By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Komunitas Bara Puan Hadirkan Produk Petani Daerah dalam Aksi Masak Kritik MBG
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Warta

Komunitas Bara Puan Hadirkan Produk Petani Daerah dalam Aksi Masak Kritik MBG

Dalam Aksi Masak di depan Gedung DPRD, komunitas Bara Puan menggunakan bahan makanan dari petani lokal sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat

Last updated: 24 Juni 2026 5:30 pm
Dinda Alfiani
Published: 24 Juni 2026
Share
SHARE
komunitas bara puan, kolektif bara puan, makan bergizi gratis, mbg, pemerintahan prabowo-gibran
Beberapa peserta aksi turut berpartisipasi memasak dalam Aksi “Dapur Umum Banget” di depan gedung DPRD Jawa Tengah, Selasa (23/6/2026). (Maulana/Amanat).

Amanat.id- Sebagai bentuk kritik atas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran, Komunitas Bara Puan menggelar Aksi bertajuk “Dapur Umum Banget” di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Selasa (23/6/2026).

Anggota Komunitas Bara Puan, Tata menjelaskan bahwa Aksi “Memasak Kemarahan” tersebut diolah dengan bahan masakan yang berasal dari petani lokal.

“Bahan masakan yang kita kelola berasal dari petani lokal. Ada yang mengirimkan dalam bentuk mentah, setengah jadi bahkan sudah masak,” katanya.

Berbagai bahan masakan mentah, lanjutnya, berasal dari hasil tani berbagai daerah yang ada di Jawa Tengah.

“Bahan masakan yang ada berasal dari petani daerah seperti cabai dari Dieng, beras dari Sumberrejo, kerang dari Tambakrejo, ada ikan dan lainnya,” ucapnya.

Selain memasak, dirinya menyampaikan bahwa aksi tersebut diisi dengan orasi, penampilan musik serta puisi sambil berjalannya kegiatan memasak.

“Jadi hari ini kita masak-masak dengan diiringi penyampaian orasi, pembacaan puisi, juga penampilan musik, kemudian setelahnya makan bersama juga nantinya akan dibagikan,” jelasnya.

Tata mengatakan aksi memasak tersebut mendapat banyak antusias dari berbagai lapisan masyarakat.

“Banyak dari masyarakat yang mencoba untuk memberikan donasi kepada kita, bahkan tadi ada bapak-bapak yang turut antusias untuk mengulek. Hal ini menjadi bukti bahwa kerja domestik diperuntukan untuk semua gender, tidak hanya perempuan saja,” ujarnya.

Senada dengan Tata, salah satu perwakilan orasi, Rumaisha Aqila mengatakan bahwa aksi tersebut mendapat banyak antusiasme terlihat dari berbagai elemen yang hadir.

“Yang kulihat, aksi ini cukup mendapat antuasisme dilihat dari teman-teman WALHI, aksi kamisan, kolektif pembaca buku, pers dan masyarakat yang turut hadir,” ucapnya.

Menurut Tata selain mengkritik MBG, aksi tersebut juga berfokus pada kenaikan bahan pangan yang merugikan petani dan masyarakat.

“Acara ini memang fokus utamanya mengkritik MBG, tapi kenaikan bahan pangan juga disertakan. Jika ada yang bilang kalau MBG menguntungkan petani, itu salah. Yang lebih diuntungkan dari program ini adalah mereka yang menaikkan harga, sedangkan keuntungan yang masuk ke petani justru lebih rendah,” titahnya.

Bagi Rumaisha, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat mampu berdikari dengan pangan.

“Bahan masakan yang berasal dari petani lokal ini patut menjadi bukti bahwa masyaraka sebetulnya mampu berdikari dengan pangan, tidak seperti dapur-dapur MBG yang dimafiakan dan tidak berpihak pada rakyat,” ucapnya.

Salah satu peserta aksi, Khaira Azkiya mengatakan dirinya juga turut membantu kegiatan memasak.

“Jam empat lebih aku baru datang, aku lihat lagi pada bersihin kangkung, iris bawang, kebetulan aku tadi ikut iris bawang dan potong tempe juga,” terangnya.

Khaira mengatakan kegiatan memasak tersebut merupakan bagian dari bentuk sarkasme terhadap program MBG.

“Sebenarnya ini sarkas sekali untuk program MBG. Aksi memasak ini cara yang sangat bagus karena semuanya kaya win-win solution. Kita menggunakan bahan-bahan dari petani lokal yang nantinya akan dimasak dan dimakan, kemudian suara kita juga tersampaikan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa aksi tersebut juga menarik perhatian dari masyarakat.

“Aksi memasak ini cukup menarik perhatian karena ketika ada orang lewat, pedagang, itu nengok ke sini dan bisa membuat mereka tau bahwa aksi juga bisa dilakukan secara damai seperti memasak ini,” katanya.

Reporter: Dinda Alfiani

Rangkaian Acara Comfest 2017, Bedah Buku sebagai Pematik Literasi Mahasiswa
DEMA FSH Gugat Kinerja DEMA UIN Walisongo dalam Debat Terbuka
Tampil All Out dalam Debat Bahasa Arab, Ulin Raih The Best Speaker
Problem TOEFL-IMKA yang Tak Kunjung Selesai
PPB UIN Walisongo Adakan Pretest TOEFL IMKA bagi Mahasiswa Angkatan 2022
TAGGED:headlinekolektif bara puankomunitas bara puanmakan bergizi gratismbgpemerintahan prabowo-gibran
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Tabloid SKM Amanat Edisi 80
Tabloid SKM Amanat

Tabloid SKM Amanat Edisi 80 Tahun 2000

Redaksi SKM Amanat
19 Februari 2024
DEMA UIN Walisongo Klarifikasi Terkait Dugaan Plagiasi Logo PBAK 2023
Kantin Baru UIN Walisongo, Lebih Modern dan Berkelas
Malik Ibrahim, Tegaskan Penguasaan Teknologi menjadi Kompetensi dalam Kerelawanan
5 Alasan Wanita Lebih Mudah Merasa Insecure
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Komunitas Bara Puan Hadirkan Produk Petani Daerah dalam Aksi Masak Kritik MBG
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Komunitas Bara Puan Hadirkan Produk Petani Daerah dalam Aksi Masak Kritik MBG
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?