By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Pentingnya Mendengar Suara Korban Kekerasan Seksual Menurut Novel “Hilda”
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoVaria Kampus

Pentingnya Mendengar Suara Korban Kekerasan Seksual Menurut Novel “Hilda”

Last updated: 1 Desember 2024 8:40 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 30 November 2024
Share
SHARE
Kekerasan Seksual, Bedah Novel Hilda, Siti Muyassarotul, UKM JHQ, UIN Walisongo, Seminar literasi
Siti Muyassarotul Hafidzoh sedang berpose dengan bukunya berjudul “Hilda” yang mengisahkan tentang korban kekerasan seksual, di Gedung Q FUHUM UIN Walisongo, Sabtu (30/11/2024). (Amanat/Endang).

Amanat.id- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jam’iyyah Hamalah Qur’an (JHQ) Fakultas Ushuluddin Humaniora (FUHUM) menggelar seminar Literasi Bedah Buku Novel Islami di Aula Gedung Q Kampus 2 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Sabtu (30/11/2024).

Penulis novel “Hilda”, Siti Muyassarotul Hafidzoh hadir menjelaskan bukunya yang berkisah tentang korban kekerasan seksual.

Dalam bukunya, Siti ingin menyampaikan bahwa masyarakat seharusnya tidak menghakimi pengakuan dari korban kekerasan seksual.

“Bukti kekerasan seksual yang paling jelas adalah dari korban itu sendiri. Sebab, bukti sulit ditemukan pada kasus yang terjadi di ruang tertutup,” jelasnya.

Melalui Novel “Hilda”, Siti berusaha menyampaikan bagaimana kondisi lembaga pendidikan yang mendiskriminasi korban kekerasan seksual.

“Lembaga pendidikan seharusnya jangan memutus hak pendidikan korban kekerasan seksual karena akan memutus agama, jiwa, akal, keturunan, dan hartanya,” ujarnya.

Berkaca pada perselisihan yang terjadi antara Qabil dan Habil, Siti menegaskan bahwa isu kekerasan seksual sudah ada sejak lama.

“Isu kekerasan seksual sudah ada dari sejak lama. Cuma, berani tidaknya kita menyuarakan hal itu,” katanya.

Siti mengaku lebih terkesan ketika novelnya bisa menyelamatkan kehidupan seseorang, khususnya korban kekerasan seksual.

“Bagi saya menyelamatkan satu nyawa itu prestasi terbesar,” tuturnya.

Reporter: Dwi Endang
Editor: Eka R.

Pemilwa 2021, Dua Paslon Perebutkan Kursi Dema-U
Kajur PBI Traktir 10 Mangkok Bakso bagi Mahasiswa yang Lakukan Ini
Kepala PSGA: 41,2% Mahasiswa Pernah Mengalami Pelecehan Seksual di Kampus
Konsolidasi Akbar Usut Permasalahan di Ma’had Al-Jami’ah hingga Pondok Mitra
Dosen Lulusan Sydney University Ini Bagikan Tips Belajar Mudah Bahasa Inggris
TAGGED:bedah novel hildakekerasan seksualseminar literasisiti muyassarotuluin walisongoukm jhq
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
wisudawan terbaik febi, qonita nurun nima, febi uin walisongo, wisuda uin walisongo, uin walisongo, wisuda ke-96
Sosok

Raih Wisudawan Terbaik FEBI, Qonita Nurun Pegang Prinsip Nilai Mata Kuliah Minimal B

Ahmad Kholilurrokhman
25 Mei 2025
Maraknya Tren “Cancel Culture”; Seberapa Parahkah?
Festival Makanan: Ajang Wirausaha Matematikawan Muda
Meskipun Sakit, Redy Tampil Maksimal dan Raih Juara Pidato Bahasa Arab
Mengenal Menwa Mahadipa Batalyon 906 “Sapu Jagad” UIN Walisongo
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Pentingnya Mendengar Suara Korban Kekerasan Seksual Menurut Novel “Hilda”
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Pentingnya Mendengar Suara Korban Kekerasan Seksual Menurut Novel “Hilda”
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?