By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Penulis Menjerat Gus Dur: Jadilah Orang yang Berani Mengungkap Sejarah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Varia Kampus

Penulis Menjerat Gus Dur: Jadilah Orang yang Berani Mengungkap Sejarah

Last updated: 21 Februari 2020 12:38 am
Rizki Nur Fadilah
Published: 19 Februari 2020
Share
SHARE
Virdika Rizky Utama menceritakan proses pengumpulan data bukunya Menjerat Gus Dur, dalam  acara diskusi publik nasional di Auditorium  Kampus III UIN Walisongo, Selasa (18/2/2020) (Amanat/Yessi).

Amanat.id– Lembaga Pusat Pengabdian Masyarakat (LP2M) gelar acara diskusi publik nasional dan bedah buku “Menjerat Gus Dur”. Acara tersebut menghadirkan penulis buku, Virdika Rizky Utama, Sahabat Gus Dur, Pendeta Tjahyadu Nugraha, dan Ketua bidang umum hubungan internasional di Gerakan Pemuda Anshor Abdul Aziz Hasyim Wahid sebagai pemantik diskusi, Selasa (18/2/2020).

Bertempat di Auditorium II Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Virdika Rizky Utama memaparkan perjalanan jurnalistiknya selama menulis buku Menjerat Gus Dur.

Virdi, mengungkapkan halangan terbesar dari karya adalah waktu. Ia mendapat dokumen konspirasi pelengseran Gus Dur pada Oktober tahun 2018. Namun ia baru memulai risetnya pada 2019.

Ia mengatakan saat akan menulis mengenai Gus Dur, orang tuanya dengan tegas melarang. Karena itulah ia mengaku sempat berhenti menulis, Namun akhirnya ia melanjutkannya kembali tanpa sepengetahuan orangtuanya.

“Udah nggak usah macem-macem kita ini orang biasa,” kata Virdika menirukan ucapan ibunya.

Selama proses pengumpulan data ia banyak mendapat teror dan ancaman-ancaman kecil. Salah satunya, Virdi mengaku pernah mendapat ancaman saat wawancara dengan Amien Rais.

“Sewaktu saya ingin menggali data dari Amien Rais, dia meminta saya memberitahu darimana saya mendapat dokumen itu. Saya bilang tidak bisa, karena menurut kaidah jurnalistik, kalau narasumber tidak mau diketahui identitasnya, maka tugas saya untuk melindungi dia. Dan saat itu Amien Rais berkata, kalau saya tidak mau memberitahu maka saya tidak akan bisa keluar dari rumahnya,” jelasnya.

Ibrah Kisah Gus Dur

Mahasiswa lulusan Pendidikan Sejarah itu memaparkan banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Gus Dur. Pertama politik itu bukan alat perebut kekuasaan.

“Yang kita bisa belajar dari Gus Dur yaitu, pertama politik bukan perebut kekuasan, politik untuk menyejahterakan masyarakat. Misal dalam 20 bulan Gus Dur menjabat sebagai presiden, ia mampu meletakkan fondasi terbesar yakin pengakuan terhadap umat minoritas, ini terbukti bahwa Gus Dur bukanlah politikus melainkan seorang negarawan,” papar Virdi.

Kedua, lanjut Virdi, Gus Dur bukan orang yang ambisius politik.

“Gus Dur adalah Presiden di masa yang tepat. Gus Dur naik dalam politik itu bukan karena ambisi politik, kalau itu amabisi politik seharusnya Gus Dur pasti menyiapkan infrastruktur politik untuk memepertahankan jabatannya, tapi Gus Dur tak melakukannya,” tambahnya.

Virdi dalam materinya menyayangkan individu Bangsa Indonesia minim keberanian untuk mengungkap sejarah. Padahal di era jaringan informasi yang sangat luas seperti ini, harusnya daya pikir anak muda bisa lebih kritis.

“Saya senang bisa menemukan fakta-fakta kisah Gus Dur. Saya harap fakta-fakta yang telah disebutkan mampu mendukung kurikulum di pesantren, saya juga berharap bisa menginspirasi khususnya kalangan pelajar SMP, SMA dan Mahasiswa,” harapnya.

Ia juga menambahkan pentingnya meluruskan sejarah oleh generasi muda. Baginya, Menulis sejarah itu dengan keikhlasan, bukan dengan dendam, bukan untuk menimbulkan perpecahan tapi untuk mengungkap kebenaran yang kemudian bisa diambil sebuah pelajaran.

“Karena menulis Sejarah itu dengan keikhlasan apa adanya, bukan dengan dendam,” tutup Virdi.

Reporter: Rizki Nur Fadhilah
Editor: Liviana

UIN Walisongo Gandeng Majelis Al-Khidmah dalam Acara Berdzikir
Kepala Ma’had Al Jami’ah UIN Walisongo Respon Keluhan Mahasantri, Mulai Pencurian hingga Minimnya Fasilitas
Foto-Foto Kericuhan Aksi Tolak Perppu Ciptaker di Gedung DPRD Jateng
Aktif di Berbagai Kegiatan hingga Magang BEI, Risalatul Muawanah Berhasil Raih Wisudawan Terbaik FEBI
Begini Cara Mengubah Sampah Menjadi Rupiah
TAGGED:diskusi publiklp2m uin walisongomenjerat gus duruin walisongoVirdika Rizky
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News

Masih Ada Perpustakaan Sistem Manual di UIN Walisongo

Redaksi SKM Amanat
12 Oktober 2016
Tata Tertib yang Harus Diketahui Peserta Ujian SBMPTN
UIN Walisongo Kembali Buka Pendaftaran Beasiswa Bank Indonesia
Hari Ini UIN Walisongo Bagikan Hand Sanitizer Gratis di Sekitar Ngaliyan
Aliansi Semarang Raya Ancam akan Turunkan Massa Lebih Banyak
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Penulis Menjerat Gus Dur: Jadilah Orang yang Berani Mengungkap Sejarah
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Penulis Menjerat Gus Dur: Jadilah Orang yang Berani Mengungkap Sejarah
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?