By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Krisis Hutan Hujan Tropis dan Sampah Plastik jadi Biang Pencemaran
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoVaria Kampus

Krisis Hutan Hujan Tropis dan Sampah Plastik jadi Biang Pencemaran

Last updated: 13 Juni 2024 7:14 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 13 Juni 2024
Share
SHARE
Hutan hujan tropis, Sampah plastik, Hari laut sedunia, SKM Amanat, Pencemaran Lingkungan, UIN Walisongo
Ocean Campaign Assistant Greenpeace Indonesia, Annisa Dian Ndari dalam seminar Hari Laut Sedunia di Ruang Teater FITK UIN Walisongo, Rabu (12/6/2024). (Dok. Amanat).

Amanat.id- LautSehat.id bersama dengan Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengadakan seminar dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia di Ruang Teater Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Kampus 3, Rabu (12/6/2024).

Acara yang mengusung tema “Terhubung untuk Lautan” tersebut menghadirkan Ocean Campaign Assistant Greenpeace Indonesia, Annisa Dian Ndari sebagai narasumber.

Ia menjelaskan bahwa hutan hujan tropis di Indonesia kini semakin berkurang.

“Indonesia sebagai paru-paru dunia memiliki hutan hujan tropis terbesar nomor tiga di dunia, tapi sekarang sudah habis karena pembangunan ekstraktif juga perubahan dari hutan hujan tropis menjadi kebun industri,” katanya.

Menurutnya perlu ada sistem transportasi umum yang baik agar dapat mengurangi polusi udara.

“Cara mendapatkan udara bersih salah satunya adalah kita harus punya sistem transportasi umum yang baik, sehingga orang-orang lebih tertarik menaik transportasi publik,” ujarnya.

Nisa mengatakan bahwa masalah plastik yang tak kunjung usai juga karena regulasi yang tidak segera ditegakan.

“Sampah di mana-mana karena konsumsi plastik sekali pakai. Selama ini mengurangi sampah plastik, tapi regulasi pencemaran plastik tidak ditegakkan,” ucapnya.

Demi menjaga lingkungan, dirinya pun memprakarsai komunitas Ocean Justice untuk melawan industri tambang yang sudah sangat masif.

“Ocean Justice sebuah gerakan komunitas dan juga koalisi untuk berkampanye melawan ekstratif industri, seperti tambang nikel,” katanya.

Lanjutnya, menurut Nisa pulau-pulau di Indonesia Timur menjadi bukti rusaknya alam akibat pertambangan.

“Pulau-pulau cantik di Indonesia Timur, seperti Pulau Obi, dan Pulau Semuhe sudah banyak yang rusak karena tambang nikel dan emas,” tuturnya.

Nisa menegaskan bahwa aturan tentang pertambangan tidak berjalan dengan baik karena masih sangat masifnya pertambangan.

“Padahal secara hukum di Indonesia, pulau kecil tidak boleh ditambang, tapi di situ pertambangan sangat masif,” tutupnya.

Reporter: Ahmad Kholilurrokhman
Editor: Gojali

Tabloid SKM Amanat Edisi 130
Pengesahan Hasil Pemilwa UIN Walisongo Ditunda hingga 4 Desember 2023
Tips Sukses Public Speaking ala Eva Risti Winata
Dema–U Terpilih Sebut Audiensi Seperti Sosialisasi
Abdul Halim: Pentingnya Ilmu Komunikasi bagi Mahasiswa
TAGGED:hari laut seduniahutan hujan tropispencemaran lingkungansampah plastikskm amanatuin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
PBAK 2024, PBAK UIN Walisongo, PBAK UIN Walisongo 2024, Orasi kemahasiswaan, UIN Walisongo
PBAK 2024UIN WalisongoVaria Kampus

PBAK 2024, Ketua DEMA UIN Walisongo Ajak Maba Perjuangkan Hak di Kampus

Redaksi SKM Amanat
9 Agustus 2024
Sajak dari Semesta
Sempat Jadi Penjual Gorengan, Ida Arofa Raih Wisudawan Terbaik FDK
Aliansi Mahasiswa Walisongo Tuntut Pengurangan UKT di Depan Gedung Rektorat
Gelar Kegiatan On Boarding GenBI Connect, GenBI UIN Walisongo Sambut Penerima Beasiswa BI 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Krisis Hutan Hujan Tropis dan Sampah Plastik jadi Biang Pencemaran
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Krisis Hutan Hujan Tropis dan Sampah Plastik jadi Biang Pencemaran
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?