
Amanat.id- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Doktor (S3) Ke-40, Magister (S2) Ke-65, Sarjana (S1) Ke-98 periode November 2025 tahun akademik 2025/2026 di Gedung Auditorium II kampus 3, Sabtu (1/11/2025).
Rektor UIN Walisongo, Nizar Ali menyampaikan selamat dan apresiasi kepada 515 wisudawan.
“Saya ingin menyampaikan ucapan selamat yang setinggi-tingginya kepada 515 wisudawan yang hari ini telah resmi dikukuhkan,” ucapnya.
Ia mengatakan ijazah dan gelar tidak hanya simbol pencapaian intelektual, tetapi juga menjadi amanah yang besar.
“Ijazah dan gelar yang saudara terima tidak hanya simbol pencapaian intelektual, melainkan amanah untuk mengabdi, berkarya dan menjadi insan yang membawa perubahan,” ujarnya.
Ia menegaskan tantangan pasca kuliah membutuhkan keteguhan dari sikap dan karakter yang kuat.
“Dunia setelah kuliah menuntut lebih dari sekedar pengetahuan. Diperlukan sikap dan karakter yang tangguh serta pantang menyerah, karena karakter adalah kompas yang akan menuntun saudara untuk tetap tegak berdiri,” tegasnya.
Menurutnya suatu keberhasilan tidak dapat diukur dari pencapaian, namun dari dampak yang dapat diberikan.
“Keberhasilan sejati tidak diukur dari seberapa tinggi capaian yang telah diraih, tetapi dari seberapa besar dampak yang diberikan, jadilah pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijaksana, berkompeten, berintegritas, dan impactful,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nizar juga menjelaskan UIN Walisongo telah berkomitmen dalam membuka ruang kolaborasi antar instansi.
“Sebagai institusi kami berkomitmen untuk terus bertransformasi, memperkuat jejaring alumni, dan membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Kami ingin menjadi mitra strategis dalam perjalanan karir dan pengabdian,” terangnya.
Ia mengungkapkan untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikannya UIN Walisongo menjalin kerjasama dengan Institusi Luar Negeri.
“UIN Walisongo telah menjalin kerjasama dengan universitas maupun institusi luar negeri sebagai upaya internasionalisasi kampus, yang bertujuan untuk memperkuat posisi UIN Walisongo sebagai universitas islam berkelas dunia,” ungkapnya.
Tambahnya, program kerjasama tersebut meliputi pelatihan Astronomi Islam dan kecerdasan buatan dengan Institut Latihan Islam Malaysia (ILIM) serta program China- Indonesia Training Center of Artificial Inteligence (CITC-AI).
“Program yang dilakukan adalah Program pelatihan Astronomi Islam, kecerdasan buatan dengan ILIM dan Program China-Indonesia Training Center for Artificial Inteligence (CITC-AI) dengan Jiangsu Vocational Institute of Architecture Technology, yang memungkinkan mahasiswa UIN Walisongo berkuliah, magang, kerja, di berbagai perusahaan di Taiwan,” ucapnya.
Ia mengatakan UIN Walisongo melakukan kerjasama dengan Keluarga Alumni UIN Walisongo Semarang (KALAM) untuk memberikan potongan biaya 50% bagi para alumni.
“UIN Walisongo bekerjasama dengan Kalam memberikan diskon 50% untuk para alumni. Hal ini dilakukan untuk mendorong para alumni agar dapat meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi,” tutupnya.
Reporter: Nur Rofiqoh Nabila
Editor: Emma Delvina



