
Amanat.id- LautSehat.id bersama dengan Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengadakan seminar dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia di Ruang Teater Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Kampus 3, Rabu (12/6/2024).
Acara yang mengusung tema “Terhubung untuk Lautan” tersebut menghadirkan Ocean Campaign Assistant Greenpeace Indonesia, Annisa Dian Ndari sebagai narasumber.
Ia menjelaskan bahwa hutan hujan tropis di Indonesia kini semakin berkurang.
“Indonesia sebagai paru-paru dunia memiliki hutan hujan tropis terbesar nomor tiga di dunia, tapi sekarang sudah habis karena pembangunan ekstraktif juga perubahan dari hutan hujan tropis menjadi kebun industri,” katanya.
Menurutnya perlu ada sistem transportasi umum yang baik agar dapat mengurangi polusi udara.
“Cara mendapatkan udara bersih salah satunya adalah kita harus punya sistem transportasi umum yang baik, sehingga orang-orang lebih tertarik menaik transportasi publik,” ujarnya.
Nisa mengatakan bahwa masalah plastik yang tak kunjung usai juga karena regulasi yang tidak segera ditegakan.
“Sampah di mana-mana karena konsumsi plastik sekali pakai. Selama ini mengurangi sampah plastik, tapi regulasi pencemaran plastik tidak ditegakkan,” ucapnya.
Demi menjaga lingkungan, dirinya pun memprakarsai komunitas Ocean Justice untuk melawan industri tambang yang sudah sangat masif.
“Ocean Justice sebuah gerakan komunitas dan juga koalisi untuk berkampanye melawan ekstratif industri, seperti tambang nikel,” katanya.
Lanjutnya, menurut Nisa pulau-pulau di Indonesia Timur menjadi bukti rusaknya alam akibat pertambangan.
“Pulau-pulau cantik di Indonesia Timur, seperti Pulau Obi, dan Pulau Semuhe sudah banyak yang rusak karena tambang nikel dan emas,” tuturnya.
Nisa menegaskan bahwa aturan tentang pertambangan tidak berjalan dengan baik karena masih sangat masifnya pertambangan.
“Padahal secara hukum di Indonesia, pulau kecil tidak boleh ditambang, tapi di situ pertambangan sangat masif,” tutupnya.
Reporter: Ahmad Kholilurrokhman
Editor: Gojali


