Kejar Target lulus Cepat, Najmah Zahra Putri Raih Gelar Wisudawan Terbaik FST

Meneliti Tanaman Kemukus sebagai penelitian tugas akhirnya membawa Najmah Zahra Putri jadi Wisudawan Terbaik FST

5 Min Read
Wisudawan Terbaik FST UIN Walisongo, Najmah Zahra Putri Dharma berfoto bersama ijazah kelulusannya, Sabtu (7/11/2026). (Dok. Khusus).
najmah zahra putri, wisudawan terbaik fst, wisuda uin walisongo, uin walisongo, wisuda ke-102
Wisudawan Terbaik FST UIN Walisongo, Najmah Zahra Putri Dharma berfoto bersama ijazah kelulusannya, Sabtu (7/11/2026). (Dok. Khusus).

Amanat.id- Mahasiswa program studi (prodi) Biologi, Najmah Zahra Putri Dharma berhasil meraih gelar wisudawan terbaik Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83 pada wisuda ke-102 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo di Gedung Auditorium II Kampus 3, Sabtu (7/11/2026).

Mahasiswa kelahiran Bekasi tersebut mengangkat skripsi berjudul “Karakteristik Organ Generatif dan Studi Apomiksis pada Perkembangan Buah Kemukus (Piper cubeba L.f) di Kota Semarang“.

Topik tersebut ia angkat karena ketertarikannya terhadap Mata Kuliah Biologi dan dukungan dari dosen pembimbing untuk membuktikan perkembangbiakan Tanaman Kemukus.

“Penelitian tersebut dilakukan bersama dosen pembimbing saya, yang bertekad untuk membuktikan bahwasanya Tanaman Kemukus dapat berkembang biak tanpa adanya fertilisasi pembuahan di luar pembuahan itu sendiri (apomiksis),” paparnya.

Penelitian dilakukan di empat desa yang berada di Kecamatan Mijen dan Ngaliyan yang masih di wilayah Semarang.

“Penelitian ini dilakukan di empat desa, yaitu Desa Wonolopo, Desa Wonoplumbon, Desa Wonoyoso, dan Desa Podorejo yang terletak di Kecamatan Mijen dan Ngaliyan,” paparnya.

Tujuan dari penelitian tersebut untuk mengetahui karakteristik morfologi dan pembentukan apomiksis dari Tanaman Kemukus.

“Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui karakteristik morfologi dan pembentukan apomiksis dari buah yang disungkup dan tidak disungkup,” terangnya.

Tempat penelitian tersebut ia pilih karena banyak Tanaman Kemukus yang dimanfaatkan oleh petani.

“Empat tempat penelitian tersebut dipilih karena masih banyak Tanaman Kemukus yang masih dimanfaatkan oleh petani,” sambungnya.

Najmah mengungkapkan tantangan terbesarnya saat melakukan penelitian di antaranya cuaca.

“Cuaca seperti hujan dan kemarau yang tidak menentu menjadi tantangan saya saat melakukan penelitian,” lanjutnya.

Najmah mengatasi kendala cuaca tersebut dengan melakukan pengamatan di laboratorium.

“Solusi dari cuaca yang tidak menentu adalah melakukan pengamatan di laboratorium, dengan cara mengambil sebagian sampel yang nantinya akan diamati. Sedangkan, untuk pembentukan apomiksis itu akan divalidasi setelah musim hujan usai,” ujarnya.

Dari penelitian yang dilakukannya, Najmah mengetahui bahwa Tanaman Kemukus dapat berbuah tanpa harus melakukan fertilisasi.

“Hasil penelitian yang saya dapatkan yaitu pembuktian bahwa Tanaman kemukus dapat berbuah tanpa harus melakukan fertilisasi atau pembuahan yang ditandai dengan berkembangnya buah yang masih kecil dengan cara disungkup atau ditutup buahnya,” paparnya.

Sejak awal perkuliahan, Najmah tidak memiliki target untuk menjadi wisudawan terbaik. Namun, ia bertekad untuk menyelesaikan studinya dengan cepat.

“Sejak awal kuliah, menjadi wisudawan terbaik bukanlah pencapaian yang saya targetkan. Saya bertekad ingin lulus dengan cepat dan segera wisuda, sehingga dapat membanggakan orang tua,” ucapnya.

Mahasiswa asal Jakarta tersebut mendapat saran dari kepala sekolahnya untuk berkuliah di UIN Walisongo yang berada di Jawa.

“Kepala sekolah menyarankan untuk berkuliah di Jawa karena persaingan di Jakarta lebih ketat dan guru saya menyarankan untuk mengambil Prodi Biologi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa lama masa studi tergantung dari masing-masing individu.

“Cepat atau lambatnya masa studi tergantung diri masing-masing dan tujuan awal di perkuliahan,” ujarnya.

Dukungan dan motivasi yang diberikan orang tua dan dosen pembimbing sangat membantu Najmah selama masa kuliah.

“Saya mendapat dukungan orang tua dan motivasi dosen pembimbing yang membantu selama perkuliahan,” tuturnya.

Dirinya mengaku membutuhkan tekanan untuk bisa segera menyelesaikan skripsinya.

“Jika tidak ada tekanan, saya cenderung malas untuk melakukan sesuatu. Sedangkan dosen meminta untuk cepat menyelesaikan skripsi, sehingga membuat saya termotivasi untuk segera menyelesaikan skripsi,” ungkapnya.

Najmah memiliki uang saku dari hasil kerja kerasnya sendiri dengan bekerja part time, mengajar les dan bekerja di coffee shop.

“Meskipun mendapat uang saku dari orang tua, Saya ingin merasakan hasil kerja keras sendiri. Seperti bekerja paruh waktu dengan mengajar les dan bekerja di coffee shop,” paparnya.

Ia berusaha membagi waktunya dengan kondusif tanpa mengurangi waktu istirahat.

“Saya berusaha untuk mengatur waktu agar seimbang antara kuliah dan bekerja. Misalnya ada pekerjaan yang bersamaan dengan mata kuliah, maka saya menukar jadwal kerja dengan rekan saya,” tuturnya.

Najmah berpesan bahwa sebagai mahasiswa harus giat belajar dan jangan malu untuk bertanya.

“Mahasiswa harus giat belajar dan jika kita mau berjuang, dosen akan membantu serta merangkul. Jangan malu untuk bertanya dan harus percaya diri,” tutupnya.

Reporter: Aqeela Khalifa

Editor: Nur Rofiqoh Nabila

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.