By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Imam B. Prasodjo: Tidak Bijak Menggunakan Gawai, Hati-Hati Indonesia Runtuh
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Varia Kampus

Imam B. Prasodjo: Tidak Bijak Menggunakan Gawai, Hati-Hati Indonesia Runtuh

Last updated: 22 Mei 2017 8:05 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 22 Mei 2017
Share
SHARE
Foto Bersama: Para narasumber forum dialog terbuka tengah berfoto bersama seusai acara, Sabtu (20/5).

Skmamanat.com – “Pengaruh teknologi menjadikan Indonesia memiliki perbedaan istilah pada warga negaranya, yakni warga langit dan warga bumi,” kata Imam B. Prasodjo, Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Sabtu (20/5).

Hal itu Imam sampaikan dalam forum dialog terbuka bertajuk Sprit Hari Kebangkitan Nasional sebagai Upaya Memantapkan Nasionalisme dalam Mengahalau Radikalisme, diselenggarkan oleh Keluarga Alumni (KALAM) UIN Walisongo di Auditorium II Lantai II Kampus III.

Imam mengatakan, interaksi yang pada mulanya dilakukan secara bertemu dan bertatap wajah kini berganti dengan berkembangnya teknologi. Masyarakat dalam berbagai hal, termasuk dalam berinteraksi lebih banyak menggunakan gawainya. Dengan kondisi seperti itu, banyak masyarakat yang tidak tahu dengan siapa ia sedang berkomunikasi.

“Masyarakat yang menggunakan gawai untuk aktivias itu dikatakan warga langit, sedang masyarakat yang menjadikan bumi sebagai kehidupan dikatakan warga bumi,” ungkapnya.

Menanggapi fonomena tersebut, Imam mengungkapkan, warga langit dalam menggunakan teknologi harus bisa menyikapi dengan bijak. Tentu dengan cara saling memahami keragaman dan tidak bergantung pada gawai. Warga langit yang tidak berpikir terbuka bisa mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hati-hati Indonesia dapat terpecah belah karena ketidakbijakan warga langit. karena itu, jadilah warga langit yang berwawasan Internasional,” tutupnya.

Reporter     : Arina Firha Hasbana
Editor         : Fajar Bahruddin A.

Pertama Kali Goes To Campus, Instagram Ala Santri Akan Mengisi Seminar di UIN Walisongo
Lagi, Kecelakaan Karambol Terjadi di Turunan Silayur Ngaliyan
Studi Pentas “Retno Manggali” Teater Mimbar Angkat Isu Pergeseran Nilai dan Dualisme
Staf Ahli Akademik Sampaikan Teknis dan Syarat Pendaftaran Beasiswa KIP-K UIN Walisongo
Kabag Akademik: Ada Banding UKT, Setelah Masa Perkuliahan
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Diskusi Publik Bersama Calon Rektor Karena Desakan, Bukan Ajang Kampanye

Rima Dian Pramesti
29 April 2019
Plt Rektor UIN Walisongo Nizar Ali Gagas Kampus Internasional
UIN Walisongo Selenggarakan Halaqah Ulama Perempuan
Ikhrom, Guru Besar PAI yang Bertekad Melawan Takdir tuk Gapai Mimpi
Catat Tanggalnya, Gold Pencil Gelar Semarang Cartoon Camp
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Imam B. Prasodjo: Tidak Bijak Menggunakan Gawai, Hati-Hati Indonesia Runtuh
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Imam B. Prasodjo: Tidak Bijak Menggunakan Gawai, Hati-Hati Indonesia Runtuh
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?