By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Dianggap Tidak Sesuai Keilmuan, Mahasiswa ISAI UIN Walisongo Tuntut Perubahan Gelar Akademik
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
isai uin walisongo, perubahan gelar akademik, gelar isai uin walisongo, uin walisongo, polemik gelar akademik
Seseorang sedang duduk di depan Galeri ISAI UIN Walisongo, Kamis (20/3/2025). (Amanat/Alfarizy).
UIN WalisongoVaria Kampus

Dianggap Tidak Sesuai Keilmuan, Mahasiswa ISAI UIN Walisongo Tuntut Perubahan Gelar Akademik

Last updated: 23 Maret 2025 7:13 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 20 Maret 2025
Share
SHARE
isai uin walisongo, perubahan gelar akademik, gelar isai uin walisongo, uin walisongo, polemik gelar akademik
Seseorang sedang duduk di depan Galeri ISAI UIN Walisongo, Kamis (20/3/2025). (Amanat/Alfarizy).

Amanat.id- Polemik gelar akademik dari Program Studi (Prodi) Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mencuat lewat unggahan di akun Instagram Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) ISAI, Rabu (19/3/2025).

Sebelumnya Prodi ISAI UIN Walisongo memiliki gelar akademik Sarjana Humaniora yang oleh beberapa mahasiswanya dianggap tidak sesuai dengan keilmuan yang dipelajari.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Jurusan (Kajur) ISAI UIN Walisongo, Zainul Adzfar menjelaskan bahwa penetapan gelar Sarjana Humaniora bagi lulusan ISAI didasarkan pada regulasi yang berlaku di Kementerian Agama (Kemenag).

“Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2016 tentang Gelar Akademik di PTKIN menjadi dasar penetapan gelar S.Hum. UIN Purwokerto bisa S.Ars karena afiliasinya ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek),” jelas Zainul saat diwawancarai Tim Amanat.id, (19/3).

Zainul mengatakan bahwa perpindahan naungan ke Kemendikbudristek hanya bisa dilakukan jika ada perintah dari atasan.

“Kalau bosnya nyuruh pindah, ya pindah. Kalau tidak, ya tidak. Masa kita mau pindah-pindah sendiri, kan lucu,” ujar Zainul.

Ketua HMJ ISAI, Nur Yusril Muhammad Isnain menegaskan persoalan ini berawal dari penetapan gelar lulusan ISAI.

“Seharusnya, gelar kami adalah S.Ars, bukan S.Hum,” ujar Yusril, Rabu (19/3).

Menurutnya Prodi ISAI telah berulang kali mengajukan surat permohonan perpindahan naungan dari Kemenag ke Kemendikbudristek, tetapi hasilnya nihil.

“Bahkan sudah lima kali prodi kami mengajukan surat permohonan perpindahan naungan dari Kemenag ke Kemendikbudristek, tapi selalu mentok di Kemenag,” tambahnya.

Yusril menyoroti lambannya birokrasi menyebabkan terhambatnya kejelasan status Prodi ISAI UIN Walisongo.

“Teknik Lingkungan yang baru saja berdiri langsung jelas gelarnya, sementara ISAI yang sudah hampir satu dekade masih mandek,” ungkapnya.

Ia mengatakan saat ini HMJ ISAI tengah menyiapkan naskah akademik untuk mendesak rektorat.

“Beberapa kali mengobrol dengan prodi, tapi masih belum jelas. Sekarang, kami siapkan naskah akademik untuk mendesak kemenag dan harapan saya jajaran rektorat dapat mengkaji ulang hal itu,” ujar Yusril.

Menurutnya pembukaan prodi baru seharusnya berdasarkan kajian akademik yang matang, bukan semata mengejar popularitas atau pemasukan.

“Kalau orientasinya hanya profit, maka mahasiswa diperlakukan sebagai pasar, bukan sebagai subjek akademik,” ujarnya.

Ia juga berpendapat bahwa UIN Walisongo bersikap kapitalis dan terlalu gegabah dalam membuka jurusan baru.

