By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sisi Lain Saridin Menurut Gus Mus Hingga Puisi Balsem Penghilang Pening
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Varia Kampus

Sisi Lain Saridin Menurut Gus Mus Hingga Puisi Balsem Penghilang Pening

Last updated: 27 September 2019 4:28 pm
Ramadhani Sri Wahyuni
Published: 7 April 2019
Share
SHARE
Gus Mus saat mengisi acara Ngaji Budaya dan Peluncuran Buku “Fatwa dan Canda Kiai Saridin” di GSG, Sabtu (06/04/2019) (Amanat/Shafril).

Amanat.id – Ahmad Mustofa Bisri atau yang lebih akrab disapa Gus Mus, menjadi salah satu pengisi acara Ngaji Budaya dan Peluncuran Buku “Fatwa dan Canda Kiai Saridin” karya Rektor UIN Walisongo, Muhibbin di Gedung Serba Guna (GSG), Sabtu (06/04/2019).

Gus Mus mengatakan bahwa, buku Muhibbin memuat sindiran pada kondisi saat ini, namun cara penyampaiannya tidak menggurui. Saridin dalam buku “Fatwa dan Canda Kiai Saridin” punya sisi tersendiri, Muhibbin ingin mengajak orang yang tidak waras untuk kembali ke jalan yang waras.

“Dilihat dari beberapa tulisan Pak Muhibin dalam buku, beliau menyindir kondisi Indonesia sekarang ini. Sehingga kita sebagai bangsa dari keturunan orang yang waras seperti Saridin harus kembali waras apalagi modal diri karena pilihan presiden,” katanya.

Nama Saridin sangat populer di kalangan masyarakat Pati dan sekitarnya, karena Saridin adalah anak dari Sunan Muria yaitu Nasrudin, namun oleh para masyarakat jawa disebut Saridin.

Berbeda dengan kebanyakan para kiai yang menuliskan Saridin. Mereka menokohkan Saridin sebagai Santri. Salah satunya Kiai Misbah dari Bangilan. Namun, dalam hal ini, Muhibbin menjadikan Saridin dibukunya sebagai seorang Kiai.

”Sudah banyak kiai yang menuliskan tentang Saridin sebagai santri, salah satunya Kiai Misbah Bangilan, namun berbeda dengan pak Muhibin saat ini, menjadikan Saridin sebagai Kiai,” Katanya.

Lebih lanjut, dalam akhir pembicaraannya dia menutup dengan membacakan puisi karyanya yang berjudul “Kalau Kau Sibuk, Kapan Kau Sempat”. Dia mengatakan bahwa puisi yang dia buat sebagai balsem penghilang pening.

“Ya ini puisi balsem, begitu orang mendengar peningnya hilang setelah selesai mendengarnya peningnya kembali,” pungkasnya.

Reporter: Ramadhani Sri Wahyuni
Editor: Afifah Kamaliyah

Tak Berizin, Sema dan Dema FDK Hampir Bubarkan Seminar Organisasi Ekstra
Beberapa Insiden Warnai Perlombaan Wall Climbing, FISIP dan FEBI Jadi Juaranya
Represif Polisi saat Demo, Pers UIN Walisongo Jadi Korban
Hadiri Undangan Kemendikbud, Suyanto Batal Mengisi Acara Workshop STEM
ISAI UIN Walisongo Undang Sutradara Nurman Hakim dalam Acara ARTCHI
TAGGED:dies natalis 49gus muskiai saridinpuisi gus mus
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Kolom

Nur Muhammadku (Dipaksa) Dipadamkan

Diah Khalimatus Sa'diyah
4 Desember 2018
Prodi ISAI UIN Walisongo Gelar Pameran yang Pertama di Kalangan PTKIN
Berbekal Bukti Pelanggaran, Sejumlah Mahasiswa Ilmu Hukum Gugat Hasil Pemilwa 2017
Jangan Jadikan Ramadan Sebagai Alasan Untuk Bermalas-malasan
Sendu di Malam Minggu
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sisi Lain Saridin Menurut Gus Mus Hingga Puisi Balsem Penghilang Pening
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Sisi Lain Saridin Menurut Gus Mus Hingga Puisi Balsem Penghilang Pening
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?