
Amanat.id– Nur Nilam Sari, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) berhasil meraih gelar wisudawan terbaik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88 pada wisuda ke-97 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo di Gedung Prof. TGK. Ismail Yaqub Kampus 3, Sabtu (23/8/2025).
Dengan judul artikel “Synergy between Biodiversity Conservation and Community Empowerment in Mendolo Village,” Wisudawan asal Pekalongan tersebut tembus di Jurnal Prosperity yang terindeks SINTA 3.
Dirinya ingin menganalisa lebih dalam terkait hubungan antara konservasi dan pemberdayaan yang saling menguatkan.
“Saya ingin menganalisa lebih dalam terkait hubungan antara konservasi dan pemberdayaan yang saling menguatkan. Jadi ada 2 inti topik, yaitu konservasi biodiversitas dan pemberdayaan masyarakat,” paparnya.
Ia merasa senang dan tidak menyangka atas predikat Wisudawan terbaik FDK yang diraihnya, namun dirinya memaknai hal tersebut rezeki yang diberikan.
“Rasanya pasti senang dan bersyukur, tidak menyangka bisa mendapat predikat tersebut, pasti berharap. Tapi lebih daripada itu, saya memaknainya dengan rejeki yang Allah berikan,” ucapnya.
Nilam mengatakan tidak ada target khusus untuk menjadi wisudawan terbaik. Menurutnya ikhtiar dan tawakal menjadi hal yang selalu dilakukan selama berkuliah.
“Tidak ada target khusus, tetapi saya juga berusaha semaksimal mungkin untuk memahami segala sesuatu yg saya dengar dan saya lihat dalam setiap perjumpaan. Singkatnya, ikhtiar dan tawakkal,” katanya.
Nilam mengatakan tempat lokasi penelitian menjadi kendala saat penelitian, tetapi warga Desa Mendolo yang menjadi tempat penelitiannya menyambut dengan hangat.
“Kendala pasti ada, effort untuk datang ke lokasi penelitian dengan medan yang cukup menantang, tapi itu ga terasa karena masyarakat di Desa Mendolo sangat humble, warm welcome, dan ramah,” akunya.
Rasa ragu dan tidak percaya menjadi gejolak batin Nilam saat melakukan penelitian. Sehingga hal tersebut menjadi kendalanya selama pengerjaan skripsi.
“Tantangan terbesarnya adalah melawan segala rasa keraguan dan tidak percaya diri. Banyak hal yang dipikirkan dan khawatirkan, merasa tidak yakin dengan yang sudah diperbuat, merasa bahwa tidak bisa dan tidak layak, ini membuang banyak waktu. Tapi saya bersyukur bahwa teman teman disekeliling saya selalu meyakinkan saya,” ucapnya.
Menurutnya pelajaran dan hal baru banyak didapatkan pasca pengerjaan skripsi.
“Seru karena belajar hal baru, jadi mengetahui primata langka, mengenai teknik konservasi yang diterapkan disana, bahkan saya juga dapat kesempatan untuk ikut monitoring ke hutan agar bisa melihat Owa Jawa,” tuturnya.
Selama menjalani perkuliahan, Nilam juga aktif Duta PMI. Sebagai seorang Duta PMI kesempatan belajar bersama masyarakat menjadi lebih besar.
“Saya pernah terpilih menjadi Duta PMI dan dari itu saya punya kesempatan untuk ikut kegiatan belajar bersama masyarakat,” tuturnya.
Selain menjadi Duta PMI, ia juga aktif di kegiatan luar kampus. Pengabdian melalui Gerakan Mengajar Desa di Kabupaten Kendal dan organisasi pemuda menjadi salah satu kegiatan yang diikuti Nilam.
“Saya juga pernah tergabung di Gerakan Mengajar Desa dan melalukan pengabdian di salah satu desa di Kabupaten Kendal, bergabung juga dengan organisasi pemuda di desa saya sendiri,” sambungnya.
Sebagai Wisudawan Terbaik FDK UIN Walisongo, Nilam mendapatkan beasiswa pendidikan untuk S2. Menurut Nilam hal tersebut sebagai sebuah rezeki dan merasa bersyukur akan beasiswa tersebut.
“Untuk dekat ini, saya ingin melanjutkan pendidikan saya ke jenjang S2. Pak Agus Riyadi, selaku Kajur PMI memberi saya nasihat bahwa ‘kesempatan itu kadang tidak datang 2 kali, karena Alhamdulillah kamu mendapat beasiswa untuk melanjutkan S2, maka ambillah barangkali memang itu jalan rejeki yang Allah berikan untuk kamu’,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa semua orang mempunyai perjalanan yang berbeda-beda dan tetap berusaha untuk menggapai sesuatu yang diimpikan.
“Pesan untuk semuanya termasuk untuk diri saya, bahwa semua orang punya perjalanan, mimpi, dan tujuan yang berbeda. Tetaplah berusaha untuk menggapai apa yang diimpikan. Karena kamu adalah penentu dari segala mimpi dan langkahmu,” tutupnya.
Reporter: Lutfi Ardiansyah
Editor: Gojali