“Kalau dibilang kapitalis ya memang kapitalis. UIN terlalu gegabah dalam membuat jurusan baru,” ujar Yusril.

Yusril menegaskan akan terus memperjuangkan hak akademik para mahasiswa ISAI UIN Walisongo.

“Kami tidak akan berhenti sampai ada kejelasan. Jika perlu, kami lakukan aksi yang lebih besar,” pungkasnya.

Mahasiswa ISAI UIN Walisongo, Alea Nuria Zadiroh mengungkapkan sebelum diterima sebagai mahasiswa, ia melihat informasi gelar Sarjana Arsitektur di laman resmi kampus.

“Sebelum kami jadi mahasiswa, website resmi mencantumkan gelar S.Ars. Itu yang membuat kami yakin masuk. Tapi kenyataannya, setelah wisuda, gelarnya S.Hum,” ujar Alea.

Menurut Alea, hal ini menciptakan kebingungan dan dianggap sebagai bentuk pembohongan publik.

“Bayangkan, selama tujuh tahun dibiarkan begitu saja. Katanya hanya typo, tapi masa typo bertahun-tahun?,” katanya.

Ia mengatakan banyak dari mahasiswa ISAI berharap pihak rektorat segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan persoalan gelar akademik.

“Kami ingin UIN Walisongo menunjukkan komitmen akademik yang sesungguhnya. Gelar akademik kami adalah hak, bukan hadiah,” tegasnya.

Ichda Khoiril Anam menyebutkan bahwa permasalahan gelar ini bukan hanya soal status akademik, tetapi juga menyangkut integritas kampus.

“Ini bukan sekadar soal gelar, tapi soal komitmen kampus terhadap tanggung jawab akademik,” ujar mahasiswa ISAI lain.

Menurutnya kampus lebih fokus membuka prodi baru, dibandingkan memperbaiki kualitas prodi yang sudah ada.

“Prodi baru seperti Bisnis Digital diumumkan dengan gegap gempita, padahal nasib prodi lama seperti ISAI masih carut-marut,” kritiknya.

Ia juga menyoroti minimnya transparansi anggaran, termasuk untuk fasilitas penunjang kegiatan akademik.

“Studio arsitektur kami minim. Fasilitas yang dijanjikan tidak pernah terwujud. Ini menambah beban mahasiswa,” tambahnya.

Reporter: Rizka Nur Nahdia Maramis

Editor: Gojali

Dema-U Bersama 16 UKM-U Lakukan Open Donasi Peduli Covid-19
Febryanti: Kuasa Pengetahuan sebagai Problem Utama Gerakan Kesetaraan Gender
Perjuangan Tim LKBB Sumbang Emas untuk FPK Meski Awalnya Tak Percaya Diri
Habib Umar Al-Muthohar Tekankan Kedisiplinan dan Ibadah Sunah untuk Raih Sarjana
Jelang Akreditasi, Jalan Rusak UIN Walisongo Diperbaiki
TAGGED:gelar isai uin walisongoisai uin walisongoperubahan gelar akademikpolemik gelar akademikuin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Habib Ali Al Jufri Beri Kajian Konsep Peri Kemanusiaan dan Humanisme

Redaksi SKM Amanat
5 Desember 2019
FKHM UIN Walisongo Beri Tanggapan atas Diskusi KSMW yang Didatangi TNI dan Orang Tidak Dikenal
Aji Ikhwanul Yunus Bagikan Keuntungan Menjadi Beswan Djarum
Debat Kandidat Ricuh; 1 Anggota KPM UIN Walisongo Terluka
Peserta Kecewa Jusuf Kalla tak Hadir, Ini Klarifikasi Ketua Panitia PAg
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Dianggap Tidak Sesuai Keilmuan, Mahasiswa ISAI UIN Walisongo Tuntut Perubahan Gelar Akademik
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Dianggap Tidak Sesuai Keilmuan, Mahasiswa ISAI UIN Walisongo Tuntut Perubahan Gelar Akademik
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?