau ada waktu luang,” ujarnya.

Lanjutnya, surat Al-Alaq menjadi motivasi utama ketika sedang menulis.

“Hal yang membuat saya termotivasi untuk menulis adalah surat Al-Alaq,” jelasnya.

Menurutnya surat Al-Alaq menjadi contoh bagaimana menjadi manusia yang baik.

“Manusia yang baik adalah manusia yang membaca dan menyebar pengetahuan,” tambahnya.

Ia berharap karya-karya yang dibuatnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama di pesantren.

“Saya ingin menunjukkan bahwa pesantren juga bisa menjadi ruang inklusif yang menginspirasi, bukan hanya penjara suci yang mengekang,” tutupnya.

Reporter: Azkia Naurajiwa
Editor: Gojali

Rekrutmen Bantuan UKT UPZ UIN Walisongo Resmi Dibuka, Apa Saja Syaratnya?
WD I FPK: Mahasiswa Baru Harus Pandai Memilih Pergaulan dan Lingkungan
Parkiran Mandalika Kerap Berantakan, Kabag Umum: Penertiban Bukan Tugas Satpam
Kunci Sukses Tembus LoA di Luar Negeri Ala Alumnus Universitas Melbourne
5 Tahun Belum Resmi, Komunitas Ruang Inklusi Walisongo Berjuang untuk Eksis
TAGGED:najhaty sharmapenulis novel dua baristaseminar literasistrategi menulisuin walisongoukm jhq
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Artikel

Yang Merugi Saat Membenci Adalah Diri Kita Sendiri

Redaksi SKM Amanat
16 April 2019
Ketua Dema UIN Walisongo Perkenalkan Tamu Istimewa PBAK 2019
Kabar Gembira! Beasiswa KIP-K bagi Mahasiswa Baru UIN Walisongo Sudah Dibuka
Bangkitkan Semangat Bersastra, SKM Amanat Luncurkan Majalah Sastra Soeket Teki dan Dialog Sastra
Percepat Kelulusan Mahasiswa,Ujian Toefl Imka Dirubah Online
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Perjuangan Menulis Najhaty Sharma di Tengah Lingkungan Pesantren
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Perjuangan Menulis Najhaty Sharma di Tengah Lingkungan Pesantren
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?