
Amanat.id- Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memeriahkan wisuda periode November dengan menggelar arak-arakan wisudawan, Sabtu (7/11/2026).
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan (TL), Dermawan mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk merayakan kelulusan wisudawan prodinya.
“Arak-arakan dilakukan untuk merayakan para wisudawan yang telah menyelesaikan masa perkuliahannya,” ujarnya.
Dermawan menjelaskan runtutan kegiatan tersebut dimulai dengan mengawal para wisudawan dan dilanjutkan dengan orasi.
“Kami mengarak dan mengawal para wisudawan mengelilingi kampus 3, menyanyi bersama selama perjalanan, lalu dilanjutkan orasi di depan Landmark UIN Walisongo,” ujarnya.
Dermawan menjelaskan terdapat filosofi pada lagu yang mereka nyanyikan.
“Kami menyanyikan lagu berjudul Brigata yang tercipta semenjak terpisahnya Teknik Lingkungan dengan Teknologi Informasi,” jelasnya.
Ia menuturkan terdapat delapan wisudawan yang mengikuti arak-arakan yang digelar kedua kalinya sejak Agustus lalu.
“Arak-arakan tersebut merupakan kegiatan kedua kalinya, yang pertama di bulan Agustus lalu. Wisuda periode November kali ini diikuti oleh 8 wisudawan,” tuturnya.
Dermawan menyebutkan bahwa persiapan kegiatan arak-arakan membutuhkan waktu 5 sampai 15 menit.
“Untuk persiapan kami membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 15 menit,” sebutnya.
Dirinya mengatakan bahwa mengkoordinasi para wisudawan bukan hal yang mudah.
“Jadi cara kami mengumpulkan para wisudawan dengan melampirkan pengumuman dan juga mengkontak secara pribadi sejak jauh-jauh hari,” tuturnya.
Salah satu wisudawan Prodi TL, Aji Lumintang merasa senang dan bangga dengan diadakannya arak-arakan.
“Saya merasa bangga karena sangat didukung dan diberikan apresiasi sebagai wisudawan prodi TL,” ucapnya.
Aji mengaku merasakan euforia ketika arak-arakan dilakukan.
“Saya merasakan sendiri suasananya yang penuh semangat dan sorak sorai saat mahasiswa bergantian menyampaikan orasinya,” ucapnya.
Wisudawan Prodi TL lainnya, Sheva Endriyanto Raharjo turut merasakan kebersamaan tersebut.
“Senang sekali, karena rasanya dikelilingi teman seperjuangan serta ada adek-adek tingkat juga yang mau meramaikan acara arak-arakan ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan orasi tersebut, Sheva turut menyampaikan mengenai kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menurutnya menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.
“Saya sendiri menyampaikan orasi tentang keadaan karhutla yang mana hal ini menjadi concern kita untuk fokus pada hal-hal yang penting dan buang hal-hal yang nggak penting,” ujarnya.
Ia menilai bahwa kegiatan arak-arakan dapat dipertahankan untuk wisudawan berikutnya selama pelaksanaannya dilakukan dengan jelas dan saling membantu.
“Selama semuanya jelas, saya rasa tidak masalah jika hal ini dipertahankan untuk kedepannya,” pungkasnya.
Reporter: Muhammad Rafan Zulhilmi
Editor: Dinda Alfiani

